KPK Tahan Sekretaris Kemenpora

imageKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini resmi menahan Sekretaris Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharram. Wafid, yang ditangkap di kantornya, Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga, oleh KPK sejak Kamis malam, keluar kantor KPK Jakarta, setelah menjalani pemeriksaan, sekitar pukul 20.00 WIB. Sambil mengenakan kaos hitam dan menenteng sajadah dan Al-Qur’an, Wafid yang ditanyai wartawan saat hendak masuk mobil tahanan KPK, enggan berkomentar banyak.

“ Ya, Alhamdulillah. Sehat,” Kata Wafid kepada wartawan, di Kantor KPK,  Jumat, 22 April 2011.

Selain Wafid, dua lainnya yang ditangkap dan diperiksa oleh KPK adalah tersangka bernama Mirdo Rosalina Manulang dan Mohmmad El Idris.

Mohammad El Idris adalah seorang pengusaha, sedangkan Mirdo Rosalina bertugas sebagai perantara yang mempertemukan Wafid dan Mohammad.

Ketiganya ditangkap pada Kamis, 21 April 2011 karena diduga terlibat dalam praktek suap-menyuap dalam proyek pembangunan wisma atlet Sea Games di Palembang. Sampai saat ini, belum diketahui pasti berapa jumlah uang yang diterima Wafid.

Pada penyelenggaraan Sea Games di Palembang, pemerintah telah memakai anggaran tahun 2010 sebesar Rp200 miliar untuk pembangunan wisma atlet, dan Rp34 miliar untuk pembangunan Stadion Jakabaring. Sementara dana yang telah digunakan dari anggaran 2011, adalah sebesar Rp125 miliar.

Jumlah pembangunan gedung ini di luar biaya penyelenggaraan SEA Games. Total anggaran untuk pelaksanaan SEA Games ditaksir mencapai Rp480,5 miliar untuk pembangunan venue, persiapan teknis, pembangunan sarana prasarana dan wisma atlet. Saat ini, pemerintah baru mengantungi dana sebesar Rp624 miliar.

Rencananya, Wafid akan ditahan di  rumah tahanan (Rutan) Cipinang Jakarta Timur, sementara Mirdo di Rutan Pondok Nambu dan Mohammad di Rutan Salemba.

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga Andi A Mallarangeng mengaku terkejut dengan ditangkapnya Sekretaris Menpora Wafid Muharram  oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semalam. Andi menyerahkan kasus itu kepada KPK agar diproses secara hukum.

"Kami terkejut dan sedih, saya sendiri baru tahu pas sms dari kawan ketika menghadiri Kartini Award. Kami juga ingin tahu kejadian sebenarnya. Beberapa staf juga tidak tahu," katanya di kantor Kemenpora kepada wartawan, Jumat 22 April 2011.

Sementara itu, Andi juga mengatakan siap bekerjasama dengan KPK untuk memberantas masalah ini, karena menurutnya jika pegawainya salah harus bertanggung jawab secara hukum, "tetapi jika benar yah harus kita bela, karena agenda utama negara ini adalah memberantas korupsi," tambahnya.

Andi memastikan, kedepan seluruh organisasi Kemenpora bisa berjalan dengan baik, dan persiapan menuju Sea Games bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Pos ini dipublikasikan di Hukum. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s