Hasil Quick Count Pilkada Depok, Nurmahmudi Unggul

imageMenurut hasil quick count versi Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis, pasangan Nurmahmudi Ismail-Idris Abdul Shomad memimpin Pemilukada Depok kali ini. Pasangan Nur Mahmudi Ismail dan Idris Abdul Shomad meraih suara 38,38 persen. Quick count dilakukan dengan mengambil sampel di 11 kecamatan dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 125 buah. Jago PKS ini unggul di 8 kecamatan. Dengan perolehan suara 38,38 persen berarti Pilkada Depok berlangsung satu putaran.

Di tempat kedua, Badrul Kamal dan Priyanto 27,78 persen, Yuyun dan Peradi mengantongi 22,93 persen serta Gagah dan Derry 10,91 persen.

"Kita melakukan quick qount ini dengan mengambil sampel di 11 kecamatan dengan jumlah TPS 125. Tingkat error 1 persen. Jadi hasil quick qount ini kita yakini tidak akan jauh berbeda dengan perhitungan riil di KPU," kata Direktur Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis, Husin Yazid, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/10/2010). "Keunggulan Nurmahmudi Ismail-Idris Abdul Shomad disebabkan karena figur mereka yang populer dan juga mesin politik PAN dan PKS yang berjalan maksimal," tambahnya.

Puskaptis juga menyatakan tingkat golput (tak menggunakan hak pilih) mencapai 37,5 persen.

“Golput itu terjadi karena dua hal. Pertama memang karena keinginan sendiri, yang kedua karena sistem. Maksudnya, banyak calon pemilih yang sudah terdaftar tetapi tidak mendapat undangan untuk memilih,”kata Husin Yazid.

Bagaimana mekanisme penetapan calon terpilih ? Berikut Peraturan KPU Nomor 73 Tahun 2009 Bab VII Pasal 47 ayat 1-8

(1) Pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang memperoleh suara lebih dari 50% (lima puluh persen) jumlah suara sah ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih.
(2) Apabila ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak terpenuhi, pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang memperoleh suara lebih dari 30% (tiga puluh persen) dari jumlah suara sah, pasangan calon yang perolehan suaranya terbesar ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih  dengan  Keputusan  KPU  Provinsi  atau  Keputusan  KPU Kabupaten/Kota.
(3) Dalam hal pasangan calon yang perolehan suara terbesar sebagaimana dimaksud  pada ayat (2) terdapat lebih dari satu pasangan calon yang perolehan suaranya sama, penentuan pasangan calon terpilih dilakukan berdasarkan wilayah perolehan suara yang lebih luas.
(4) Apabila ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak terpenuhi, atau  tidak  ada yang mencapai 30% (tiga puluh persen) dari jumlah suara sah, dilakukan pemilihan putaran kedua yang diikuti oleh pemenang pertama dan pemenang kedua.
(5) Apabila pemenang pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diperoleh dua pasangan calon, kedua pasangan calon tersebut berhak mengikuti pemilihan putaran kedua.
(6) Apabila pemenang pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diperoleh tiga pasangan calon atau  lebih, penentuan peringkat pertama dan kedua dilakukan berdasarkan wilayah perolehan suara yang lebih luas.
(7) Apabila pemenang kedua sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diperoleh lebih dari satu pasangan calon, penentuannya dilakukan berdasarkan wilayah perolehan suara yang lebih luas.
(8) Pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang memperoleh suara terbanyak pada putaran kedua ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih  dengan Keputusan KPU Provinsi atau Keputusan KPU Kabupaten/Kota.


Pos ini dipublikasikan di Politika dan tag . Tandai permalink.

5 Balasan ke Hasil Quick Count Pilkada Depok, Nurmahmudi Unggul

  1. iqbal al banjari berkata:

    SEMOGA MENJD PEMIMPIN YG AMANAH DAN MEMBELA KEPENTINGAN RAKYAT..SY ANJURKAN BNYK2 BELAJAR DR MAHMUD AHMADI NEJAD, MSKPN SEORANG PEMIMPIN NEGARA NAMUN RELA TIDUR HNY BERALASKAN PERMADANI BAHKAN TANPA BANTAL & GULING, YG KETIKA DIPERJALANAN MENDENGAR SUARA ADZAN LANGSUNG BERHENTI… MENCARI MESJID, KETIKA TAK DITEMUKAN DAN TAKUT KEHILANGAN WKT YG DIUTAMAKAN, IA RELA SHOLAT DIPINGGIR JLN, TEGAS TRHDP KAUM KAFIR NAMUN LEMAH LEBUT TERHADAP MUSLIM DAN ORANG2 LEMAH

  2. romailprincipe berkata:

    Supaya tidak majang baliho bergambar dirinya lagi di banyak tempat..

  3. yoga berkata:

    klo baliho wajar supaya masyarakat tahu pemimpinnya. Yang lebih penting kita tahu realisasi programnya di lapangan. Itu baru kritis..

  4. musa berkata:

    Akuuur..! mari sikapi semua ini apapun hasilnya dgn kepala dingin dan pikiran cerdas. Yg menang harap tdk berbangga. Yg kalah harap tdk melampiaskan amarah.

  5. Dot berkata:

    Hasilnya tetap saja, Balikin modal nyaleg dulu, ckckck,…….mau gimana lagi, system pemilihan pemimpin yang buruk sepertinya sengaja di ciptakan oleh pemerintah. Secara logika saja, (bukannya su’udzan) masak keluarin uang banyak mau hilang begitu saja.
    kalaupun ada yang beralasan ikhlas lillahita’ala, emang mau melakukan praktek kepemimpinan seperti Umar Bin Khotob??? (nggak usah sepeti nabi dulu, seperti sahabatnya saja ,… Berani mikul beras untuk diantar ke rumah rakyatnya yang kelaparan??).
    Sayangnya kita terlalu banyak angan – angan dan harapan. Semoga saja, saya salah memprediksi. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s