MK : Hendarman Bukan Jaksa Agung Sejak Jam 14.30 WIB

Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian permohonan Yusril Ihza Mahendra atas uji materiil Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan. Salah satu putusannya, Hendarman Supandji dinyatakan “berhenti” sebagai Jaksa Agung saat putusan diketok Mahkamah Konstitusi. Dalam putusannya, Mahkamah menyatakan Pasal 22 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia adalah sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 secara bersyarat (conditionally constitutional), yaitu konstitusional sepanjang dimaknai “masa jabatan Jaksa Agung itu berakhir dengan berakhirnya masa jabatan Presiden Republik Indonesia dalam satu periode bersama-sama masa jabatan anggota kabinet atau diberhentikan dalam masa jabatannya oleh Presiden dalam periode yang bersangkutan”. Konsekuensinya, kata Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dalam jumpa pers usai sidang, Hendarman berhenti sebagai Jaksa Agung saat putusan Mahkamah diketok. Hal ini karena putusan Mahkamah tidak berlaku mundur. Meski “memberhentikan” Jaksa Agung, Mahkamah menyatakan semua kasus yang digarap Kejaksaan termasuk kasus dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum yang melibatkan Yusril Ihza Mahendra tetap sah. Menurut Mahkamah, kewenangan kejaksaan dalam kasus itu bersifat fungsional.

Inilah komentar mereka :

  1. “Seluruh tindakan Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung sampai 14.30. Kami ketok putusan tetap, sudah tidak boleh. Artinya harus berhenti sejak itu. Kalau diangkat kembali tidak salah, misalnya diberi Surat Keputusan diperpanjang. Karena ada putusan Mahkamah, maka mau diperpanjang bisa, mau demisioner juga bisa, mau memakai pelaksana tugas atau dinonaktifkan langsung yang sesuai UU langsung (dijabat) Wakil Jaksa Agung, bisa semua,” kata Mahfud.

     

  2. “Walaupun putusan itu mulai berlaku sejak hari ini, sejak diucapkan dan berlaku prospektif, itu tidak soal. Karena yang penting jabatan Jaksa Agung itu adalah jabatan yang terbatas, diangkat oleh Presiden di awal masa jabatan Presiden dan diakhiri pada saat berakhirnya masa jabatan Presiden itu. Yang penting bagi saya, yang lain-lain dapat saya terima dan saya sangat menghargai, mengapresiasi keputusan MK. Walaupun bahasanya mendayu-dayu tapi keputusan Mahkamah Konstitusi ini sangat penting dan menjadi pelajaran bagi semua, bagi Presiden yang mengangkat Jaksa Agung. Pelajaran bagi kita semua bahwa suatu tindakan itu haruslah berdasarkan atas hukum. SBY harus segera melantik Jaksa Agung yang baru hari ini juga untuk mencegah kekosongan jabatan tersebut,” kata Yusril.

     

  3. ” Saya menunggu petunjuk Bapak Presiden, dan itu keputusan MK sebagai eksekusinya kan pemerintah. Pimpinan pemerintah, kepala negara adalah Presiden Secara pribadi saya siap sebagai prajurit, dimana pun juga saya siap,” kata pria kalem ini. “Ini muka saya masih senyum toh, nggak tegang,” tutup Hendarman.
Pos ini dipublikasikan di Nasional. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s