Preview Final Liga Champions : Bayern Munchen vs Internazionale Milan

tropi LC Madrid 2010 Minggu, 23 Mei 2010 dini hari, dua klub elit Eropa yaitu Bayern Munchen vs Internazionale akan bertanding dalam partai puncak memperebutkan tropi Liga Champions Eropa musim 2009/2010. Laga kedua tim akan dilangsungkan di Santiago Barnebau, markas klub Real Madrid. Bayern mengharapkan mendapatkan tropi Liga Champions ke-5, sedangkan Internazionale mengharapkan mereka mendapatkan tropi untuk pertama kalinya dalam 45 tahun. Bayer sangat pede menghadapi Inter karena sebelumnya mereka sudah mengalahkan dua klub Italia yaitu Juventus dan Fiorentina. Interpun optimis mereka akan dapat mengalahkan Bayern di final, mengingat di semifinal mereka dapat mengalahkan juara bertahan, Barcelona.


Logo Bayern Munchen

FINAL LIGA CHAMPIONS EROPA 2009/2010
BAYERN MUNCHEN VS INTERNAZIONALE

TANGGAL : 23 MEI 2010
KICK OFF : 01.45 WIB
TEMPAT : ESTADIO SANTIAGO BARNEBAU

WASIT : HOWARD MELTON WEBB (ENG)
ASISTEN : MICHAEL MULLARKEY DAN DARREN CANN
FOURTH OFFICIAL : MARTIN ATKINSON

Logo Internazionale

 

Pertandingan final Liga Champions Eropa tahun ini dipimpin wasit asal Inggris, Howard Webb dengan asisten Michael Mullarkey and Darren Cann, dan fourth official : Martin Atkinson.

image image image
image image image

Kedua pelatih pernah bekerja sama sewaktu Louis van Gaal menjadi pelatih dan Jose Mourinho sebagai asisten pelatih di Barcelona antara tahun 1997-2000. Salah seorang di antaranya akan tercatat sebagai pelatih yang sukses membawa dua klub berbeda di kompetisi Eropa jika berhasil memenangkan final kali ini.

Pertemuan sebelumnya
Bentrok kali ini merupakan yang kelima antara Bayern dan Inter. Pertemuan terakhir mereka di Liga Champions adalah dalam fase grup musim 2006/2007. Inter dilatih Roberto Mancini, Bayern dilatih Felix Magath. Pada pertemuan pertama di kandang Bayern Munchen, Inter berhasil menahan Bayern dengan skor 1-1. Gol Bayern dicetak Roy Makaay pada menit ke-61 yang dibalas oleh gol Patrick Vieira menit ke-90. Susunan pemain saat itu adalah : Bayern : Kahn, Sagnol, Lucio, Van Buyten, Lahm, Ottl, Salihamidžic (Deisler 79), Van Bommel (Demichelis 73), Schweinsteiger, Pizarro, Makaay (Santa Cruz 83). Inter : Toldo, Zanetti, Samuel, Andreolli, Maicon, Vieira, Mariano González, Maxwell, Solari (Grosso 83), Ibrahimovic (Crespo 46), Figo (Recoba 70).

Pada pertemuan kedua dalam fase grup musim 2006/2007 tanggal 27 September 2006 di kandang Inter, Bayern Munchen berhasil mengalahkan Inter 2-0 melalui gol Claudio Pizarro (menit 81) dan Lucas Podoski (menit 91). Inter menyelesaikan pertandingan ini dengan 9 pemain setelah dua pemainnya Zlatan Ibrahimovich dan Fabio Grosso dikeluarkan. Line up pada saat itu adalah Inter : Julio Cesar, Maicon, Córdoba, Materazzi, Grosso, Zanetti, Figo (Mariano González 67), Dacourt, Stankovic (Solari 77), Ibrahimovic, Crespo (Adriano 77). Bayern : Kahn, Sagnol, Lucio, Van Buyten, Lahm, Salihamidžic (Scholl 70), Van Bommel, Ottl, Schweinsteiger, Pizarro (Podolski 89), Makaay (Santa Cruz 82).

Pada pertemuan babak ketiga Piala UEFA musim 1988/89, Bayern dapat mengalahkan Inter. Pada pertemuan pertama (leg-1) di kandang Bayern, Inter mengalahkan Bayern dengan skor 2-0 melalui gol Aldo Serena (60) dan Nicola Berti (71). Sebaliknya pada leg-2, giliran Bayern mengalahkan Inter di kandangnya 3-1 melalui gol  Wohlfarth (33), Klaus Augenthaler (37) dan Jürgen Wegmann (40), gol balasan Inter dicetak Serena. Bayern lolos melalui gol away.

Terakhir kali Bayern meraih tropi Liga Champions tahun 2001. Bayern bergabung dengan Liverpool sebagai pengumpul 5 kali tropi Liga Champions. Bayern dan Liverpool berada di tempat ketiga sebagai pemenang terbanyak Liga Champions setelah Real Madrid dan AC Milan.

Rekor Bayern di final Liga Champions adalah empat kali menang dan tiga kali kalah :
1974: 4-0 v Club Atlético de Madrid, Brussels (Replay setelah hasil imbang 1-1)
1975: 2-0 v Leeds United AFC, Paris
1976: 1-0 v AS Saint-Etienne, Glasgow
1982: 0-1 v Aston Villa FC, Rotterdam
1987: 1-2 v FC Porto, Vienna
1999: 1-2 v Manchester United FC, Barcelona
2001: 1-1 v Valencia CF, 5-4 on penalties, Milan

Bayern juga memenangkan UEFA Cup Winners’ Cup final dan final Piala UEFA 1996.

Inter berharap dapat merebut tropi Liga Champions tahun ini. Dengan kemenangan ketiga, Inter akan bergabung dengan Barcelona dan Manchester United FC sebagi tim yang berhasil merebut 3 kali tropi Liga Champions Eropa.

Rekor Inter di final Liga Champions adalah dua kali menang dan dua kali kalah :
1964: 3-1 vs Real Madrid CF, Wina
1965: 1-0 vs SL Benfica, Milan
1967: 1-2 vs Celtic FC, Lisbon
1972: 0-2 vs AFC Ajax, Rotterdam

Inter tampil di empat final Piala UEFA pada 1990-an, menang pada tahun 1991, 1994 dan 1998, namun kalah pada tahun 1997.

Javier Zanetti merupakan pemain Inter yang merasakan kekalahan dalam final Piala UEFA 1997 melalui adu penalti melawan FC Schalke 04, tapi mengangkat piala UEFA tahun berikutnya dengan kemenangan 3-0 melawan SS Lazio, mencetak gol kedua Inter.

Bayern dalam Liga Champions tahun ini berhasil mengalahkan 2 tim Italia. Bayern menekuk Juventus di Turin 4-1 pada Desember 2009, dan maju ke babak knock out menemani FC Girondins de Bordeaux di Grup A. Bayern menyingkirkan Fiorentina di babak 16 besar, menang 2-1 di kandang, kalah 2-3 di kandang Fiorentina. Total agregat 4-4 dengan Fiorentina, namun menang gol away. Bayern kemudian sukses mengalahkan Manchester United lewat gol kemenangan away. Di babak semifinal, Bayern menyingkirkan Lyon dengan total agregat 4-0.

Seperti Bayern, Inter finish sebagai runer up di penyisihan grup mendampingi Barcelona di Grup F. Dalam perjalanan ke final, mereke mengalahkan Chelsea dan CSKA Moskow. Di semifinal Inter mengalahkan Barcelona dengan agregat 3-2.

Bayern bertemu dengan klub asal Italia sebanyak 28 kali dengan rekor 9 kali menang, 7 kali seri, dan 12 kali kalah. Inter juga telah 28 kali melawan tim dari Jerman dengan rekor 13 kali menang, 8 kali seri, dan 7 kali kalah.

Pelatih Bayern, van Gaal telah dua kali menghadapi klub asal Italia di final Liga Champions. Tahun 1995 bersama Ajax berhasil mengalahkan AC Milan dengan skor 1-0, namun di tahun berikutnya kalah dari Juventus lewat adu penalti. Bersama Ajax, van Gaal berhasil mengalahkan Torino di final UEFA Cup tahun 1992.

Pertemuan terakhir Inter melawan tim Bundesliga berakhir dengan kekalahan. Menghadapi Werder Bremen di penyisihan grup, di kandang sendiri berakhir 1-1, dan 1-2 di kandang lawan.

Van Gaal dan Mourinho pernah memenangi Liga Champions sebelumnya. – Van Gaal dengan Ajax pada tahun 1995 dan Mourinho tahun 2004 dengan FC Porto. Siapa pun yang menang kali ini akan menjadi pelatih ketiga yang telah mengangkat trofi dengan dua klub yang berbeda, seperti yang dilakukan Ernst Happel dan Ottmar Hitzfeld.  Happel sukses merengkuh tropi Liga Champions bersama Feyenoord (1970) dan Hamburger SV (1983). Hitzfeld melakukannya bersama BV Borussia Dortmund (1997) dan Bayern (2001).

Ini adalah lawatan kesepuluh Bayern ke Santiago Bernabéu. Catatan mereka dari sembilan pertandingan sebelumnya ada 2 kali menang, 1 kali seri, dan 6 kali kalah. Inter telah 7 kali ke Santiago Barnebau dengan rekor satu kali menang dan 6 kali kalah.

Dua pemain Bayern pernah tampil di final Liga Champions. Hans-Jörg Butt bersama Bayer Leverkusen tahun 2002 yang dikalahkan Real Madrid dan Van Bommel bersama Barcelona tahun 2006 yang menang atas Arsenal FC.

Samuel Eto’o bermain bersama Van Boomel di Barcelona tahun 2006. Mereka andil dalam kesuksesan Barcelona meraih Liga Champions tahun itu. Di final barcelona mengalahkan Manchester United. Sementara Lucio merupakan patner Han Jorg Butt di Bayern Leverkusen di final Liga Champions 2002. Leverkusen dikalahkan Real Madrid, Lucio mencetak gol saat itu.

Jika Samuel Eto’o mencetak gol ke gawang Bayern dalam final Liga Champions di Santiago Barnebau, maka Eto’o akan tercatat sebagai pemain pertama yang mencetak gol di final Liga Champions Eropa. Sampai sejauh ini tercatat pemain Real Madrid, Alfredo di Stefano melakukannya dengan rekor mencetak gol di 5 final Liga Champions berturut-turut tahun 1956 sampai 1960.

Arjen Robben yang membela Bayern di final kali ini merupakan pemain Chelsea di bawah pelatih Jose Mourinho tahun 2004 sampai dengan 2007, memenangi 2 kali Liga Premier Inggris.

Robben dan Sneijder

Beberapa orang pemain yang tampil di final musim ini pernah membela Real Madrid. Mereka adalah Esteban Cambiaso, Walter Samuel, Wesley Sneijder, Arjen Robben, dan Samuel Eto’o (karir Eto’o berawal di Madrid sebelum ke Barca).

Pertandingan nanti merupakan pertemuan ketiga dalam final antara klub asal Bundesliga dan Seri A. Dalam 2 kali pertemuan sebelumnya selalu dimenangi klub asal Bundesliga, yaitu :
1983: Hamburger SV 1-0 Juventus
1997: BV Borussia Dortmund 3-1 Juventus

Santiago Bernabéu telah menyelenggarakan tiga kali final Liga Champions :
1957: Real Madrid CF 2-0 ACF Fiorentina
1969: AC Milan 4-1 AFC Ajax
1980: Nottingham Forest FC 1-0 Hamburger SV

Santiago Bernabeu juga menjadi tempat final UEFA European Championship tahun 1964, serta final Piala Dunia 1982 ketika Italia mengalahkan Jerman Barat 3-1.

Catatan rekor Bayern dalam adu pinalti adalah:
5-4 v Valencia CF, 2000/01 dalam final Liga Champions
9-8 v PAOK FC, 1983/84 UEFA Cup putaran kedua 
4-3 v Åtvidaberg FF, 1973/74 European Champion Clubs’ Cup putaran pertama

Sedangkan rekor Inter adalah:
1-4 v FC Schalke 04, 1996/97 Final UEFA Cup
5-3 v Grazer AK, 1996/97 Putaran kedua UEFA Cup
3-4 v Aston Villa FC, 1994/95 Putaran pertama UEFA Cup
5-4 v Celtic FC, 1971/72 semi-final European Champion Clubs’ Cup

Final kali ini akan tercatat sebagai final Liga Champions Eropa pertama yang dimainkan pada hari Sabtu.

Inter, Road To Final

I Nerazzurri sudah begitu lama tidak merasakan aura begitu luar biasanya menjadi pemenang gelar tertinggi di antara klub Eropa ini sejak 1965 yang lalu. Setelah pada musim sebelumnya 1963/1964 juga menjadi juara. Terakhir mereka lolos ke final kompetisi yang dulunya bernama Piala Eropa itu pada musim 1971-1972. Itu berarti sudah 37 tahun mereka tidak lolos ke babak final dan 44 tahun lamanya mereka tidak bisa menyimpan trofi juara Eropa dalam lemari koleksi penghargaan mereka. Tetapi peluang memecahkan segala kebuntuan itu sudah terbuka sekarang.

Lolosnya Inter ke babak final banyak mengejutkan banyak pihak. Berbagai alasan mendasari keraguan itu. Pertama karena lawan mereka di semifinal adalah Barcelona, yang merupakan juara bertahan dan dianggap sebagai tim terbaik di dunia saat ini karena keberhasilan mereka mendapatkan 6 gelar di tahun lalu di mana berarti menjadi juara di semua kompetisi yang mereka ikuti. Tidak heran begitu musim Liga Champions dimulai, Barcelona langsung menjadi unggulan teratas untuk menjadi juara di musim ini.

Yang berikutnya adalah sejarah yang kurang mulus bagi Inter di Liga Champions, sudah begitu lama mereka tidak merasakan babak final dan gelar juara di kompetisi elit Eropa ini. Bahkan sejak musim 2006-2007 mereka selalu terhenti di babak 16 besar dan itulah yang menjadi penyebab utama didepaknya pelatih Roberto Mancini oleh Presiden Inter, Massimo Moratti, meskipun Inter bisa merajai kompetisi domestik Italia dan digantikan oleh Jose Mourinho. Hal-hal seperti inilah yang dijadikan sebagai dasar statistik yang kurang mendukung bagi Inter Milan.

Tetapi semua pandangan miring itu terpatahkan semua dengan kegemilangan Inter melaju ke babak puncak melawan Bayern Munich yang akan dilangsungkan di Stadion Santiago Bernabeu, 22 Mei mendatang. Mata semua penggemar sepak bola dibuat terbelalak melihat keberanian dan kegigihan Inter ketika mengalahkan Barcelona 3-1 di leg pertama semifinal padahal Barcelona lebih menguasai jalannya pertandingan. Begitupun di leg kedua, di saat pemain Barcelona begitu penuh keyakinan bisa membalikkan keadaan dengan menang minimal 2-0, pemain Inter dengan begitu tenang dan rapi membentuk pertahanan kokoh yang sangat sulit ditembus oleh semua pemain Barcelona termasuk Lionel Messi yang selama ini menjadi momok bagi semua pertahanan klub yang dihadapinya.

Kunci dari semua keberhasilan itu tentunya adalah taktik jitu seorang Jose Mourinho yang begitu cerdik menyesuaikan strateginya dengan setiap klub yang akan dihadapi. Meskipun sukses perjalanan Inter ke babak final ini tidak bisa dibilang mulus. Beberapa kali mereka sempat tersandung tetapi dengan penuh kegigihan, mereka bisa menuju ke babak yang membuat peluang mereka untuk merebut trofi yang paling diinginkan oleh semua klub di Eropa ini menjadi terbuka lebar.

12 Langkah Inter Menuju Final Liga Champions Musim 2009/2010
FASE GRUP
Inter Milan masuk ke Grup F bersama Barcelona, Rubin Kazan dan Dynamo Kyiv.
1. 17 September 2009, Inter 0-0 Barcelona
Seperti yang sudah diperkirakan, laga pembuka Grup F Liga Champions antara Inter Milan dan Barcelona di San Siro, Milan berlangsung ketat dan menarik. Namun kedua tim gagal memanfaatkan peluang untuk menundukkan lawannya dan kedudukan pun berakhir imbang tanpa gol.

2. 30 September 2009, Rubin Kazan 1-1 Inter
Performa buruk Inter Milan kala tampil di ajang Liga Champions terus berlanjut. Menghadapi jawara Rusia yang menjalani debut Liga Champions, Rubin Kazan, Inter harus puas bermain imbang 1-1.

3. 21 Oktober 2009, Inter 2-2 Dynamo Kyiv
Juara Italia, Inter Milan kembali menunjukkan kalau performa mereka di pentas Eropa tidak sehebat di liga domestik. Bertanding di depan publik sendiri di San Siro, Inter dipaksa menelan hasil imbang 2-2 oleh Dynamo Kyiv.

4. 5 November 2009, Dynamo Kyiv 1-2 Inter
Inter Milan akhirnya berhasil mengakhiri paceklik kemenangan mereka di pentas Eropa setelah pada matchday 4 Kamis (5/11) dini hari menundukkan tuan rumah Dynamo Kyev 2-1.

5. 25 November 2009, Barcelona 2-0 Inter
Tanpa diperkuat Lionel Messi dan Zlatan Ibrahimovic, juara bertahan Barcelona mampu mengalahkan Inter Milan dengan skor 2-0 sekaligus naik ke puncak klasemen Grup F pada matchday kelima Liga Champions di Camp Nou, Rabu (25/11) dini hari.

6. 10 Desember 2009, Inter 2-0 Rubin Kazan
Bayang-bayang gagal lolos ke fase knockout Liga Champions mampu ditepis Inter Milan setelah juara bertahan Serie A itu meraih kemenangan penting atas Rubin Kazan dengan skor 2-0 pada matchday terakhir penyisihan Grup F Liga Champions, Kamis (10/12) dini hari.

BABAK 16 BESAR
Sebagai runner-up grup F, Inter mendapat undian untuk bertemu dengan pemuncak klasemen grup D yaitu Chelsea. Pertemuan ini seakan menjadi ajang reuni bagi Mourinho yang telah melatih Chelsea dari tahun 2004-2007. Inter lolos dengan agregat 3-1.
7. 25 Februari 2010, Inter 2-1 Chelsea
Inter Milan meraih kemenangan krusial saat membungkam Chelsea 2-1 dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion San Siro, Milan hari Kamis (25/2) dini hari.

8. 17 Maret 2010, Chelsea 0-1 Inter
Gol tunggal Samuel Eto’o sudah cukup bagi Inter Milan untuk memastikan tiket ke perempat final kala menaklukkan Chelsea 1-0 di Stamford Bridge dalam partai leg kedua 16 besar Liga champions, Rabu (17/3) dini hari.

PEREMPAT FINAL
Dalam babak 8 besar ini Inter bertemu dengan wakil Rusia, CSKA Moscow, yang secara mengejutkan telah menyingkirkan wakil Spanyol, Sevilla. Inter lolos dengan agregat 2-0.
9. 1 April 2010, Inter 1-0 CSKA Moscow
Gol tunggal Diego Milito menjadi penentu kemenangan jawara Italia, Inter Milan atas tamunya CSKA Moscow dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions di Stadion San Siro, Kamis (1/4) dini hari.

10. 6 April 2010, CSKA Moscow 0-1 Inter
Gol cepat Wesley Sneijder di awal babak pertama mengantarkan timnya, Inter Milan melaju ke semifinal setelah mengalahkan tuan rumah CSKA Moscow dengan skor 1-0 di leg kedua perempat final Liga Champions di Luzhniki Stadium, Selasa (6/4) malam.

SEMIFINAL
Inter kembali bertemu dengan saingan beratnya di babak awal Liga Champions, Barcelona. Di mana mereka sama-sama tergabung dalam grup F. Inter mencoba membalikkan hasil imbang dan kalah lawan Barcelona yang lolos ke semifinal setelah melewati hadangan Arsenal. Inter lolos dengan agregat 3-2.
11. 21 April 2010, Inter 3-1 Barcelona
Langkah Barcelona untuk mempertahankan gelar juara Liga Champions nampaknya bakal semakin berat. Hal ini menyusul kekalahan yang diderita tim asal Catalan tersebut kala melawat ke kandang Inter Milan, Rabu (21/04) dini hari dengan skor telak, 1-3.

12. 29 April 2010, Barcelona 1-0 Inter
Ironis. Tampil menyerang sepanjang 90 menit, bahkan unggul dengan skor 1-0, Barcelona justru gagal mempertahankan gelar jawara Liga Champions mereka. Los Blaugrana harus tersingkir setelah kalah agregat gol dari tamu mereka, Inter Milan, dalam pertandingan leg kedua, Kamis (29/04).

12 laga berliku telah berhasil didaki Inter Milan dengan baik, tinggal 1 laga lagi melawan Bayern Munich untuk membawa pulang supremasi tertinggi klub Eropa ke Milan. Dan sekali lagi, semangat dan kegigihan Inter kembali akan menjadi penentu untuk menggenapkan segala kerja keras mereka selama ini.

Bayern Munchen, Road To Final

Bayern Munich menjadi tim pertama yang memastikan tiket final Liga Champions 2009-2010 di Santiago Bernabeu, Madrid 22 Mei mendatang setelah menyudahi perlawanan wakil Prancis, Olympique Lyon dengan keunggulan agregat 4-0!

Namun jika dirunut ke belakang, perjalanan mereka musim ini tidaklah semulus sekarang. Di pentas Bundesliga, Die Roten sempat terpuruk di awal musim setelah gagal meraih kemenangan dalam 4 pertandingan awal. Pekan ketiga mereka bahkan takluk dari tim promosi Mainz, start terburuk klub dalam 43 tahun!

Situasi mulai berubah saat Arjen Robben datang dari Real Madrid di awal musim, dan pelan tapi pasti skuad asuhan Louis Van Gaal itu pun mulai menemukan kembali performa yang membuat mereka menjadi salah satu tim papan atas yang disegani di Eropa.

Dengan 26 kali berpartisipasi di ajang Liga Champions dan 13 di antaranya mencapai semifinal, Bayern Munich masih mencatatkan diri sebagai tim dengan penampilan terbanyak kedua, di bawah Real Madrid. Selain itu mereka juga menjadi salah satu tim dengan sejarah sukses yang panjang di Liga Champions dengan total 4 gelar juara dan 3 kali runner-up.

Sejumlah prestasi pun mereka genggam sejak format baru Liga Champions digulirkan. Bayern masih memegang rekor sebagai tim dengan margin kemenangan agregat terbesar ketika mereka menyingkirkan Sporting Lisbon dengan skor total 12-1 di babak 16 besar Liga Champions musim 2008-2009. Mereka juga memiliki catatan paling panjang sebagai tim yang tak terkalahkan dalam laga kandang yakni sebanyak 31 laga.

Para pemain yang pernah merumput bersama FC Hollywood pun juga mencatat sejumlah rekor. Gerd Muller masih menjadi salah satu pencetak gol terbanyak turnamen dengan total 34 gol dalam 35 laga; kiper Oliver Kahn menjadi salah satu pemain yang mencatat 100 caps lebih di Liga Champions, dan mantan penyerang Bayern, Roy Makaay adalah pemegang rekor untuk gol tercepat Liga Champions dengan waktu 10.3 detik kala melawan Real Madrid di tahun 2007.

Berikut perjalanan Bayern Munich menuju partai final Liga Champions di Madrid:

FASE GRUP
Bayern berhak lolos otomatis ke fase grup Liga Champions musim ini setelah mereka menjadi runner-up Bundesliga 2008-2009. Hasil drawing menempatkan mereka di Grup A bersama Juventus, Bordeaux dan Maccabi Haifa.

– 16 September 2009: Maccabi Haifa 0 – 3 Bayern Munich
Bayern sukses melewati partai pembuka fase grup Liga Champions dengan kemenangan atas tuan rumah Maccabi Haifa di Ramat Gan Stadium, Tel Aviv. Gol kemenangan Bayern dicetak oleh Daniel Van Buyten di menit 64 serta dua gol Thomas Muller di menit 85 dan 88.

– 1 Oktober 2009: Bayern Munich 0 – 0 Juventus
Performa Bayern kembali tidak konsisten, terbukti mereka ditahan imbang Juventus tanpa gol di Allianz Arena pada matchday kedua.

– 22 Oktober 2009: Bordeaux 2 – 1 Bayern Munich
Bayern mengalami pukulan pertama di Liga Champions kala bertandang ke Stade Chaban-Delmas, Bordeaux. Gol bunuh diri pemain Bordeaux, Michael Ciani di menit ke-6 dibalas dengan dua gol tuan rumah yang juga dicetak oleh Michael Ciani di menit 29 serta Marc Planus di menit 40.

– 4 November 2009: Bayern Munich 0 – 2 Bordeaux
Bayern semakin terpuruk ketika mereka dipermalukan jawara Prancis, Bordeaux di Allianz Arena lewat gol Yoann Gourcuff di menit 37 serta Marouane Chamakh di menit akhir pertandingan. Peluang mereka lolos ke babak selanjutnya pun mulai diragukan.

– 26 November 2009: Bayern Munich 1 – 0 Maccabi Haifa
Bayern menjaga peluang mereka untuk lolos ke babak berikut dengan kemenangan penting di Allianz Arena lewat gol Ivica Olic di menit 62, sementara rival mereka Juventus di saat bersamaan dilibas Bordeaux 2-0 di Prancis.

– 9 Desember 2009: Juventus 1 – 4 Bayern Munich
Partai hidup mati di Stadion Olimpico, Turin ini menjadi titik balik performa Bayern. Sempat tertinggal lewat gol David Trezeguet di menit 19, Bayern menunjukkan mental tangguh dengan balas mencetak 4 gol lewat eksekusi penalti kiper Hans-Jorg Butt di menit 30, Ivica Olic di menit 52, Mario Gomez di menit 83, serta Anatoliy Tymoshchuk menit 90.

BABAK 16 BESAR
Lolos sebagai runner-up Grup A di bawah Bordeaux mempertemukan Bayern dengan wakil Italia yang menjadi jawara Grup E, Fiorentina.

– 18 Februari 2010: Bayern Munich 2 – 1 Fiorentina
Bayern harus susah payah mengatasi perlawanan La Viola untuk mengamankan posisi mereka di leg pertama. Sempat memimpin lewat gol Arjen Robben di akhir babak pertama, Fiorentina mampu menyamakan kedudukan lewat Per Kroldrup di menit 50. Miroslav Klose akhirnya menentukan kemenangan Bayern dengan gol kontroversialnya di menit 89.

– 10 Maret 2010: Fiorentina 3 – 2 Bayern Munich
Menjalani leg kedua di Artemio Franchi dalam tekanan publik tuan rumah yang merasa timnya telah dirampok di pertemuan pertama, Bayern kembali menunjukkan kekuatan mental mereka. La Viola mencetak gol pembuka lewat Juan Manuel Vargas di menit 27 dan disusul dengan dua gol Stevan Jovetic di menit 54 dan 64, sementara Bayern membalas lewat gol Mark van Bommel di menit 60 serta gol tandang yang menentukan oleh Arjen Robben di menit 65. Meski kalah, Bayern berhak lolos ke perempat final berkat skor agregat 4-4 dan agresivitas mencetak gol di kandang lawan.

PEREMPAT FINAL
Hasil undian perempat final mempertemukan Bayern kembali dengan Manchester United dalam partai nostalgia Liga Champions 1999 di mana mereka harus kalah secara tragis dari United di partai final.

– 31 Maret 2010: Bayern Munich 2 – 1 Manchester United
Bayern sukses melakukan revans atas United dengan cara yang hampir sama dengan final Liga Champions 1999. Tertinggal lebih dulu oleh gol cepat Wayne Rooney di menit kedua, Bayern sukses menaklukkan United dengan gol Franck Ribery di menit 77 serta Ivica Olic di injury time babak kedua.

– 8 April 2010: Manchester United 3 – 2 Bayern Munich
Bayern kembali memperagakan mental kuat yang mereka miliki saat bertandang ke Old Trafford melakoni leg kedua. Tertinggal 3-0 lewat gol Darron Gibson di menit 3 serta dua gol Nani di menit 7 dan 41, Bayern mendapat keuntungan ketika bek United, Rafael diusir wasit di menit 50. Hasilnya, Bayern mampu mencetak dua gol krusial lewat Ivica Olic di menit 43 serta Arjen Robben di menit 74. Dengan agregat 4-4, Bayern lolos ke babak berikutnya, kembali berkat agresivitas mencetak gol di kandang lawan.

SEMIFINAL
Partai semifinal mempertemukan Bayern dengan Olympique Lyon yang menyingkirkan sesama wakil Prancis sekaligus rival Bayern di fase grup, Girondins de Bordeaux di perempat final.

– 22 April 2010: Bayern Munich 1 – 0 Olympique Lyon
Laga seru tersaji di Allianz Arena ketika Bayern menaklukkan Lyon. Franck Ribery diusir wasit di menit 37 disusul gelandang Lyon, Jeremy Toulalan di menit 54, namun Bayern menentukan kemenangan mereka lewat gol tunggal yang dicetak secara spektakuler oleh Arjen Robben di menit 69.

– 28 April 2010: Olympique Lyon 0 – 3 Bayern Munich
Bayern Munich merebut leg kedua di Stade Gerland dengan sukses berkat hat-trick Ivica Olic di menit 26, 67 dan 78 sekaligus memantapkan langkah mereka ke partai puncak di Madrid.

Sumber : UEFA/Goal

Pos ini dipublikasikan di Olahraga dan tag . Tandai permalink.

6 Balasan ke Preview Final Liga Champions : Bayern Munchen vs Internazionale Milan

  1. Virgo berkata:

    Hidup maurinho dan Internazionale. Jika kamu menang melawan munchen saya akan bawa kamu ke santiago bernabeu melatih madrid 😆

  2. sekoteng berkata:

    saatnya munich beraksi…..:mrgreen:

  3. yovie berkata:

    go…go…bayern munich
    kalahkan inter dengan skor 10-0(mustahil)

  4. bayu berkata:

    ayo robben tunjukkan ketajamanmu, habisi lawan-lawanmu permalukan inter dgn skor yang meyakinkan, seperti “AREMA INDONESIA” GO ROBBEN

  5. AKu berkata:

    artikel yang menarik,terimakasih.
    lagi bingung neh ,sama om wordpress dan kang google. tolong pencerahan , terimakasih

  6. xticaret berkata:

    Thanks to your efforts for these beneficial health articles

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s