Sebelas Pengunjuk Rasa Tewas di Thailand

Sebelas orang tewas dan 300 terluka dalam bentrokan di ibukota Thailand, Bangkok, ketika tentara mencoba mengambil alih sebuah wilayah dari kendali para pengunjuk rasa anti pemerintah. Tentara dan polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet saat melakukan operasi menjelang maghrib namun pengunjuk rasa berbaju merah bertahan dengan melemparkan bom molotov.
Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva mengatakan tentara sudah menghentikan operasi itu.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Para pengunjuk rasa yang menuntut pemerintah mengadakan pemilu telah berada di kota Bangkok selama satu bulan.

Sebelumnya, pasukan keamanan berhasil merebut kembali stasiun televisi anti pemerintah.

Para pengunjuk rasa berhasil mengatasi polisi yang ditempatkan diluar gedung televisi saluran rakyat dan sempat kembali melakukan siaran.

Gambar-gambar televisi memperlihatkan polisi berjabat tangan dan tersenyum dengan para pengunjuk rasa saat mereka mundur.

Sementara itu, ratusan orang dari kubu baju merah dilaporkan berhasil masuk ke gedung-gedung pemerintah di kota Chiang Mai dan Udon Thani sebagai protes atas operasi pemerintah terhadap rekan mereka di Bangkok.
‘Ledakan’

Media setempat melaporkan kedua kubu saling melepas tembakan dan menyalakan bahan peledak. Tayangan di televisi memperlihatkan suasana jalanan penuh kekacauan yang tertutup oleh gas air mata.

Serangan sebelumnya di dekat jembatan Phan Fah tidak berhasil membersihkan tenda-tenda para pengunjuk rasa, lima orang luka-luka akibat peluru karet dalam peristiwa ini.

Pasukan keamanan juga gagal membersihkan lokasi tenda pengunjuk rasa lain di persimpangan Kok Woa.

Sebelumnya militer menyatakan akan bisa membersihkan satu lokasi dari para pengunjuk rasa sebelum matahari terbenam, dan akan menerapkan taktik “keras dan ringan”.

Juru bicara pemerintah Panithan Wattanayakorn mengatakan “jika petugas keamanan harus mempergunakan kekerasan, mereka akan menerapkannya dengan penuh hati-hati”.

Pusat gawat darurat Erawan milik pemerintah mengatakan setidaknya 11 orang -dua tentara dan sembilan warga sipil- tewas dalam bentrokan itu. Hiro Muramoto, kamerawan televisi asal Jepagn untuk kantor berita Reuters adalah salah satu korban tewas.

Saksi mata menyebut tentara melepas tembakan dengan peluru tajam, bukan peluru karet.

Juru bicara militer, Kolonel Sansern Kaewkamnerd, mengumumkan penarikan mundur pasukan dan menuduh beberapa pengunjuk rasa mempergunakan “senjata tajam dan granat”.

Sesaat sebelum tengah malam, Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva tampil di televisi nasional untuk mengemukakan “rasa duka cita” pada keluarga korban dan menegaskan bahwa tentara dalam operasi ini hanya menembakkan peluru tajam “ke udara dan dalam upaya membela diri”.

“Tentara telah menghentikan operasi. Aksi protes terus berlanjut tetapi dengan tenang sehingga tidak bentrok dengan pasukan keamanan.”

Abhisit mengatakan pemerintahnya “bertanggungung jawab untuk mengendorkan situasi dan mencoba menciptakan perdamaian dan ketertiban di negara itu”, satu pernyataan tidak langsung bahwa dia tidak akan mengundurkan diri.

Kubu baju merah -yang merupakan koalisi cair pegiat sayap kiri dan pendukung mantan Perdana Menteri yang tersingkir Thaksin Shinawatra, menuntut Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva untuk membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan umum.

Mereka mengatakan Abhisit berkuasa secara tidak sah setelah pemerintah pro Thaksin dipaksa bubar. Thaksin Shinawatra disingkirkan lewat kudeta militer tahun 2006.

Para pengunjuk rasa bertekad untuk tidak mengindahkan keadaan darurat yang diterapkan di kota Bangkok pada hari Sabtu dengan melakukan lebih banyak aksi.

Dan pihak aparat mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap sejumlah pemimpin aksi demonstrasi ini.

Sumber : bbc

Pos ini dipublikasikan di Internasional. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sebelas Pengunjuk Rasa Tewas di Thailand

  1. Thomas berkata:

    Hm…semoga PM berkuasa segara lengser….
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s