Benarkah TVOne Merekayasa Andris Ronaldi sebagai Markus Palsu ?

Kepolisian telah menetapkan Andris Ronaldi sebagai tersangka atas tuduhan makelar kasus (markus) palsu pada saat tampil di acara Apa kabar Indonesia Pagi TVOne pada tanggal 18 Maret 2010 lalu. Andris dituding melakukan kebohongan dengan mengaku sebagai makelar kasus selama 12 tahun di Mabes Polri.Pada saat ditayangkan Andris bernama ‘Roni’. Yang mengejutkan adalah pengakuan Andris Ronaldi dalam pemeriksaan polisi mengatakan bahwa dia disuruh presenter Indy Rahmawati mengaku sebagai markus dengan imbalan Rp 1,5 juta. Benarkah TVOne melakukan ini demi rating ?

Seperti dikutip dari detik.com, General Manager News and Sports TVOne, Totok Suryanto,tegas-tegas menepis tudingan Mabes Polri pihaknya telah merekayasa narasumber. Menurut Totok, proses pemanggilan narasumber sudah ditempuh dengan jalur baku.

“Nggak mungkin kita sembarangan ngambil narasumber,” tegasnya.

Atas tudingan Mabes Polri itu, Totok mengaku tidak takut ditinggalkan pemirsanya. “Saya yakin pemirsa kita bukan orang bodoh, mereka pintar-pintar,” tandasnya.

Setelah menerima aduan dari Mabes Polri, Dewan Pers akan memanggil TVOne Senin 12 April. TVOne siap memenuhi panggilan tersebut.

“Insyaallah kami siap untuk memenuhi panggilan Dewan Pers Senin depan,” kata General Manager News and Sports TVOne, Totok Suryanto.

Berikut kronologi peristiwa tersebut versi Andris Ronaldi :

Pada 17 Maret 2010, Andris mengaku dihubungi Indy. “Dia menghubungi saya sekitar pukul 23.00 WIB,” cerita Andris.

Pada saat itu, Indy meminta dirinya tampil sebagai narasumber mengenai PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia). Namun Andris sempat menolaknya.

“Saya katakan, saya bukan pemilik PJTKI, tapi saya punya rekan yang menangani bidang itu. Kemudian saya hubungi rekan saya sekitar pukul 23.30 malam untuk membantu angkat topik tersebut,” papar pria yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini.

Pagi harinya, lanjut ayah 2 anak itu, dia kembali dihubungi Indy sekitar pukul 05.30 sampai 06.30 WIB untuk segera hadir ke Wisma Nusantara di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Acara Apa Kabar Indonesia Pagi mengambil lokasi syuting di tempat tersebut.

Andris kemudian segera menuju Wisma Nusantara menggunakan motornya. Setiba di sana, Andris langsung dimasukkan di studio yang lengkap dengan peralatannya. Saat di dalam studio itulah, Andris diberitahu hanya akan diambil suaranya saja tanpa ada pengambilan gambar wajahnya.

“Di situ dikatakan saya dimintakan suara saja tanpa wajah saya,” akunya.

Merasa masih kebingungan, Andris mencoba bertanya dan kemudian mendapat jawaban dirinya berperan sebagai markus.

“Saya sempet bertanya ini tentang apa? Dijawab kita bicara mengenai markus,” terang Andris mengulang kejadian saat itu.

Acara pun berjalan. Saat break pertama, dia baru tahu ada narasumber lain di tempat yang berbeda yaitu Denny Indrayana dari Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.

“Saya baru mengerti, temanya keluar. Ada di BBM saya, kalau Indy minta narasumber PJTKI. Tetapi, mereka memberikan saya tentang markus dan berusaha meyakinkan saya bahwa di tubuh Polri ada markus. Saat break, saya bicara. Saya tidak pernah bicara atau pun punya rekan jenderal atau pamen. Indy bilang, bicara saja,” beber Andris.

Saat break kedua, Andris diajak masuk ke materi tentang ruang sebelah Kapolri yang terdapat ada ruangan markus untuk membagi uang. “Saya bilang, nggak ngerti. Kata Indy, bilang saja ada,” cerita Andris.

Andris ditangkap oleh Mabes Polri pada Rabu 7 April 2010 lalu. Andris ditangkap karena dituding melakukan kebohongan dengan mengaku sebagai makelar kasus selama 12 tahun di Mabes Polri pada acara di Kabar Pagi Indonesia Pagi TVOne. Andris kini sudah ditetapkan sebagai tersangka

Sumber : detikcom

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Hukum dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Benarkah TVOne Merekayasa Andris Ronaldi sebagai Markus Palsu ?

  1. enos lui udampo berkata:

    pa,saya memhon ijin mencopy tulisan bapak,untuk bahan lomba

    terima kasih sebelumnya pak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s