Mengapa Gayus Akhirnya Mau Menyerah ?

Denny Indrayana dan Mas Ahmad Santosa, dari Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum akhirnya bisa “menaklukkan” Gayus Halomoan Partahanan Tambunan. Setelah bernegosiasi alot selama dua jam, tersangka penggelapan pajak Rp 28 miliar itu akhirnya memilih pulang kembali ke Indonesia. Denny bertemu Gayus tak sengaja saat mereka akan makan malam di Asian Food Mall, Lucky Plaza, Orchard Road, Singapura, Selasa 30 Maret 2010. Setelah itu mereka bertiga juga bertemu dengan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi.

Menurut Denny, Gayus akhirnya mafhum setelah mereka membeberkan sejumlah risiko besar bila Gayus, istrinya, dan tiga anaknya berkukuh tingal di Singapura.

“Pihak kepolisian Singapura juga akan menangkap GT (Gayus Tambunan),” kata Denny, Rabu 31 maret 2010. Soalnya, Gayus masuk dengan memalsukan identitas di paspornya. Gayus makin luruh saat Denny mengatakan, “Jika di penjara di Singapura, itu jauh akan lebih menderita bagi GT dan keluarga.”

Denny menambahkan, dengan pulang ke tanah air, itu akan lebih nyaman bagi keluarga besar Gayus. Keluarga mereka tidak akan lagi dikejar-kejar pertanyaan (terutama oleh wartawan) tentang keberadaan Gayus.

Yang lebih penting lagi, Denny berhasil meyakinkan Gayus bahwa “Menghadapi proses penegakan hukum jauh lebih banyak manfaatnya, ketimbang menyandang predikat buron.” Menjadi buro, tutur Denny, hanya akan melelahkan.

Denny juga memberi iming-iming bahwa Gayus bisa berjasa besar bila mau membantu terbongkarnya dugaan praktik mafia hukum . Itu akan menjadi salah satu tonggak dalam pembenahan lembaga penegakan hukum di tanah air.

Penjelasan itu rupanya membuat Gayus dan istrinya mafhum. Mereka akhirnya mengikuti skenario pulang.

Sebelum kabur ke Singapura pada 24 Maret 2010, Gayus memang sudah tiga kali bertemu dengan Satuan Tugas. Dari hasil cerita inilah, Satuan Tugas kemudian yakin bahwa memang ada makelar kasus di kepolisian seperti yang diungkap oleh Susno Duadji, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Susno menyebut empat pejabat Polri menerima aliran duit dari Gayus.

“Kami yakin itu ada. Kami punya data dari sumber lain,” kata Denny.

Kronologi :

Pukul 10:00   WIB
Satgas Pemberantasan Mafia Hukum berkoordinasi dengan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal (Pol) Ito Sumardi untuk menjajaki kemungkinan bekerjasama untuk melakukan penjemputan Gayus Tambunan di Singapura. Diputuskan Tim Satgas berangkat hari itu juga ke Singapura.

Pukul 16:40 WIB
Anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa (MAS) dan Denny Indrayana (DI), berangkat dari Bandara Soekarno Hatta-Jakarta     menuju Bandara Changi Singapura.

Pukul 19:15 (waktu Singapura)
Tim Satgas mendarat di Changi dan langsung berkoordinasi dengan Kabareskrim yang sudah lebih dahulu berada di Singapura.

Pukul 20:30
Tim Satgas yang berencana makan malam di Asian Food Mall, Lucky Plaza, Orchard Road secara kebetulan bertemu dengan Gayus Tambunan yang juga sedang membeli makan malam. Tim Satgas langsung menghubungi Kepala Badan  Reserse Kriminal melalui telepon untuk memberitahukan keberadaan dan pertemuan dengan Gayus.

Pukul 20:30
Tim Satgas berbicara selama dua jam dengan Gayus untuk membujuk dan meyakinkannya agar kooperatif kembali ke tanah air menghadapi proses

Pukul 22:30
Melalui dialog yang cukup panjang, Gayus dapat diyakinkan bahwa pilihan kembali ke tanah air adalah pilihan terbaik  dibandingkan harus terus-menerus bersembunyi di Singapura.

Pukul 22:30
Tim Satgas (DI dan MAS) bersama Komisaris Besar Pol M. Iriawan mengantarkan Gayus kembali ke Hotel Mandarin Meritus kamar 2105 untuk berunding dengan istrinya yang menyertainya di Singapura.

Pukul 23:30
Tim Satgas beserta Kombes M Iriawan mempertemukan Gayus dengan Kabareskrim, Staf Konjen RI di Singapura serta pejabat kepolisian     Singapura untuk mempersiapkan dokumen imigrasi agar yang bersangkutan dapat kembali ke tanah air. Persiapan dokumen imigrasi tersebut perlu dilakukan, karena paspor yang digunakan Gayus bermasalah. Pada pertemuan ini, Kabareskrim dan tim kembali meyakinkan Gayus untuk kembali ke tanah air menghadapi proses hukum.

Sumber : Tempointeraktif

Pos ini dipublikasikan di Hukum dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s