Susno Duadji Dijadikan Tersangka

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang Selasa malam menyatakan Susno telah menjadi tersangka. Mantan Kabareskrim itu dijerat pasal 310 dan 311 KUHP mengenai pencemaran nama baik dan penghinaan Brigadir Jenderal Edmon Ilyas dan Brigadir Jenderal Raja Erizman. Susno Duadji ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melanggar disiplin dan pencemaran nama baik. Sebelumnya Susno menyebut ada dua petinggi polri yang diduga bermain mata dalam kasus pajak.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi menegaskan, setelah Susno dinyatakan tersangka akan dipanggil untuk dapat menjelaskan apa yang disampaikan ke media massa.

Dalam pemanggilan sebagai tersangka, Ito mengharapkan Susno memberikan bukti-bukti mengenai tudingannya bahwa uang sekitar Rp 24,5 miliar milik seorang tersangka telah dicairkan dan dibagi-bagi. Sebelumnya penyidik Bareskrim Polri menangani sebuah perkara dugaan korupsi dan pencucian uang dengan tersangka seorang pegawai Ditjen Pajak bernama Gayus Tambunan.

Dari tersangka, polisi membekukan rekening bernilai sekitar Rp 25 miliar dalam bentuk mata uang asing. Menurut penyidik, dari jumlah itu hanya Rp 395 juta yang berhasil dibuktikan Polri sebagai dana terkait kejahatan. Sisanya, senilai lebih dari Rp 24,5 miliar, menurut Wakabareskrim Irjen Pol Dikdik Mulyana sudah diserahkan kembali kepada tersangka.

Penjelasan inilah yang dianggap janggal oleh Susno Duadji dan menjadi dasar tuduhan bahwa isi rekening tersangka itu sebenarnya dikuasai dan dicairkan oleh penyidik Polri.

Sementara itu, Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan penetapan tersangka mantan Kepala Bareskrim Mabes Polri Susno Duadji tanpa arahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Tidak (diarahkan), diserahkan pada proses hukum yang berlaku,” katanya usai menghadiri pembukaan rapat kerja PNPM Mandiri Pedesaan di Hotel Sahid, Rabu (24/03).

Julian mengatakan Presiden Yudhoyono telah memberikan arahan agar setiap kasus hukum dituntaskan. “Presiden pada prinsipnya mengormati proses hukum yang berjalan,” kata Julian.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Nasional dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s