Aliran Dana Century ke Partai Demokrat [versi Bendera]

Kelompok Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) mengemukakan data terbaru soal aliran dana Century ke rekening Amirudin Rustan, Hartati Murdaya, Choel Malarangeng, Budi Sampoerna serta Partai Demokrat. Ferdi Semaun, selaku Sekretaris Jendral (Sekjen) Bendera pada Jumat (05/02) di Posko Bendera, JL. Diponegoro 58, menyatakan, Amirudin Rustan menerima Rp 33 miliar transaksi via rekening, Senin 15 Desember 2008.

Kemudian, lanjut Ferdi, Amirudin meneruskan dana itu ke Choel Malarangeng sebesar Rp 7 miliar, Selasa 23 Desember 2008. Transaksi dari Amirudin ke Choel diantar dengan mobil bernomor polisi B 8751 HK. “Transaksi dilakukan ini (dalam bentuk) cash di Hotel Borobudur,” ujar Ferdi.

Selain dari Amirudin, Ferdi mengatakan, Choel juga mendapat aliran dana dari Hartati Murdaya sebesar Rp 3 Miliar, Senin 16 Februari 2009. Transaksi itu diantar dengan mobil bernomor polisi B8669 MK di Hotel Ambarawa.

Hartati Murdaya sendiri, lanjut Ferdi, menerima aliran dana Century sebanyak dua kali. “Pertama sebesar Rp 45 miliar pada minggu 21 Desember 2008,” katanya. Transaksi itu, menurut Ferdi terjadi di sekitar Lapangan Banteng dan diantar dengan mobil bernomor polisi B 9743 AF.

Transaksi kedua ke Hartati Murdaya, menurut Ferdi, terjadi di dekat Atrium Plaza, 21 Januari 2008. Transaksi itu, Ferdi menyatakan sebesar Rp 30 miliar. “Terakhir adalah Budi Sampoerna. Dia meneruskan aliran dana dari bank Century ke Partai Demokrat sebesar Rp 60 miliar,” ujar Ferdi. Transaksi itu diantar dengan mobil bernomor polisi B 9757 AF.

Menurut Ferdi, dia dan LSM Bendera meyakini kebenaran dari informasi itu. “Selama ini selain data kami, tidak ada data lain yang bisa dijadikan pembanding apakah kami benar atau salah,” katanya.

Ferdi juga menyatakan bahwa informasi itu valid dan ada saksi mata yang pada saatnya nanti bersedia mengungkapkan fakta-faktanya. Tapi ketika ditanya wartawan mengenai sumber Bendera itu, Ferdi menolak menjawab dengan alasan keamanan sumber itu.

Selain itu, Ferdi juga menyatakan tidak memiliki bukti foto atau transaksi apa pun terkait dengan informasi itu. “Pokoknya kita tunggu aja, nanti akan kami bongkar,” ujar dia.

Sumber : http://tempointeraktif.com/hg/politik/2010/02/05/brk,20100205-223853,id.html

Pos ini dipublikasikan di Hukum. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s