Kontroversi Gol “Tangan Tuhan” Thierry Henry

Rep Irlandia akhirnya harus puas pada hasil agregat 2-1. Gol kontroversial tersebut tercipta di masa extra time, dan membuat Prancis bisa menyamakan kedudukan. Prancis pun memastikan melaju ke Afrika Selatan 2010. Striker Perancis, Thierry Henry, mengaku sengaja melakukan handsball untuk mengontrol bola sebelum memberi assist kepada William Gallas. Menurutnya, wasit asal Swedia, Martin Hansson, yang harus dipersalahkan karena tak tahu insiden itu.

Pada babak play-off leg kedua itu, Irlandia memenangkan pertandingan 1-0 lewat gol Robbie Keane. Karena agregat 1-1, maka perpanjangan waktu dilakukan. Perancis akhirnya menyamakan kedudukan atau agregat 2-1 setelah William Gallas mencetak gol pada menit ke-103.

Gallas menanduk umpan silang Henry. Yang jadi persoalan, sebelum memberi umpan, Henry mengontrol bola dengan tangan dan terkesan disengaja dan tertangkap kamera. Sayang, wasit tak melihatnya.

“Jujur saja, itu memang handsball. Tapi, aku bukan wasit. Aku hanya memainkan sepak bola dan wasit membiarkannya. Anda harusnya menanyakan hal ini kepada wasit,” kata Henry.

Henry, ‘Si Pencuri’ dan ‘Tangan Tuhan II’

Selain sama-sama seorang striker, Thierry Henry dan Diego Maradona tak punya keidentikan mencolok. Tapi kini keduanya punya julukan sebagai ‘Tangan Tuhan’, meski juga harus menerima cap sebagai rampok.

Soal Maradona, seluruh dunia rasanya sudah tahu insiden gol menggunakan tangan yang dia lakukan ke gawang Inggris di Piala Dunia 1986. Peristiwa yang kemudian memaksa The Three Lions tersingkir dari babak perempatfinal itu kemudian dikenal dengan gol ‘Tangan Tuhan’.

‘Tangan Tuhan’ yang lain kembali mucul dinihari kemarin saat Prancis menjamu Republik Irlandia di leg II Playoff Piala Dunia 2010. Dalam posisi timnya tertinggal, Henry terlihat dengan sengaja menyentuh bola dengan tangannya sampai dua kali sebelum mengirim assist yang bisa diteruskan menjadi gol oleh William Gallas.

Aksi Henry tersebut jelas mengundang kecaman dari seluruh warga Republik Irlandia. Media-media negara tersebut bahkan menjuluki ‘King Henry’ sebagai pencuri. Sementara yang lain menyebut insiden di Stade de France itu sebagai ulangan peristiwa ‘Tangan Tuhan’.

“Tierry Henry ‘Si Tangan Tuhan’ Memusnahkan Mimpi Piala Dunia Kita”, demikian ditulis Irish Independent. Sementara beberapa media lain dalam headline-nya menyebut kejadian tersebut sebagai “Sebuah Kecurangan”, “Tangan Katak” dan “Perampokan Siang Hari”.

Hingga kini Asosiasi Sepakbola Republik Irlandia masih mengupayakan digelarnya pertandingan ulang setelah mereka mengirim permintaan resmi pada FIFA beberapa saat lalu. Meski FIFA pernah mengulang sebuah pertandingan karena kepemimpinan wasit yang buruk, laga ulangan Prancis vs Republik Irlandia diragukan bakal bisa terlaksana.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Olahraga dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s