Temuan-Temuan Penting Tim Delapan

Berdasar rekaman video penyitaan barang bukti di ruang kerja Antasari Azhar di KPK, Tim Delapan berpandangan, inisiatif awal pengungkapan kasus dugaan suap terkait PT Masaro dilakukan Antasari Azhar. Antasari mungkin berupaya mengalihkan isu hukum yang sedang dihadapinya terkait pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

Inisiatif Pertemuan Susno Duadji dengan Anggoro Widjojo

Tim Delapan menemukan fakta bahwa BAP dibuat di luar negeri (Singapura) dan tidak di Kedutaan Besar Republik Indonesia, Singapura. Secara yuridis formal, BAP oleh kepolisian di luar negeri hanya bisa dilakukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Petunjuk Mobil KPK

Penyidik menggunakan petunjuk sejumlah mobil KPK yang memasuki area Bellagio dan Pasar Festival. Penyidik telah mendapatkan bukti berupa foto masuknya mobil-mobil KPK. Tapi, penyidik tidak bisa mengonfirmasi apakah mobil-mobil tersebut digunakan Bibit ataupun Chandra. Mobil yang disebutkan banyak dengan pelat nomor berbeda-beda.

BAP Ade Rahardja

Ade Rahardja merupakan tokoh sentral penghubung uang yang diterima Ari Muladi dari Anggodo ke sejumlah pimpinan KPK. Dalam BAP, Ade menyatakan tidak mengenal Ari Muladi. Ade juga menyangkal berada di Bellagio atau Pasar Festival. Jika benar Bibit dan Chandra menerima uang dari Ari Muladi, Ade harus ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. Namun, Ade tidak berstatus sebagai tersangka.

Unsur Pemerasan yang Lemah

Anggodo, dalam kronologi yang dibuatnya sendiri pada 15 Juli 2009, menyatakan meminta bantuan Ari Muladi yang memiliki teman di KPK untuk ”mengurus” kasus PT Masaro Radiokom setelah penggeledahan terhadap perusahaan tersebut oleh KPK 29 Juli 2008. Dengan demikian, inisiatif awal kali pertama untuk melakukan suap justru muncul dari Anggoro/Anggodo.

Keterangan PPATK

PPATK menyampaikan, tidak terdapat aliran dana yang masuk terkait kasus PT Masaro kepada Chandra ataupun Bibit. Selain itu, PPATK memberikan informasi secara lisan tentang arus keluar masuk dana ke rekening Ari Muladi, Anggodo.

Keterangan Edy Widjaya (Pemilik Showroom Duta Motor)

Anggodo membeli dua mobil Mercy seri S 300 yang diatasnamakan dua anak Anggodo. Harga satu mobil Mercy tersebut Rp 1,6 miliar. Untuk pembelian salah satu mobil Mercy itu, pembayarannya dilakukan dengan cara menukar mobil BMW milik Wisnu Subroto, yang dihargai Rp 500 juta, dan kekurangannya (Rp 1,1 miliar) dibayar Anggodo. [jawapos]

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Nasional dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s