Pria Nigeria Nikahi Putrinya Sendiri demi Paspor Inggris

Seorang karyawan Departemen Dalam Negeri (Depdagri) Inggris berkebangsaan Nigeria tega menikahi putrinya sendiri agar putrinya itu mendapat visa Inggris. Daily Mail, Rabu (18/11), mengungkapkan, kasus yang tergolong penipuan luar biasa itu dilakukan Jelili Adesanya. Anehnya, Depdagri Inggris seperti menutup mata. Adesanya (54 tahun) telah tinggal di Inggris lebih dari 30 tahun dan memegang paspor Inggris. Namun, dia juga ingin agar putrinya bersama suami serta empat putra mereka, yang selama ini tinggal di Nigeria, bisa bergabung dengannya di Inggris.

Maka, Adesanya lalu menyelenggarakan seremoni pernikahan palsu dengan putrinya, lengkap dengan foto pernikahan yang memperlihatkan bahwa mereka pasangan yang berbahagia. Semua itu dengan tujuan untuk membohongi petugas imigrasi bahwa putrinya, Karimotu Adenike (30), memang benar-benar istrinya.

Adenike akhirnya mendapat izin menetap di Inggris. Pasangan itu sedang menunggu Adenike diberi hak tinggal permanen sebelum mereka kemudian melakukan perceraian secara diam-diam dan Adenike kemudian mencoba membawa keluarganya ke Inggris.

Diduga, Adenike akan menikahi kembali suaminya yang sesungguhnya agar mereka bisa mendapatkan visa menetap di Inggris.

Meski sudah diberitahu dua tahun lalu, Depdagri Inggris tidak melakukan apa pun untuk menghentikan penipuan yang dilakukan oleh seorang karyawannya itu. Sampai akhirnya, Adesanya yang dipekerjakan sebagai perawat kesehatan untuk Depdagri mendapat tugas untuk bekerja dengan petugas-petugas imigrasi di Bandara Gatwick.

Seorang whistleblower (orang yang membocorkan rahasia) kemudian mengirim surat ke Komisi Tinggi Inggris di Lagos dan Lembaga Perbatasan Inggris yang antara lain mengurus imigrasi. Surat dari sang whistleblower  disertai rincian, seperti nama-nama, alamat, nomor paspor, bahkan sebuah foto pernikahan.

Ketika tidak juga ada tanggapan, orang itu kemudian mengirim e-mail ke Menteri Dalam Negeri, Jacqui Smith. Namun, dia tidak mendapat tanggapan apa pun.

Adesanya, yang datang ke Inggris tahun 1976, kembali ke Nigeria pada 29 Mei 2007. Ia lalu melakukan seremoni pernikahan palsu beberapa hari kemudian di kantor pencatatan pernikahan di Ikorodu, Lagos.

Sebuah sumber mengatakan, mereka membayar sejumlah orang untuk menghadiri pernikahan itu sehingga Komisi Tinggi Inggris di Lagos percaya bahwa itu memang pernikahan sungguhan. Komisi itu lalu memberi Karimotu Adenike visa menetap yang berlaku dua tahun pada Oktober 2007.

“Dalam formulir aplikasi visanya tentu saja dia tidak menyebut kalau dia sudah punya seorang suami dan empat anak. Tanggal lahir pada paspor Nigerianya bukanlah tanggal lahirnya yang sebenarnya.”

Adenike diduga menambah 10 tahun usianya pada akta pernikahannya demi menyembunyikan kesenjangan usia yang cukup besar dengan sang ayah. Meski visa menetap habis bulan lalu, dia berharap diberi hak untuk tinggal.

David Burrowes, anggota parlemen dari Partai Konservatif, juga diberitahu oleh whistleblower. Burrowes kemudian menulis surat ke Departemen Dalam Negeri. Kali ini ada balasan. Namun dikatakan, meskipun kasus itu saat ini sedang diteliti, Depdagri tidak punya informasi tambahan yang bisa disediakan.

Burrowes mengatakan kepada Daily Mail, “Saya sangat terkejut dan prihatin bahwa tidak ada tindakan yang dilakukan, karena tuduhannya sesungguhnya sangat serius.”

Adesanya, yang tinggal bersama putrinya di Dagenham, Essex, dengan kesal membantah adanya persekongkolan itu dan mengatakan, dia tidak pernah ditanya (oleh pihak berwajib) berkaitan dengan tuduhan tersebut.

Dia mengatakan, “Menikah dengan putri saya sendiri? Saya tidak pernah mendengar hal seperti ini dalam kehidupan saya. Saya menyangkal hal itu. Dia istrinya saya, bukan putri saya.”

Ketika ditanya tentang tanggal lahir “istrinya”, dia mengatakan, dirinya tidak mengetahuinya tanpa melihat paspor “istrinya” itu. Dia juga tidak mengizinkan, “istrinya” berbicara sendiri kepada pers.

Namun, tanpa sepengetahuan Adesanya, putrinya telah memberi konfirmasi perihal rencana besar mereka itu ketika dia bercerita kepada temannya bahwa dia akan mengajukan paspor Inggris atas namanya sendiri dan “menceraikan ayahnya”.

Jonathan Sedgwick dari Lembaga Perbatasan Inggris mengatakan, “Orang-orang ini sedang diselidiki. Saya ingin ini jelas bahwa penyalahgunaan peraturan imigrasi kami tidak akan ditoleransi.” [kompas, dailymail]

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Fenomena dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s