Qory Sandioriva, Sehari-Hari Tidak Mengenakan Jilbab

Qory SandiorivaPADA malam Grand Final Pemilihan Putri Indonesia 2009 Jumat malam (9/10), pembawa acara Charles Bonar Sirait dan Dian Khrisna sempat menanyakan kepada Qory Sandioriva, wakil Provinsi NAD. ”Ada yang berbeda ya, di pemilihan Putri Indonesia kali ini. Biasanya finalis dari Aceh berjilbab, tapi kok sekarang tidak, ya?” tanya Dian Khrisna.

Sejak 2003 semua wakil NAD memang selalu berjilbab. Ditanya begitu, Qory menjawab bahwa baginya rambut adalah keindahan wanita dan dia bangga dengan keindahan tersebut. ”Tidak apa-apa kalau saya ingin memperlihatkannya,” katanya.

Lalu Dian kembali bertanya, apakah dia melepas jilbab demi mengikuti ajang tersebut. ”Saya melepas jilbab atas izin Pemda Aceh. Semoga keputusan saya bisa diterima,” jawabnya saat babak penjurian mencari tiga besar.

Jawaban Qory itu bisa ditafsirkan bahwa dia menanggalkan jilbabnya demi mengikuti kontes tersebut. Namun, seusai acara pemilihan, dirinya meluruskan pernyataannya. Dia berkata kalau apa yang dia lakukan adalah keinginan sendiri. Dia juga bukan melepas jilbab karena memang sehari-hari tidak mengenakan jilbab.

”Saya memang tidak mengenakan jilbab. Tetapi, karena saya mewakili Provinsi NAD dan saya tidak ingin memicu kontra, saya meminta izin dari pemerintah setempat. Apakah boleh saya mewakili Provinsi NAD, tapi tidak berjilbab. Dan, alhamdulillah mereka mengizinkan,” jelasnya.

Dari penuturannya Qory lahir dan besar di Jakarta. Bukan Aceh. Ibunyalah yang asli Aceh. Ayahnya keturunan Bandung dan Solo. Memang, keluarga besarnya banyak yang berada di Aceh. Karena itu, dia merasa berhak mewakili NAD. ”Apalagi, saya sering berkunjung ke sana,” katanya.

Fariawati, ibu Qory, ikut memberikan penjelasan tentang masalah jilbab. “Tidak benar kalau Qory melepas jilbab karena ada paksaan dari pihak penyelenggara. Memang dia tidak berjilbab,” tegasnya. “Qory juga merasa belum siap menggunakannya,” tambahnya.

Terpilih sebagai Putri Indonesia 2009 berarti Qory harus siap mengikuti kontes ratu sejagat Miss Universe tahun depan. Mengenai itu Fariawati memberikan restu. “Tapi, Qory harus tetap memegang prinsip orang Timur. Kalau bisa, dia tetap mengenakan busana renang one piece bukannya two piece,” ujar Fariawati.

Turunkan Berat Badan dengan Hindari Camilan, Makan Malam, dan Daging
SEBELUM merengkuh gelar Putri Indonesia 2009, Qory Sandioriva menjalani aktivitas sebagai seorang model di salah satu production house di Jakarta. Kegiatan tersebut dimulai sejak dirinya duduk di bangku kelas dua SMA.

Sang ibunda mengatakan bahwa putrinya itu menjalani kerja sama dengan sebuah rumah produksi. Qory juga tampil di layar kaca dengan bermain sinetron, FTV, dan beberapa iklan komersial.

Meski menjadi model dengan tubuh proporsional, Qory mengungkapkan bahwa dirinya memiliki masalah terhadap bobot tubuh. Karena hobi ngemil, tanpa disadari berat badannya naik drastis. ”Pas kelas 3 SMA, berat badan saya naik drastis. Dari 48 kilogram jadi 65 kilogram,” ungkapnya.

Akhirnya, dia memutuskan untuk mengurangi berat badan. Niat itu berbarengan dengan keikutsertaannya dalam ajang tersebut. ”Dari awal sih berencana menurunkan berat badan, tapi berhubung ada ajang ini dan diminta untuk menurunkan berat beberapa kilogram, ya sudah,” katanya.

Caranya menurunkan berat badan adalah menghindari camilan, makan malam, dan daging. Gantinya, dia berusaha memakan masakan yang direbus.

Seperti perempuan pada umumnya, dia juga mendambakan untuk mendapatkan seorang kekasih yang akan menjadi pendampingnya pada masa mendatang. Kriterianya standar saja. “Yang penting suka ngemong, bertanggung jawab, dan kalau bisa tingginya sama,” ujarnya.

Jika menikah nanti, dia berharap dapat lebih dewasa dan bertanggung jawab terhadap keluarga. ”Saya baru akan menikah jika sudah siap berumah tangga. Bukan siap menikah. Itu dua hal yang berbeda,” tuturnya.

Peduli Masalah Perempuan, Perjuangkan Kesetaraan Gender

DITEMUI sehari setelah meraih mahkota Putri Indonesia, Qory Sandioriva tampak semringah kemarin. Wajahnya yang cantik mengumbar senyum kepada orang di sekitar. Qory patut berbangga atas kemenangannya tersebut. Sebab, dia merupakan wakil NAD pertama yang berhasil menjadi jawara kontes kecantikan tahunan itu.

Pagi itu Qory mengenakan midi dress corak batik. Ditemui di Hotel Nikko, Jakarta, gadis berusia 18 tahun itu tengah meluapkan kegembiraan bersama finalis lain. Setelah malam final berakhir, para finalis itu mulai kembali ke daerah masing-masing. Qory tak mau melewatkan momen perpisahan itu begitu saja. Dia ikut berfoto-foto serta bertukar suvenir dengan sesama finalis.

Namun, itu hanya berlangsung sesaat. Dia tak bisa berlama-lama bergabung dengan teman-temannya itu. Sebab, setumpuk kegiatan sudah menantinya hari itu. Wawancara di berbagai tempat sudah menunggu. Di sela persiapan menjalani aktivitas hari itu Qory pun bercerita tentang dirinya.

“Yang saya rasakan ketika membuka mata hari ini adalah masih belum percaya kalau saya menjadi Putri Indonesia. Tapi, setelah beberapa menit, akhirnya sadar juga memang itu yang terjadi pada saya,” ucapnya.

Tidak hanya perasaan bangga dan bahagia yang dia sadari. Muncul juga bayangan tanggung jawab yang harus dia emban selama satu tahun ke depan. Ada banyak misi dalam tugasnya. Mulai masalah pemberdayaan wanita, lingkungan, hingga kesehatan. ”Tapi, secara keseluruhan saya merasa bahagia dan terhormat dengan tugas yang saya terima ini,” tutur pemilik postur 173 cm/55 kg itu.

Dengan menjadi Putri Indonesia, lanjut gadis penyuka olahraga basket ini, seakan pintu terbuka lebar. Banyak hal yang bisa dilakukan yang mungkin tidak terlaksana kalau dia tidak menjadi Putri Indonesia. ”Iya, benar sekali. Suara dan pendapat saya bisa didengar. Ini kesempatan baik untuk melakukan sesuatu yang berguna,” kata bungsu dari dua bersaudara itu.

Sesuatu yang dimaksud Qory adalah keinginannya memperjuangkan kesetaraan gender. ”Saya sangat peduli dengan masalah perempuan. Saya ingin perempuan bisa maju dan mendapat kesempatan mengaktualisasikan diri. Dan, saya ingin menjadi contoh untuk itu,” jelasnya.

Gadis yang lahir tepat saat perayaan HUT kemerdekaan RI itu mengatakan, sebelum mengikuti ajang pemilihan Putri Indonesia, dia adalah aktivis sosial. “Saya bergabung di organisasi kepedulian,” ujarnya tanpa mau menyebut nama organisasinya.

Qory adalah mahasiswa Jurusan Sastra Prancis, Universitas Indonesia, angkatan 2009. Baru beberapa bulan memasuki masa kuliah, dia terpaksa cuti sementara untuk menjalani aktivitas sebagai Putri Indonesia ini. ”Dari awal mengikuti kompetisi, saya sudah siap dengan segala konsekuensinya. Memang untuk sementara harus cuti dulu satu tahun. Nanti setelah itu lanjut lagi,” katanya lantas tersenyum.

Putri pasangan Fariawati dan Dicky Djatmika Ustama itu menyebut menjadi Putri Indonesia adalah impiannya sejak kelas 2 SMP. Untuk itu dia memulai persiapan dengan mengikuti modeling. ”Kelas 2 SMA saya mulai ikut modeling,” tambah perempuan yang tercatat sebagai model di salah satu Production House di Jakarta itu.

Keikutsertaannya di ajang Putri Indonesia merupakan kompetisi pertama baginya. Dulu, jangan bayangkan Qory mau ikut ajang serupa. Alumnus SMA Al-Azhar 1 Jakarta yang pernah menjadi juara pencak silat itu mengatakan, berpikir ikut lomba model pun tak pernah. ”Sebelumnya saya ini tomboi minta ampun,” ungkapnya.

Diceritakan Qory, dirinya dulu berambut cepak, getol main basket, berenang, dan jago fighting. Berantem sudah menjadi kebiasaannya waktu kecil. Diceritakan, dia punya teman dekat 12 orang. Perempuannya empat, termasuk dirinya. Tapi, kalau ada masalah, justru para perempuan itu yang maju. ”Sebenarnya saya orangnya agak pemalu dan pendiam dibanding yang lain. Tapi, kalau sudah marah, jurus silatnya keluar. Kebiasaan sih sering latihan silat, jadi kebawa,” tuturnya.

Meski tomboi, dia mengatakan masih suka dengan Barbie. ”Koleksi saya dulu banyak sekali. Sekarang sudah berkurang karena beberapa sudah dibagikan ke saudara,” lanjutnya.

Qory mulai mengubah penampilan menjadi feminin setelah mamanya sering menegur. Saking gemesnya, Qory pun didandani. ”Ternyata setelah didandani, jadi ketagihan, karena merasa cantik ha… ha..,” ucapnya.

Sejak itulah dia mulai berani bermimpi menjadi seorang putri. Rambut cepaknya mulai dirawat dan dipanjangkan. Selain jago silat, Qory pintar bermain musik. Beberapa alat musik yang dia kuasai adalah gitar dan piano. Sekarang Qory mempelajari teknik vokal klasik.

Mau jadi penyanyi? ”Tepatnya, ingin jadi musikus,” jawabnya. Tapi, ketika ditanya apakah itu cita-citanya, dia menjawab bukan. ”Kalau cita-cita, saya ingin jadi presiden,” jawabnya. “Saya ingin menunjukkan kalau orang yang berprofesi di bidang entertainment pun bisa memiliki kemampuan memimpin negara,” imbuhnya. (JPNN)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Gaya Hidup dan tag , . Tandai permalink.

16 Balasan ke Qory Sandioriva, Sehari-Hari Tidak Mengenakan Jilbab

  1. Rindu berkata:

    Sebagai perempuan Aceh, saya miris baca berita ini … tapi dunia memang sudah tergadaikan sepertinya yah mas?

    • justnurman berkata:

      Wah … baru tahu kalau mbak Rindu orang Aceh. Mbak Qory kalau mewakili Jakarta sebenarnya tidak akan ada kontroversi. Kalau dilihat dari segi kelahiran, sekolah sampai kuliah mbak Qory sebenarnya lebih tepat mewakili Jakarta. Kalau Qory hidup di Aceh dan sehari-hari tidak pakai jilbab bakalan repot karena di Aceh ada razia memakai jilbab.

  2. fitriyadi berkata:

    Sangat Kecewa kepada Qory, karena menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginlkan…. kenapa tidak meminta Izin kepada Panitia Putri Indonesia untuk tidak melepaska Jilbabnya ?

    • muna berkata:

      ahh munafik nih….
      ngomong seperti ahli surga, tapi tiap hari cari yg porno-porno di internet.

      kalo seneng porno, nikmati saja
      kalo gak seneng gak perlu ngeklik yg syur, porno atau cerita orang yg seneng porno supaya gak ngomentar munafik

      kalo gak mau anak dan keluarga nge-porno ya kasih tau mereka baik dan buruknya. gak perlu menghakimi.

  3. gunawan berkata:

    aneh juga, sepertinya dia ‘bangga’ tidak menggunakan jilbab.

  4. catatan febri berkata:

    Blog ini telah di kunjungi dalam rangka membuat rekor blogwalking terbanyak dalam 1 hari dan menulis komentar dalam 1 hari dan anda di mohon untuk memberikan dukungan pada saya dengan menulis komentar
    di sini
    Terimakasih

  5. Holy Cross berkata:

    Tapi dia toh memang belum siap untuk mengenakan jilbab. Kenapa harus dipaksa untuk mengenakan jilbab jika hatinya sendiri memang enggan dijilbabi? Lain soal kalau dia selama ini berjilbab dan melepas jilbabnya demi kontes.

  6. kabariberita berkata:

    untuk menjadi putri Indonesia ga perlu buka jilbab atau buka-bukaan yang lain, dengan teguh pendirian terhadap agama yang dianutnya itulah sejatinya seorang wanita

  7. glmpong berkata:

    ga habis pikir kok bisa sprti ini

  8. Aan berkata:

    apa kalian bisa liat dalamnya hati seseorang,, bandingkan org yg pke jilbab dgn yang tdak. kebanyakan orang yang berpikir negatif pada yg tdk pke tp itu mmg tdk bsa djdikan pdoman bhwa org itu baik akhlaknya atau gak,, minimal klo org liat yg bjilbab pasti pndangannya tak bisa menembus dengan apa yg dpkirannya (negatif). sahabat rasul pernah sekali waktu membunuh orang kafir tpi sbelum ingn dbnuh orng kafir itu mengucapkan syahadat, sblum akhrnya dbunuh juga,, rasul brtanya mengapa kamu bunuh org itu wahai fulan , ya rasul dia org kafir kata si fulan. bagaimana engkau mempertanggung jawabkan di hadapan allah nanti kalimat syahadatnya,, ya rasul bukankah dia kafir dan ucapannya hanyalah kebohongan belaka,, hatinya sungguh iblis. kata fulan. berkata rasulullah saw ” wahai fulan apakah engkau tahu isi hatinya sampai engkau bisa menafsirkan begitu,, sesungguhnya setiap qalbu seseorang tidaklah ada yang tahu hanya allah yang maha mengetahui segala sesuatunya”. skarang aq tanya lagi bagai mana engkau mempertanggung jawabkan kalimat syahadatnya nanti didepan allah swt sampai 3x,, akhrnya si fulan menangis sejadi2nya,, dia berkata ya allah andaikan pada hari ini engkau lahirkan kembali diriku. smoga bisa dimbil hikmahnya.wassalamualaikum wr. wb

    • maman berkata:

      Ya gak gitu juga sih jawabnya, itu seperti menjawab pertanyaan anak SD pakai jawaban S3 alias gak bakal kena.
      Pengertian setiap orang itu beda terhadap wanita jilbab atau tidak, jadi jangan membenarkan pendapat sendiri. Hargai setiap orang, terutama orang aceh yang religius.

  9. Aan berkata:

    oh klo gtu aq jwabnya,, jgan deh dlpas kerudungnya, sayang.
    klo hak asasi km pngnya itu terserah c,, allah yg perintah ini tpi untungya allah gak mngambil hak NYA tuk mcbut nyawa km sblm btobat atau minimal allah mngambil slh satu matanya (membutakan) itu kan hak allah ya,,

    dan klo org tau agama,, klo tidak terserah toh semua ada timbal baliknya apa yg diperbuat.

  10. Kykhy berkata:

    HmMZ….
    Khdpn qory sblm menjdi
    puTeri indoNEsia mirip ma sya…
    Sya jga pnya impian menjdi p.indonesia,
    tpi bgmana dgn jilbb yg
    sya pake….SKRg sya udh kels 2 sma,ad niat sih,ingn
    ixt…
    Y udh yg jelz setiap org pnya jaln hdp msng2
    utx mencpi kesuksesn,”

  11. hampirmati berkata:

    kalo dari hasil baca di sana sini sih memang Qory itu ndak pakai jilbab, jadi sebetulnya yang kurang tepat itu pernyataan2 yang beredar (dan mungkin pernyataan implisit Qory sendiri di panggung) bahwa Qory melepas jilbab demi ikut Putri Indonesia.
    kalo yang saya baca di tulisan ini sih Qory minta ijin sama pemda NAD untuk mewakili NAD, knapa minta ijin? barangkali karena ida tau diri dia gak pake jilbab sementara biasanya perwakilan NAD selalu pake jilbab.

    yang saya sesalkan bukan masalah dia berjilbab atau tidak, dia muslim atau bukan..karena hati itu bukan urusan saya (sepakat dengan beberapa komentator di atas), yang saya sesalkan adalah pernyataannya di panggung berkaitan dengan ‘rambut indah’nya…itu yang saya sesali dan saya pikir kok lucu orang yang jawab dengan alasan se’bego’ itu kok bisa kepilih jadi Putri Indonesia..ckckckck..sampai mau marah saya waktu liat videonya..hmphh..

  12. cinta kasih berkata:

    capeee dehh.. di Indonesia hobii orang orangnya cuma mengadili keimanan seseorang…. kebodohan dia menjawab tidak berhubungan dengan keimanannya…………kayak pada jadi TUhan semuaaaaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s