Contreng SBY-Boediono 51 Kali, Kepala Desa Divonis 1,5 Tahun

image Beni Batubara, 44 tahun, Kepala Desa Unte Mungkur 2, Kecamatan Tolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, dihukum 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Sibolga karena melakukan pelanggaran pemilihan presiden dengan menyontreng pasangan SBY-Boediono sebanyak 51 kali. Vonis ditetapkan majelis hakim Pengadilan Negeri Sibolga yang diketuai Meri Donna Panggabean, Senin (3/8) pagi.

"Dia (Beni) dinyatakan bersalah oleh majelis hakim," ujar Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Sumatera Utara, Ikhwaluddin Simatupang, Senin (3/8) sore. Dengan vonis itu, kata Ikhwaluddin, terbukti telah terjadi kecurangan pada pelaksanaan pilpres di Tapanuli Tengah.

Beni ditangkap warga desanya saat akan memasukkan 51 lembar surat suara ke dalam kotak suara di TPS 2. Ketua Panwas Kecamatan Kolang, Parlaungan Silalahi, mengatakan penangkapan itu bermula dari kecurigaan dua warga yang melihat Beni mendekati kotak suara, saat penyontrengan.

"Saat itu TPS 2 sepi. Warga yang curiga menangkap dan melaporkannya kepada polisi yang berjaga," kata Parlaungan. Menurut Parlaungan, perbuatan itu dilakukan oleh Beni atas inisiatifnya sendiri.

Panitia Pengawas Sumatera Utara menilai saat dilaksanakannya penyontrengan calon presiden 8 Juli lalu, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah, beragam masalah dan pelanggaran ditemukan oleh panitia pengawas. "Masalah pilpres sudah dilaporkan Panwaslu Sumut kepada pihak terkait," kata Ikhwaluddin.

[sumber : tempointeraktif]

Pos ini dipublikasikan di Hukum dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s