Hari Tanpa Televisi, Bukan Anti Televisi [Minggu, 26 Juli]

poster hari tanpa televisi 2009 Dampak buruk menonton TV, membuat Koalisi Nasional Hari Tanpa TV yang terdiri dari lembaga nonpemerintah dan didukung lembaga pemerintah (KPI dan KPAI), serta sejumlah universitas, menyerukan hari Minggu (26/7) sebagai Hari Tanpa TV. Menurut Ketua Koalisi Nasional Hari Tanpa TV B. Guntarto, pengendalian atau pengurangan jumlah jam menonton TV sangat penting, untuk mencegah dan mengurangi ketergantungan anak pada TV. Menurut Hadi, 30 persen dari penduduk Indonesia adalah anak (usia 0-18 tahun), dan jumlah ini merupakan pasar besar bagi industri pertelevisian. Semestinya, katanya, pengelola TV membuat program yang edukatif untuk anak, tidak hanya sekadar mengejar rating.

Waktu yang dihabiskan anak menonton tayangan televisi (TV) sungguh mengkhawatirkan. Lebih banyak waktu menonton TV dibanding belajar. Bayangkan, waktu yang dihabiskan anak di depan TV mencapai 1.600 jam setahun, sedangkan waktu belajar hanya 750 jam setahun.

Dampak seringnya menonton TV adalah saat ini terjadi fenomena di tengah masyarakat, anak melakukan kekerasan karena meniru adegan yang ditayangkan di TV. Sejumlah anak terpaksa dipenjara, karena melakukan kekerasan seksual, setelah menyaksikan tayangan mengandung unsur pornografi.

Untuk menyukseskan Hari Tanpa Televisi, orang tua disarankan agar mengajak anak-anaknya melakukan aktivitas di luar rumah, seperti olahraga atau rekreasi.

Pos ini dipublikasikan di Nasional dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s