Prakiraan Kronologi Pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton

bom_jakarta-17-07-2009-03 Meski telah menghimpun keterangan puluhan saksi ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, penyidik Kepolisian hingga kini belum bisa memastikan kronologi insiden tersebut. Sejauh ini polisi telah menghimpun sejumlah keterangan dari saksi ledakan bom JW Marriott dan Ritz Carlton. Hingga kini sudah ada 35 orang saksi yang dimintai keterangan. Seluruh saksi yang diperiksa adalah orang-orang yang diduga mengetahui kejadian di seputar insiden tersebut. Beberapa di antaranya adalah petugas satpam, pegawai dan tamu hotel.

Ledakan bom yang terjadi di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton pada Jumat (17/7) pagi menelan 62 korban. Sebanyak sembilan korban di antaranya tewas dan sisanya mengalami luka-luka.

Berikut prakiraan kronologi pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Kuningan Jakarta :

15 Juli 2009

  • Pelaku menggunakan KTP palsu atas nama Nurdin Azis alias Nurhasbi, beralamat di Pondok Pinang, Jakarta, check-in di Hotel JW Marriott.
  • Pelaku membayar tunai sewa kamar 1.400 dollar AS.
  • Pelaku yang berjumlah empat orang, satu di antaranya diduga Noordin M. Top, menggunakan kamar 1808 Marriott untuk merakit bom.
  • Material bom berupa black powder, detonator, dan mur, dibawa dari luar ke kamar hotel secara bertahap. Material disamarkan dalam barang belanjaan dari luar hotel

17 Juli 2009

  • Pukul 07.15 para pelaku turun dari lantai 18 hotel JW Marriott.
  • Pukul 07.30 seorang pelaku bom bunuh diri menuju Restoran Syailendra, JW Marriott, sedangkan seorang lainnya mengarah ke Hotel Ritz Carlton lewat lorong penghubung dua hotel. Dua orang lainnya, termasuk yang diduga Noordin M. Top, meninggalkan hotel.
  • Pukul 07.45 bom pertama meledak di dalam Restoran Syailendra, JW. Marriott.
  • Pukul 07.47 bom kedua meledak di Restoran Airlangga, Hotel Ritz Carlton.

Kelemahan Pengamanan

  • Barang bawaan dari luar tidak melalui metal detector. Hanya orang, yang wajib lewat metal detector.
  • Petugas security hotel hanya melihat sepintas dan tidak memeriksa secara teliti barang bawaan/belanjaan para tamu.
  • Tidak ada pemindai X-ray (bisa mendeteksi black powder) di JW Marriott dan Ritz Carlton.
  • Petugas security tidak mengenali wujud detonator.
  • Pemeriksaan di lorong penghubung kedua hotel tidak ketat karena tamu yang keluar hotel tidak wajib diperiksa.
Pos ini dipublikasikan di Nasional dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Prakiraan Kronologi Pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton

  1. Kuliah Gratis berkata:

    emang mantab rencananya tapi sayang Banci semua yang ngelakuin!

  2. Henda berkata:

    masihkah mereka punya Tuhan?
    pantaskah tempat terindah bagi mreka?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s