Juwono : Serangan-Serangan di Papua Disebabkan Persaingan Bisnis

serangan di Papua-1 Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menengarai kemungkinan persaingan bisnis industri komoditi penyebab serangan di Papua. Pernyataan Juwono Sudarsono ini menanggapi aksi serangan dalam lima hari berturut ke perusahaan tambang PT Freeport yang menewaskan setidaknya tiga orang dan melukai belasan lainnya.

"Ini bukan hanya masalah klasik Papua yang sekali-sekali muncul ke permukaan. Ditengarai ada kemungkinan, yang cukup besar, ini adalah usaha destabilitasi keadaan untuk melemahkan daya saing PT Freeport," ujar Juwono Sudarsono

"Ada pihak yang tidak senang dengan daya kompetisi PT Freeport dalam kondisi global dimana harga komoditi sudah mulai naik lagi setelah krisis selama enam bulan terakhir."

Juwono mengatakan kemungkinan ini tidak bisa diabaikan karena dalam sejarah kompetisi global komoditi, antara lain tembaga, emas atau gas, masalah antara keamanan dan stabilisasi seringkali terkait dengan masalah persaingan.

"Jadi jika PT Freeport ditutup satu dua hari kerugiannya akan sangat mendasar sehingga daya saing industri pengolahan tambang akan terkena." tegas Juwono.

"Ini ditengarai dari strategi pertahanan, termasuk pertahanan persaingan global, harus diwaspadai."

Meski demikian Juwono tidak bisa menyebut nama pihak yang berupaya mengacaukan kegiatan PT Freeport seperti yang disebutkannya itu.

Polisi tak terlibat

Sementara itu Polisi Indonesia membantah tuduhan persaingan aparatnya dan TNI mendapat dana keamanan PT Freeport menjadi penyebab kekerasan di kawasan pertambangan tersebut.

Dugaan rivalitas polisi dan TNI ini sebelumnya diungkapkan sejumlah pegiat yang menilai janggal serangan itu dikaitkan dengan kelompok separatis.

Menurut mereka, kelompok separatis seperti Organisasi Papua Merdeka OPM yang kerap dikaitkan dengan aksi kekerasan di Papua, tidak memiliki kemampuan dan peralatan memadai untuk menyusun serangan semacam ini.
Pejabat penerangan Mabes Poliri mengatakan, polisi sejauh ini masih mengejar pelaku penembakan yang diidentifikasi sebagai kelompok kriminal bersenjata.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Nana Soekarna mengatakan motif dibalik penyerangan masih diselidiki dan membantah teori persaingan polisi-TNI yang banyak dikutip media.

"Penyelidikan sedang dikerjakan sekarang. Tentunya akan dijawab kalau sudah ada pelaku ditangkap. Tidak pakai spekulasi, tidak pakai hal-hal yang katanya-katanya," Nana Soekarna menegaskan.

Insiden serangan tembakan terakhir terjadi hari Rabu kemarin, ketika rombongan aparat polisi berpatroli di kawasan pertambangan PT Freeport, sebelum rombongan para pejabat kantor Menkopolkam melalui jalur tersebut.

Rombongan ini merupakan utusan Jakarta untuk mengungkap motif dan pelaku serangan ini. Akibat serangan terakhir kemarin, lima polisi dilaporkan terluka.

Sementara terkait dugaan rivalitas proyek pengamanan area tambang PT Freeport, didasarkan antara lain pada diambilalihnya pengamanan itu oleh aparat polisi sejak lima tahun lalu.

Pengambilalihan ini, menurut kalangan pegiat, diduga menimbulkan kecemburuan pihak TNI.

Seruan agar tidak membuat pemberitaan berdasar spekulasi diungkapkan Menteri pertahanan Juwono Sudarsono.

Operasi khusus

Dari tahun ke tahun, insiden kerap dilaporan terjadi di Papua. Sejumlah masyarakat dan pegiat di Papua menentang keberadaan Freeport, yang diperkirakan meraup keuntungan miliaran dollar sementara rakyat Papua tetap miskin.

Menyangkut siapa pelaku lima kali serangan berturut-turut sejak Sabtu ini, menurut Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Sulistio Ishak, polisi akan menggelar operasi khusus.

"Tujuannya adalah dalam rangka pemulihan keamanan. Tidak serta merta seluruh wilayah Papua dilaksanakan operasi penegakan hukum. Beberapa wilayah tertentu, yang secara selektif dilakukan. Sementara wilayah lain akan digelar operasi persuasif-edukatif," jelas Sulistyo.

Sulistyo juga mengatakan belum pasti ada pengerahan pasukan tambahan karena sementara ini, Polri masih akan memaksimalkan pasukan yang sudah ada.

"Soal penambahan, kita masih menunggu eskalasi yang berkembang disana."

Daerah yang dijadikan sasaran operasi khusus, antara lain adalah Timika dan Nabire. Serangan terhadap pengawal pekerja Freeport antara lain menewaskan seorang warga Australia, drew Nicholas Grant, pada akhir pekan lalu. [bbc]

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Nasional dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s