Musik Keroncong Terancam Dikuasai Malaysia. Siapa Yang Salah ?

waljinah Artis keroncong yang tergabung dalam Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (Hamkri) khawatir dengan keberadaan musik keroncong di tanah air. Mereka takut musik tersebut terancam punah dan diklaim oleh negara lain. Sedangkan di dalam negeri, masa depan musik tersebut terlihat kian muram.

Kekhawatiran tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (Hamkri), Iwan Kresna ketika ditemui di Surakarta. “Musik keroncong terancam dikuasai oleh Malaysia,” kata Iwan semalam (11/7).

Menurut Iwan, saat ini musik keroncong banyak dikembangkan oleh grup-grup kesenian di Malaysia. “Bahkan menjadi mata acara popular yang disiarkan di banyak radio tiap pekan,” kata Iwan.

Iwan menyatakan tidak ingin berprasangka buruk terhadap perkembangan musik keroncong di Malaysia. Namun, Iwan belajar dari pengalaman yang terjadi pada kesenian batik dan reog yang pernah diklaim oleh Malaysia. Karena itu, kekhawatiran tersebut cukup beralasan.

Sebagai langkah penyelamatan, menurut dia, saat ini Hamkri akan mengupayakan agar musik keroncong bisa mendapatkan pengakuan baik secara nasonal maupun internasional sebagai warisan budaya asli Indonesia dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). “Hanya saja perkembangan musik keroncong di tanah air harus diperbaiki terlebih dahulu,” kata dia.

Iwan prihatin dalam kurun waktu dua dekade ini Indonesia belum memiliki artis keroncong baru. Demikian juga dengan lagu keroncong baru saat ini sangat sulit ditemukan. “Regenerasi berjalan sangat lambat,” kata dia.

Jika kondisi ini terus berlangsung, lanjut dia, musik keroncong akan sulit untuk mendapatkan pengakuan secara internasional sebagai warisan budaya milik Indonesia. Secara khusus, Iwan menyatakan harapannya kepada Kota Surakarta, yang memiliki banyak seniman keroncong seperti Waldjinah dan Gesang.

Sedangkan Ketua Hamkri Surakarta, Waldjinah, menampik anggapan bahwa regenerasi musik keroncong berjalan lamban. “Di Surakarta banyak diketemukan bibit-bibit baru setiap tahun,” kata artis keroncong yang terkenal dengan lagunya "Walang Kekek" tersebut.

Hanya saja, menurut Waldjinah, bibit baru yang didapatkan tersebut belum mendapatkan dukungan dari industri rekaman. “Sulit untuk mendapatkan produser,” kata Waldjinah. [tempointeraktif]

Pos ini dipublikasikan di Peristiwa dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Musik Keroncong Terancam Dikuasai Malaysia. Siapa Yang Salah ?

  1. Huh dasar Malingsia..

    Bisanya cuma ngaku”in milik orang aja..hehe..

    tapi kok budaya korupsi di Indo ga pernah diaku” asalnya dari sana yach..hehe..

    Salam Perubahan..

    Salam Perubahan..

    http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/07/14/kalau-anggota-dpr-sok-tau/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s