KPU : Pemilih Pilpres 176.395.015 Orang

logo kpu Jakarta, mediacenter.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki daftar pemilih tetap (DPT) pemilu presiden/wakil presiden (Pilpres) 2009. Berbagai upaya itu antara lain, mulai dari mengubah sistem pendataan menjadi berbasis domisili, mendatangi pemilih dari rumah ke rumah, sampai sosialisasi massif lewat berbagai media (iklan dan running text di TV).

Selain itu, KPU bekerjasama dengan berbagai elemen masyarakat  menggelar mobilisasi sosial dan penyebaran berbagai materi sosialisasi di daerah yang isinya mengajak masyarakat mengecek namanya pada daftar pemilih sementara (DPS) Pilpres dan mendaftarkan diri jika belum terdaftar. KPU juga membuka posko pengaduan bagi pemilih yang belum terdaftar pada pemilu legislatif lewat email center KPU.

“Perhatian kita terhadap perbaikan DPT lebih dari yang lain. Sembilan puluh persen perhatian kami (KPU) kepada perbaikan DPT,” ungkap Ketua KPU A.Hafiz Anshary saat rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi II DPR, KPU, Bawaslu, dan Menteri Dalam Negeri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (01/7). Hadir juga dalam RDP semua Ketua KPU Provinsi.

Hafiz menjelaskan, KPU melakukan pemutakhiran data pemilih Pilpres dari 10 April-10 Mei 2009. Kemudian diumumkan menjadi DPS Pilpres dari tanggal 11-17 Mei 20009 sekaligus menjadi masa waktu pemilih mengecek namanya di DPS yang diumumkan di kelurahan dan RT/RW setempat.

Untuk lebih memaksimalkan proses pemutakhiran data pemilih, KPU memerintahkan kepada KPU Kabupaten/Kota agar dapat tetap mendaftarkan pemilih yang belum terdaftar pada DPS Pilpres sampai 28 Mei 2009 serta mengirimkan laporan ke KPU Provinsi paling lambat 29 Mei 2009.

Selanjutnya KPU menetapkan rekapitulasi DPT Pilpres pada 31 Mei 2009 dengan jumlah pemilih sebanyak 176.367.056 orang. Adanya usulan dari KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota atas rekomendasi Panwaslu perihal masih adanya pemilih yang belum terdaftar, maka pada 8 Juni 2009 KPU menerbitkan keputusan KPU Nomor 315/Kpts/KPU/Tahun 2009 yang menetapkan jumlah pemilih Pilpres menjadi 176.395.015 atau peningkatan jumlah pemilih sebanyak 27.959 orang.

Dalam pemutakhiran data pemilih Pilpres, KPU menggunakan aplikasi DPTOOLS guna mengindentifikasi adanya nama ganda atau penduduk yang berusia dibawah 17 tahun dan belum menikah.

Menanggapi adanya laporan masih banyak DPT Pilpres yang bermasalah di daerah, Hafiz menyatakan, KPU sudah meminta data pemilih yang dianggap bermasalah untuk disandingkan dengan data pemilih KPU, tetapi hingga saat ini belum ada satu pun partai politik yang menyerahkannya. “Kami tidak mendapatkan data itu secara langsung,” ujar Hafiz.

Mengenai adanya data jutaan pemilih ganda di Jawa Timur, Hafiz menegaskan, data tersebut berbeda dengan data pemilih yang ditandatangi dan dikeluarkan oleh KPU. Menurut Hafiz, memang ditemukan beberapa nomor induk kependudukan (NIK) sama dalam DPT, namun pemilih yang NIK nya sama tersebut orangnya benar-benar ada. Sistem pendataan penduduk yang baru selesai pada 2011 memungkinkan ditemukan beberapa orang dengan NIK yang sama.

Namun, KPU tetap memerintahkan kepada KPU di daerah untuk tetap menyisir DPT jika memang masih ada ditemukan pemilih ganda, sudah meninggal, dibawah 17 tahun dan belum menikah, pindah domisili, atau masih TNI/Polri aktif sampai hari H pemungutan suara. Nama-nama tersebut akan dicoret dari DPT dan diberi keterangan tidak berhak untuk memilih.

[sumber : http://mediacenter.kpu.go.id/berita/753-kpu-sudah-maksimal-mutakhirkan-dpt-pilpres.html]

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Politika. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s