Debat Capres 3, JK Masih Dapat Nilai Tertinggi

2159007p Secara umum, penampilan ketiga Capres dalam debat terakhir lebih hangat dari debat-debat sebelumnya. Namun demikian, JK masih menjadi bintang seperti pada debat Capres 2 yang lalu. JK tampil paling rileks dibanding SBY dan Megawati. JK melakukan kritik secara terbuka terutama kepada incumbent SBY.

"Putaran terakhir ini menarik dan hangat. Moderator bagus mengarahkan dan memancing untuk perdebatan. Saya pikir bintang masih pada JK," kata pengamat politik dari LIPI Lili Romli seperti dikutip dari detikcom.

"JK lebih rileks dibanding yang lain. Dia melakukan kritik secara terbuka dan dapat memanfaatkan momentum. Bahwa pak SBY bertahan wajar karena incumbent," kata Lili.

SBY dinilai masih tampil wajar dan semangat, namun selalu terkekang oleh waktu yang diberikan (sangat disiplin). SBY selalu menggunakan seluruh waktu yang diberikan, namun berusaha menyudahi pada waktu yang tepat pula. Mungkin latar belakang beliau yang militer mempengaruhi gaya hidupnya.

Halnya JK, waktu yang diberikan terkadang tidak digunakan sepenuhnya. Jika jawabannya dirasa cukup, tidak segan-segan untuk stop berbicara. Bagi JK jawaban tidak harus panjang, yang penting efektif dan efisien, tepat sasaran.

Bagaimana dengan Megawati ? Megawati selalu kedodoran soal waktu. Selalu jawaban yang diberikan tidak cukup waktu untuk menyampaikannya, selalu diingatkan moderator bahwa waktu telah habis.

Capres Megawati menurut Lili kurang memanfaatkan momen debat capres terakhir ini untuk mengkritik secara tajam pemerintahan yang saat ini dijalankan oleh kedua capres lainnya tersebut.

"Sayang Ibu Mega tidak memanfaatkan kesempatan untuk kritik tajam soal DPT, pemekaran daerah, soal perbatasan, otonomi daerah. Saya pikir ini kesempatan untuk kritik mereka tapi Ibu Mega masih menyampaikannya secara umum," paparnya.

Pos ini dipublikasikan di Politika dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Debat Capres 3, JK Masih Dapat Nilai Tertinggi

  1. ekojuli berkata:

    Catatan kecil debat capres putaran final:

    MEGA: Indonesia terletak diantara Benua Australia dan Amerika. Yang bener Bu???

    http://ekojuli.wordpress.com/2009/07/03/catatan-debat-capres-final-mega-indonesia-di-apit-benua-australia-dan-amerika-yang-bener-bu/

  2. Marlin berkata:

    Pendapat saya debat capres terakhir menunjukkan sifat dasar masing-masing capres berdasarkan waktu yg diberikan dalam berkomentar…
    Mega:selalu merasa kurang dengan waktu yg telah diberikan. Itu berarti megawati tidak dapat menggunakan peluang dan relatif serakah.
    SBY:dapat dipercaya untuk sebuah tanggung jawab besar,waktu benar-benar digunakan.
    JK:merupakan tipe pemimpin dengan sifat yg ceroboh dan pemboros,tidak memperhitungkan waktu sebaik-baiknya,cepat tapi tidak hati-hati… Bandingkan:Jika anda adalah seorang manager perusahaan yg diberikan kepercayaan oleh owner, dengan modal aset sebesar 1 milliar..apakah anda lakukan? a.meminjam lagi untuk pertambahan modal,b:memanfaatkan modal tersebut dgn sebaik-baiknya atau c:menghambur-hamburkan modal tersebut karna ada sisa.
    Dari sifat dasar tersebut,tentu kita tahu siapa calon presiden yg layak memimpin negri ini…bagaimana menurut anda?

  3. Ketut Sukada berkata:

    Mengukur kemampuan manusia unt jadi pemimpin apalagi presiden, tdk cukup hanya dengan sebuah parameter ekonomi saja dan keefisienan dlm memanfaatkan waktu. Menilai capres sebaiknya dengan parameter yg sangat luas menyangkut seluruh tatanan kehidupan (poleksosbud hankam) yang dilandasi oleh nilai kecerdasan manusia baik secara keilmuan, agama dan budipekerti yg menyangkut moral dan etika. Yang penting dipahami oleh rakyat atau pemimpin adalah hrs selalu sadar bahwa dirinya adalah mahluk kodrati yg memiliki kelemahan moral, mental ataupun kecerdasan yg lain. Ketika ini disadari maka perlu dibuat kesepakatan yg membatasi diri kita dalam mengelola kekayaan negara melalui perangkat yg tidak bisa ditembus oleh manusia sbg mahluk kodrati. Ibarat ingin membasmi tikus korupsi, tikus hrs dibunuh(tdk akan mempan) krn tikus dikodratkan sebagai pencuri sebenarnya pemikiran yg kurang tepat, karena semestinya krangkeng unt menyimpan harta karun ini yg hrs betul-betul dibuat dengan kerangka baja(peraturan yg ketat) shg para tikus tdk bisa membobol peraturan ini. Tapi ingat jangan menyalahkan siapa karena kita sama-sama mahluk kodrati/bukan malekat, berarti sama-sama bisa berubah menjadi siluman tikus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s