Beredar, Video Pemukulan TKI

Gambar peta

Video pemukulan TKI oleh warga Malaysia dan aparat Kepolisian Diraja Malaysia di Bintulu, Malaysia, beredar luas di Kota Pontianak, melalui telepon genggam.

"Pemukulan itu benar-benar tidak berprikemanusiaan," kata warga Jalan Komodor Yos Sudarso, Tina, yang juga memiliki rekaman video tersebut, di Pontianak, Jumat (3/7). 

Menurut ia, dalam video tersebut, terlihat jelas aksi kekerasan yang dilakukan warga Malaysia, yang disebut sebagai samseng atau preman. Aksi itu juga didukung oleh oknum anggota Polis Diraja Malaysia.

Dalam gambar terekam, korban terkena pukulan tangan dan tubuh yang juga diinjak. Pelaku juga ada yang membawa senjata tajam mirip samurai. Dongkrak mobil juga menjadi salah satu alat yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi kekerasan tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Ajun Komisaris Besar (Pol) Suhadi Siswo Wibowo, mengatakan sampai saat ini belum ada laporan dari Liaison Officer (LO) atau perwira polisi penghubung Indonesia yang ditempatkan di Malaysia mengenai aksi pemukulan itu.

"Tempat kejadian perkara berada di Malaysia, sehingga kita tidak ada hak atau kewenangan untuk intervensi ke sana," katanya.

Menurut ia, setelah berkoordinasi dengan Sarawak, ada kesepakatan bersama apabila ada tindak pidana di daerahnya yang melibatkan warga negara Indonesia maka pihak Malaysia wajib memberitahu kepada pihak kepolisian Indonesia.

Suhadi mengatakan dirinya juga sudah melihat langsung video kekerasan tersebut. "LO kita Komisaris (POL) Hendra Wirawan sedang meneliti kebenaran kasus tersebut dan sampai saat ini belum ditemukan tentang berita kekerasan yang melibatkan polisi Malaysia itu," katanya.

Sementara Konsul Malaysia M Zairi M Basri, saat dihubungi mengatakan peristiwa itu diketahui ketika sebuah surat kabar harian di Sarawak memuat tentang peristiwa tersebut.

"Polisi Diraja Malaysia langsung merespon peristiwa itu namun karena kurangnya bukti dan keterangan, dan dari keluarga korban tidak ada yang melapor maka polisi menghentikan penyelidikan sambil menunggu bukti dan keterangan lebih lanjut," katanya. [antara]

Suhadi menambahkan, polisi Kalbar akan tetap berupaya agar LO yang ada di Sarawak, memberikan informasi tentang adanya kekerasan yang melibatkan tenaga kerja kita disana," katanya. [antara]

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Internasional dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Beredar, Video Pemukulan TKI

  1. Muthofar Hadi berkata:

    AKU MENANTANGMU TENAGA KERJA MALAYSIA DI INDONESIA BERKELAHI (KHUSUS KEPADA ASHRAF YANG SAYA KETAHUI)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s