Usik SARA, SBY Diminta Tindak Andi Mallarangeng

malarangeng_2in1 Pernyataan Andi Mallarangeng soal SARA terkait suku Bugis berbuntut panjang. Presiden SBY diminta segera mengambil tindakan kepada Andi karena bisa merusak citranya sebagai pengawal NKRI.
“Saya sangat menyayangkan pernyataan Andi yang sangat berbau SARA. Pernyataan itu sangat tidak pantas disampaikan oleh orang ring satu presiden. Karena itu Presiden SBY harus memecat dia karena melukai komitmen NKRI,” kata Anggota Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto Leo Nababan kepada wartawan, Kamis (2/7/2009).

karikatur andi mallarangeng

Menurut Ketua DPP AMPI Golkar ini, kepemimpinan nasional di Indonesia adalah milik semua warga dari suku mana pun. Karena itu, pernyataan Andi dinilai mencederai konstitusi yang menjunjung tinggi semangat NKRI dan penghargaan terhadap suku, agama dan golongan.

“Perlu saya ingatkan bahwa kepemimpinan bangsa ini bukan hanya milik satu suku tertentu. Pernyataan itu inkonstitusional. Andi harus minta maaf kepada seluruh bangsa Indonesia,” kata Leo.

Leo meminta presiden SBY tidak tinggal diam menghadapi isu SARA yang keterlaluan ini. Ketegasan SBY sangat dibutuhkan sebaga pemimpin bangsa yang menjunjung tinggi semangat NKRI yang menghargai pluralitas suku agama, ras dan golongan.

“Kita minta ketegasan Pak SBY sebagai presiden. Apalagi posisi Andi tidak hanya tim sukses tetapi juga juru bicara presiden,” pungkas alumni Lemhannas angkatan 39. [detik.com]

Pos ini dipublikasikan di Politika dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Usik SARA, SBY Diminta Tindak Andi Mallarangeng

  1. Masruchin Dr MM Apt berkata:

    Sebagai seorang doktor dari luar negeri dan alumnus FISIPOL UGM, sekaligus juru bicara presiden , menurut saya , ternyata tidak bisa menampilkan citra lembaga kepresidenan sesuai dengan disiplin ilmu yang diperoleh , hanya demi untuk kepentingan sesaat.
    Apakah ini salah satu indikator pendidikan tanpa watak, yang dinyatakan sebagai salah satu dosa sosial menurut Mahatma Gandhi.
    Mudah mudahan ini hanya satu kekecualian , apabila ini menjadi gejala umum , mau dibawa kemana negeri ini ?

  2. nusantaraku berkata:

    Belum saatnya orang kulit hitam jadi presiden Amerika 2009. Apakah Anda-anda setuju?
    Tidak saatnya orang Aceh bayar pajak?
    Belum saatnya orang Bugis menjadi pahlawan seperti Hasanuddin?
    Belum saatnya orang Batak menjadi Profesor?
    —-
    Bangkit dan sadar-lah wahai manusia yang berhati nurani, yang berakal budi, yang berjiwa sosial.
    Begitu lancangnya seorang manusia menilai kapabilitas hanya dari suku atau agama.
    Begitu lancangnya seorang manusia mendiskreditkan kodrat Tuhan atas kelahiran manusia sebagai suku ini atau itu?
    Sadarkah kalian wahai manusia?
    Apakah karena mata hati kalian sudah dibutakan karena mendewakan seorang sosok?
    Begitu arogankah manusia Indonesia saat ini? Semoga keadilan, kebenaran, atau Tuhan memberi secercah cahaya…

  3. nbasis berkata:

    Jika AAM mampu “mengkhianati” kampung halamannya sendiri, tentulah SBY sadar benar bahwa satu saat yang tak lama lagi akan “dikhianati” juga oleh orang yang mampu mengorbankan segalanya demi sebuah ambisi.
    AAM tidak sadar bahwa “mengkhianati” kampung halaman sendiri itu adalah juga sebuah “pengkhianatan” besar terhadap bangsa, Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s