Debat Capres 2 : Kalla Serang SBY

Debat Capres 2 yang disiarkan langsung MetroTV tadi malam bisa dinilai lumayan jika dibandingkan dengan debat capres pertama lalu. Tadi malam debat capres memang ada “debatnya’”, walaupun debatnya sedikit, itupun antara Kalla dengan SBY. Tercatat beberapa kali Yusuf Kalla menyerang SBY yaitu masalah :  peran pengusaha rambut hitam, jingle iklan mie instan SBY, pembangunan listrik 10.000 MW, BLT, dana 260 T disimpan di SBI, dan renegosiasi proyek tangguh yang jalan di tempat.

Beberapa pengamat menilai bahwa bintang debat kali ini adalah Muhammad Yusuf Kalla, capres yang diusung Golkar dan Hanura.

Ada kejadian menarik memasuki pertanyaan keempat sesi kedua debat calon presiden, ketika, sahut-sahutan antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla. Kejadian ini membuat Aviliani (moderator) sampai melupakan keberadaan Megawati. Pertanyaan yang diajukan Aviliani dalam sesi ini adalah tentang subsidi BBM dan cara mengantisipasi kenaikan harga-harga yang mengikuti kenaikan harga BBM.

SBY menjawab, subsidi diperlukan sepanjang untuk membantu rakyat. Subsidi ini bisa saja dikurangi tapi tidak akan dilakukan sekarang. Pemberian subsidi yang tidak tepat sasaran juga akan dikurangi. Ketergantungan pada BBM juga harus dikurangi. “Prinsipnya, subsidi ini harus di bagi rakyat, tapi tidak membebani negara,” katanya.

Sebelum mengakhiri jawabannya, SBY meminta tambahan untuk menjawab kritik Kalla pada sesi pertanyaan sebelumnya tentang Boediono yang dianggap tidak menyetujui usulan Kalla tentang proyek listrik 10.000 megawatt.

“Saya mau membela Pak Boediono yang katanya tidak setuju sama Pak Kalla. Waktu itu ada saya dan Pak Boediono, Pak Kalla tidak ada. Yang benar, kita setujui proyek itu, sudah selesai,” katanya.

Sejenak Kalla terpana, lalu menyambar, “Iya, memang disetujui. Kalau tidak disetujui, sekarang di sini mati lampu.”

Senada dengan SBY, Kalla juga setuju subsidi tentu tetap diberikan. “Yang penting dikurangi objeknya, misalnya minyak tanah, makanya dikonversi ke gas. Dengan membangun listrik, maka pemakaian solar akan turun,” katanya.

Seandainya harga minyak naik, APBN akan hancur-hancuran. Maka solusinya, seandainya minyak naik dan harga barang naik maka pemilik mobil harus pakai petramax, yang membayar adalah pemilik BMW, bukan rakyat karena rakyat pakai bus, disubsidi solarnya. BLT juga dinaikkan 200 ribu per buan agar tetap mampu membeli barang yang harganya naik,” katanya.

Seharusnya setelah giliran Kalla menjawab adalah giliran Mega. Rupanya moderator lupa. “I’m sorry, saya terpana pada debat pak SBY dan Pak JK sampai lupa memberi kesempatan kepada ibu Mega,” katanya.

Kali ini Megawati setuju pada kedua pesaingnya bahwa subsidi masih diperlukan dengan alasan hal itu adalah perintah negara yang ada dalam konstitusi untuk mensejahterakan rakyat.

Pos ini dipublikasikan di Peristiwa. Tandai permalink.

2 Balasan ke Debat Capres 2 : Kalla Serang SBY

  1. regina berkata:

    Waah..sy terkesan dengan performance pak JK dan SBY pada debat kemarin, JK & SBY sedikit bisa memberikan suasana perdebatan, yah paling tdk, bisa memberikan kesan bahwa acara yg berlangsng adalah acra Debat Capres, bukan tanya jawab Capres. terkait dgn isu BLT, sy kmrn malah menanti-nanti ada perdebatan yg lbh seru dari bu Mega dan SBY, padahl kan biasanya klo di lapangan bu Mega mengkritk keras nih soal BLT, tp koq wktu debat kmrn bu Mega malah gak menyinggung sma sekali bu?????

    • justnurman berkata:

      makanya banyak yang menilai dalam debat capres 2 kemarin nilai JK=8, SBY=7, Mega=6. Ada juga yang memberikan penilaian JK=Bagus, SBY=datar-datar saja, Mega=pasif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s