14 Dosa SBY versi Deperpu PDIP

sby_boediono Strategi pemenangan Mega-Prabowo terus digulirkan kubu PDI Perjuangan. Salah satunya adalah kajian Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDI Perjuangan yang menyebut adanya 14 kegagalan pemerintahan SBY. Ketua Deperpu PDI Perjuangan, AP Batubara mengatakan, kegagalan pemerintahan SBY di sektor ekonomi adalah yang paling jelas terlihat. Apabila dibandingkan dengan pemerintahan Megawati, kinerja SBY, sangatlah jauh di bawah.

"Kami mencermati ada 14 item. Mulai dari harga BBM yang masih tinggi, karena di atas harga minyak internasional, audit BPK yang menyebut laporan keuangan Negara selalu disclamer selama lima tahun bertutur-turut, dan masih banyak lagi. Hanya saja, SBY pandai bersandiwara. Dia itu pemain sinetron yang sutradaranya IMF," tegasnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (20/6).

Kelemahan SBY dalam penegakan hukum, lanjutnya, bisa dicermati dari penindakan koruptor yang lebih terkesan tebang pilih. Maling-maling BLBI yang telah merugikan keuangan Negara dalam jumlah besar, tak satupun yang ditangkap.

Masalah yang cukup krusial, ucap politisi senior PDI Perjuangan itu, tidak stabilnya harga kebutuhan pokok. Saat ini, rakyat sangat terbebani dengan melambungnya harga sembako. Dibanding pemerintahan Megawati, harga bahan pokok relatif stabil dan terjangkau kantong rakyat.

Selanjutnya, dia memaparkan catatan mengenai harga bahan pokok pada era Megawati dan SBY. Saat Megawati berkuasa, harga beras berkisar di angka Rp 2.500 per kilogram. Sementara gula harganya Rp 5 ribu per kilogram, minyak goreng Rp 6 ribu per kilogram.

Sedangkan di di masa pemerintahan SBY, lanjutnya, harga bahan pokok mengalami lonjakan rata-rata 50 persen. Misalnya, harga beras mencapai Rp 5 ribu per kilogram. Sedangkan gula Rp 8.500 per kilogram, minyak goreng Rp 10 ribu per kilogram.

"Itu catatan dari istri saya setiap belanja di pasar. Ironis sekali, di tengah tidak adanya peningkatan pendapatan, harga barang justru semakin naik. Sementara pemerintah, hanya diam saja. Apakah pemimpin seperti ini, harus dilanjutkan," tegasnya.

Saat ini, lanjutnya, pemerintahan SBY tak mampu mengurangi angka pengangguran baik akibat PHK maupun tidak ada serapan dari kalangan industri. Tak hanya itu, industri dalam negeri, sering kali tergerus akibat sistem pasar bebas yang diberlakukan pemerintah SBY.

"Belum lagi soal utang luar negeri, mengalami peningkatan signifikan. Mahalnya bea pendidikan, minimnya alutsista, rendahnya sarana dan prasarana infrastruktur," tukasnya.

Dia juga merasa miris dengan adanya diubahnya Pancasila sebagai falsafah kebangsaan serta dasar Negara menjadi syariah islam di kawasan Nangroe Aceh Darusallam (NAD).

"Terakhir, saya heran dengan SBY. Katanya, kekayaan SBY terendah, tapi kok iklannya paling banyak muncul di televisi. Jadi duitnya dari mana tuh," tegasnya. [sumber:indonesia-monitor.com]

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Politika dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke 14 Dosa SBY versi Deperpu PDIP

  1. regina berkata:

    klo menurut pandangan sy, karena harga2 barang2 pokok naek saat sekarang..justru itulah kemudian ada kebijakan dr pemerintah utk memberikan BLT, yg mksudnya ( mungkin ), walaupun harganya tinggi, tp msh bisa dijangkau oleh masyarakat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s