LSN Akui Independensi Puskaptis

survey_site Ketegangan antara Puskaptis dengan Lembaga Survei Nasional (LSN) terkait independensi lembaga survei akhirnya diakhiri oleh pihak LSN. LSN mengakui Puskaptis sebagai lembaga survei yang independen.

"Atas keberatan saudara Husin Yazid, dengan ini saya menyampaikan permintaan maaf. Keyakinan saya bahwa tak ada lembaga survei yang independen secara finansial, dan diakui oleh Ketua Persepi Andrinof Chaniago, ternyata salah," tutur Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dalam keterangan pers-nya kepada para wartawan di Red Rose Cafe, Gedung Perkantoran Pulomas Satu, Jalan Jenderal A Yani, Jakarta Timur, Selasa (23/6/2009).

Ternyata ada satu lembaga survei yang membiayai survei-nya sendiri, yakni Puskaptis. "Saya baru tahu ternyata Puskaptis selama ini menjadi lembaga survei yang independen secara finansial, tidak seperti lembaga survei lain. Ini luar biasa, lembaga survei lainnya bisa belajar banyak dari Puskaptis yang tidak tergantung pada pendanaan pihak luar," katanya.

Independensi Puskaptis sudah seharusnya diberikan penghargaan, atas kisah suksesnya membiayai lembaga surveinya. "Saya akan belajar banyak dari Puskaptis. Kalau Puskaptis bisa, kenapa kami tidak," ucap Umar yang kemudian menyebutkan beberapa lembaga survei yang cukup terkenal.

Permintaan maaf Umar atas kesalahpahaman antara dirinya dengan Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid pada belakangan ini bertujuan agar permasalahan ini jangan sampai berlarut-larut dan tidak dimanfaatkan oleh pihak lain.

Lebih lanjut, Umar juga ingin membina keharmonisan antar lembaga-lembaga survei. Apalagi Pilpres semakin dekat, dan akan memakan konsentrasi lembaga-lembaga survei dalam menggelar quick count Pilpres.

Ketegangan ini bermula saat Umar dan Direktur Eksekutif Cetro Hadar Nafis Gumay hadir dalam diskusi terbatas di Universitas Paramadina, 16 Juni lalu, menyatakan enam lembaga survei tidak dapat independen dalam pendanaan surveinya. Yakni LP3ES, Lingkaran SI, Lembaga SI, LSN, Cyrus, dan Puskaptis.

Namun, menurut Umar, terjadi kesalahpahaman yang membuat Husin menuntut permintaan maaf. Husin merasa dengan pernyataan tersebut, dapat berdampak luas terhadap nama baik dan kredibilitas Puskaptis.

Beberapa waktu lalu, Puskaptis merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas para pasangan capres. Hasilnya pasangan Mega-Prabowo mendapatkan 22,17 persen, SBY-Boediono dengan 52,15 persen, dan JK-Wiranto 17,20 persen. Survei tersebut dilakukan pada 4-11 Juni lalu dengan jumlah responden 2.888 dan menggunakan metode multistage random sampling.

Kalau melihat hasil Puskaptis di atas, sepertinya lembaga survey ini cukup independen. SBY wajar meraih angka 52,15 persen, dan memang elektabilitasnya sedang menurun. Bandingkan dengan hasil survey LSI (versi Lembaga maupun Lingkaran) yang menempatkan SBY pada angka 70% bahkan lebih. [okezone]

Pos ini dipublikasikan di Politika dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s