Jika SBY Menang, PKS Minta Jatah Kursi Mendiknas

pks Jika SBY-Boediono memenangkan pilpres tahun ini, PKS sebagai partai koalisi pendukungnya, dikabarkan meminta jatah kursi Menteri Pendidikan Nasional. Namun PAN, PKB, dan PPP, ternyata berambisi menguasai departemen basah itu. Akankah PKS berhasil?
Para elite politik PKS melihat, Depdiknas amat menentukan nasib bangsa ini ke depan. Para analis pendidikan mencatat, Depdiknas merupakan departemen strategis yang jadi rebutan semua parpol. Ada berbagai pertimbangan politis yang melatari ambisi parpol koalisi pendukung SBY itu.

Darmaningtyas, seorang aktivis pendidikan dari Perguruan Taman Siswa, melihat beberapa hal yang mendorong banyak pihak ingin meraih kursi Mendiknas. Pertama, tiap tahun departemen ini mengelola sekitar 35 juta siswa (TK sampai SMTA). Bila ditambah jumlah mahasiswa, guru, dan dosen, jadi sekitar 40 juta jiwa. Ini potensi massa amat besar bagi parpol yang ingin memenangi pertarungan di masa mendatang.

Sejarah membuktikan, Orde Baru dapat bertahan lama salah satunya karena mampu mencuci otak pelajar dan mahasiswa, sehingga tiap lulusan tidak terbiasa menghadapi perbedaan pendapat. Para pengurus parpol tahu potensi itu, maka Depdiknas pun perlu direbut.

Kedua, Depdiknas memiliki anggaran paling besar dibandingkan dengan departemen lain. Dana pendidikan bukan hanya dari APBN, tetapi juga dari APBD dan iuran masyarakat. Secara akumulatif, dana yang terhimpun di dunia pendidikan, TK-perguruan tinggi, bisa mencapai Rp 200 triliun lebih per tahun dan dapat digunakan untuk apa saja.

Ketiga, menguasai Depdiknas berarti menguasai murid, mahasiswa, guru, dosen, dana, kurikulum, prasarana dan sarana, serta kebijakan. Semua itu dapat dipakai untuk apa saja, termasuk indoktrinasi nilai-nilai yang sesuai dengan garis politik penguasa.

Ingat bahwa Althusser menyatakan, institusi pendidikan itu bagian dari aparatus ideologi, yang mengajarkan know-how, tetapi dalam bentuk memastikan kepatuhan terhadap ideologi yang sedang berkuasa. Dengan demikian, tidak terelakkan kepentingan penguasa akan tersampaikan melalui sekolah/kampus dengan segala kebijakannya. Jabatan Mendiknas dengan demikian amat strategis.

Namun, ungkap Darmaninstyas, bakal tragis dan hancur bangsa ini bila jabatan Mendiknas dipegang oleh parpol atau golongan tertentu sebagai imbalan mendukung capres-cawapres. Sebab, kebijakan pendidikan yang dibuat tidak akan terbebas dari kepentingan partai atau golongan. Padahal, pendidikan seharusnya berpihak pada semua golongan, termasuk mereka yang tidak beragama dan tidak ikut parpol.

Depdiknas sebaiknya dipegang akademisi yang independen dan profesional, berintegritas, dan berkualitas tinggi, untuk memajukan pendidikan, serta membebaskan dunia pendidikan dari terkaman kepentingan politik tertentu.
"SBY-Boediono, Mega-Prabowo, dan JK-Wiranto harus mencermati dan mewaspadi hal itu. Depdiknas tak boleh dipolitisir atau ditumpangi kepentingan politik. Maka Mendiknas haruslah sosok berbobot dan nonpartisan," kata Nanang Tahqiq MA, dosen UIN Jakarta.

Akahkah PKS mendapatkan keinginannya? Jika SBY-Boediono menang dalam pilpres, yang pasti PKS masih harus bersaing dengan PAN, PPP, PKB, dan partai-partai lain di kubu SBY-Boediono lainnya. Persaingan keras pun harus diretas.

(sumber:waspada)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Politika dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Jika SBY Menang, PKS Minta Jatah Kursi Mendiknas

  1. Priono berkata:

    Sby sudah mulai di peralat oleh PKS, SBY sudah tidak ada apa-apanya lagi sejak bergabung dengan PKS. Kasihan pak SBY. jangan2 nantinya semua program SBY harus dari PKS. ini berarti nantinya negara ini akan menjadi negara muslim. dan saya yakin, inilah nantinya yang akan merombak pancasila dan Undang2 Dasar 1945. Jika ini terjadi berarti akan terjadi G-30-S/PKI yang kedua di Indonesia. atau mungkin DI/TII yang kedua akan muncul di Indonesia.
    berhati2 lah..

  2. junaidi berkata:

    Diknas harus diberikan pada pejabat karir yang sudah berpengalaman di Depdiknas. Kalau dikuasai parpol maka hancurlah dunia pendidikan indonesi ini karena orientasinya pasti kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s