Dokter RS Omni Dituding Sebabkan Bayi Buta

logo_omni_hospitalJAKARTA – Setelah kasus dugaan malpraktek yang dialami Prita Mulyasari mencuat, muncul lagi kasus serupa di Rumah Sakit Omni International Alam Sutera, Tangerang Selatan. Kali ini menimpa sepasang saudara kembar berusia 1 tahun, Jared Christophel dan Jayden Christophel. Setelah 42 hari dirawat dalam inkubator di ruang ICU, Jared buta permanen, sedangkan kedua mata Jayden mengalami kelainan silindris 2,5.

julianaJuliana Dharmadi, ibu kedua bayi itu dan Jason, 11 tahun, mengaku telah menyampaikan keluhan ke Omni. Dia dan suaminya hanya menuntut permintaan maaf dari Omni, tapi tak ada itikad baik dari rumah sakit swasta itu. “Pernah ada keterangan dari komite medik rumah sakit, tapi isinya hanya sanggahan dan mereka tak bersalah,” katanya dalam keterangan pers di kantor pengacara O.C. Kaligis Associate di Jakarta kemarin.

Melalui pengacara Kaligis, pada 10 Juni lalu ia mengadukan dr Fredy Limawal, dokter spesialis anak yang menangani anaknya, ke kantor Kepolisian Daerah Metro Jaya. Dalam laporan polisi bernomor 1718/K/SPK unit II, Fredy dituduh melanggar Pasal 360 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang kelalaian yang mengakibatkan kecacatan orang lain. “Kami sudah menyiapkan serangkaian bukti,” kata Kaligis, yang juga pengacara Prita. Gugatan perdata pun disiapkan.

Namun, dr Fredy menolak memberikan penjelasan. “Silakan hubungi manajemen. Saya sedang praktek,” katanya kepada Tempo tadi malam. Pengacara Omni, Lalu Hadi Surtoni, mengaku belum tahu mengenai laporan Juliana. “Nanti saya cek,” ucapnya.

Juliana mengaku berkali-kali ditelepon petugas Omni setelah ia mengadu ke polisi. “Saya merasa tak nyaman dan terteror.” Ia menjelaskan, dua bulan yang lalu Omni meminta bertemu. Dalam pertemuan Omni memaparkan kondisi Jared dan Jayden selama dirawat. “Kami kembali meminta catatan medis, tapi mereka tetap menghindar,” ujarnya.

Cerita versi Juliana, cacat itu bermula saat Jared-Jayden lahir prematur di Omni (dengan usia kandungan 33 minggu) pada 26 Mei 2008. Jared lahir dengan berat 1,5 kilogram, sedangkan Jayden 1,3 kilogram. Keduanya dirawat di ruang ICU. Sehari kemudian, dr Fredy menyatakan bayi Juliana bermasalah paru-parunya sehingga harus disuntik dengan surfactant. Selama 42 hari si kembar ditempatkan dalam inkubator. “Saya memilih Omni International karena nama international itu,” kata Juliana.

Beberapa hari setelah itu, Jared buta permanen, sedangkan Jayden mengalami kelainan silindris 2,5. Di dunia kedokteran, kejadian yang menimpa bayi prematur seperti ini bisa saja terjadi dan belum tentu akibat malpraktek.

Juliana lalu membawa buah hatinya ke Klinik Mata Nusantara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Hasil USG menunjukkan, sel saraf mata Jared lepas dari retina dengan stadium 4. Dugaan sementara, Jared-Jayden menerima oksigen berlebihan selama dalam inkubator.

Ia lalu melarikan anaknya ke Rumah Sakit AINI. Hasilnya sama. Juliana dan Jared pun berobat ke Westmead International Children Hospital di Sydney, Australia, selama sebulan. Dokter tak melakukan operasi karena tingkat keberhasilannya di bawah 10 persen. Mereka lalu kembali ke Indonesia. (tempointeraktif)

Pos ini dipublikasikan di Peristiwa dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s