MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBILANG MELALUI BERMAIN DENGAN ALAT-ALAT PERAGA PADA SISWA TK X

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah perubahan tingkah laku pada diri orang itu, mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, ketrampilan, atau sikapnya. Selain itu belajar merupakan suatu kewajiban bagi seorang agar memperoleh banyak pengetahuan. Seseorang belajar dari buaian ibu sampai liang lahat.

Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang akan dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menurut Yufiarti & Titi Chandrawati (2008:1).

Pendidikan anak usia dini dapat diperoleh melalui jalur pendidikan formal yang berbentuk taman kanak-kanak yang memberikan pelayanan pendidikan bagi anak usia 4 – 6 tahun. Di taman kanak-kanak, anak akan dididik dan dilatih berbagai bidang pengembangan pebisaaan yang meliputi moral, nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian. Di taman kanak-kanak, anak juga dididik dengan berbagai bidang pengembangan KBM yang meliputi bahasa, kognitif, fisik motorik dan seni.

Tujuan program kegiatan belajar anak TK adalah untuk membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap pengetahuan, ketrampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya (Moeslichatoen, 1995:3).

Salah satu bidang pengembangan KBM di TK yaitu bidang pengembangan kognitif. Pengembangan kognitif dapat diperloleh melalui kegiatan berhitung, membilang, mengelompokkan, mengenal bentuk, membedakan sesuatu dan lain-lain. Berdasarkan pengamatan guru bidang pengembangan kognitif merupakan salah satu materi yang sulit dipahami oleh anak terutama dalam kegiatan membilang. Sebagai seorang baru hendaknya pandai-pandai emmilih strategi pembelajaran yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Bilamana penyebab kesulitan anak dapat diatasi, maka akan tercipta kondisi interaktif dan dinamis antara guru dengan anak. Interaksi di dalam pembelajaran mempunyai arti yang lebih luas, tidak hanya sekedar hubungan guru dan anak namun berupa hubungan interaktif edukatif. Dlam hal ini bukan hanya sekedar penyampaian materi pembelajaran melainkan penanaman sikap dan nilai pada akan yang sedang belajar.

Pemberian materi oleh guru dengan menggunakan alat peraga bertujuan agar anak lebih mudah memahami materi yang diberikan

Di samping itu pemilihan strategi mengajar perlu juga diperhatikan sebagai penentu keberhasilan suatu proses belajar mengajar. Salah satu strategi mengajar yang mulai menggairahkan anak dalam belajar adalah dengan menggunakan berbagai macam alat peraga yang akan digunakan untuk meningkatkan minat membilang anak.

Salah satu prinsip pembelajaran di TK adalah bermain sambil belajar. Oleh karena itu penggunaan alat-alat peraga ini juga dilakukan dengan bermain. Sehingga minat membilang anak dapat ditingkatkan melalui bermain.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah : Apakah kemampuan membilang dapat ditingkatkan melalui bermain dengan alat-alat peraga pada siswa TK X dalam semester ganjil 2010/2011 ?

….

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Pembelajaran di Taman Kanak-Kanak

Pentingnya bermain bagi perkembangan kepribadian telah diakui secara universal, karena merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, baik bagi anak maupun orang dewasa. Kesempatan bermain dan rekreasi memberikan anak kegembiraan disertai kepuasan emosional. Bermain merupakan kegiatan yang spontan dan kreatif, yang denganya seseorang dapat menemukan ekspresi dirinya sepenuhnya. (Freeman & Munandar, 1997 :262).

Sebagaimana terdapat dalam Garis-Garis Besar Program Kegiatan Belajar Taman Kanak-kanak (Depdikbud, 1994) tujuan program kegiatan belajar anak TK adalah untuk membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkunganya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. Sedangkan ruang lingkup program kegiatan belajar yang meliputi : pembentukan perilaku melalui pembiasaan dalam pengembangan moral pancasila, agama, disiplin, perasaan/emosi, dan kemampuan bermasyarakat, serta pengembangan kemampuan dasar melalui kegiatan yang dipersiapkan oleh guru meliputi pengembangan kemampuan bahasa, daya pikir, daya cipta, ketrampilan dan jasmani.

Pendidikan paling utama pada tataran kedua setelah pendidikan dikeluarga adalah pendidikan di sekolah. Anak adalah investasi paling besar yang dimiliki keluarganya, masyarakat dan bangsa. Anak memiliki sejuta kemampuan yang akan berkembang melalui tahapan-tahapan tertentu sesuai perkembangan kejiwaan anak. Namun demikian, perkembangan kemampuan itu tidak dapat mencapai tahap optimal, apabila proses perkembanganya tidak dituntut dan didesain secara sistematis.

Anak membutuhkan bantuan dalam mempelajari suatu hal, bagaimana mangatasinya, dan sebagainya. Untuk membuat anak memecahkan masalah dengan efektif dan efisien, maka orang tua harus mamahami dunia anak-anak. Sehingga anak akan berada pada dunianya bersama teman sebaya.

Kemandirian pada anak hendaknya selalu didasarkan perkembangan anak dengan diberi kesempatan dan pengalaman dalam mengembangkan sifat-sifat alamiah.

B. Belajar Melalui Bermain

Ahli pendidikan anak menyatakan bahwa cara belajar anak yang paling efektif adalah dengan bermain. Dalam bermain anak dapat mengembangkan otot besar maupun otot halusnya, meningkatkan penalaran, memahami lingkungan, membentuk daya imajinasi, dunia nyata, dan mengikuti tata tertib dan disiplin.

Unsur kebebasan pada pendidikan prasekolah, adalah penting sifatnya. Hal ini berkaitan dengan tujuan pendidikan prasekolah yaitu mengembangkan potensi anak secara optimal. Kebebasan dalam pendidikan anak prasekolah dalam aplikasinya adalah bermain.

Secara alamiah bermain memotivasi anak untuk mengetahui sesuatu lebih mendalam dan secara spontan anak mengembangkan kreativitasnya. Dengan bermain anak mendapat banyak informasi tentang peristiwa, orang, binatang, dan segala sesuatu yang ada disekitarnya. Anak punya kesempatan bereksperimen, memahami konsep-konsep sesuai dengan perkembangan anak.

“Bermain bukan bekerja, bermain adalah pura-pura, bermain bukan sesuatu yang sungguh-sungguh, bermain bukan suatu kegiatan yang produktif; dan sebagainya……bekerjapun dapat diartikan bermain sementara, kadang-kadang bermain dapat dialami sebagai bekerja, demikian pula anak yang sedang bermain dapat membentuk dunianya sehingga sering kali dianggap nyata, sungguh-sungguh, produktif dan menyerupai kehidupan sebenarnya” (Soemantri Patmodewo. 2000: 102).

Bermain merupakan cara yang paling baik untuk mengembangkan kemampuan anak didik. Bermain merupakan cara alamiah anak untuk menemukan lingkungan, orang lain, dan dirinya sendiri. Pada prinsipnya bermain mengandung rasa senang dan lebih mementingkan proses dari pada hasil ahir. Perkembangan bermain sebagai cara pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan perkembangan, umur, dan kemampuan anak. Secara berangsur-angsur dikembangkan dari bermain sambil belajar (unsur bermain lebih besar) menjadi belajar sambil bermain (unsur belajar lebih banyak). (Depdikbud 1994 :11).

Bermain sebagai bentuk belajar di Taman Kanak-kanak adalah bermain yang kreatif dan menyenangkan. Dengan demikian anak didik tidak akan canggung lagi menghadapi cara pembelajaran dijenjang pendidikan berikutnya. Oleh karena itu,dalam memberikan kegiatan belajar pada anak didik harus diperhatikan kematangan atau tahap perkembangan anak didik, alat bermain atau alat Bantu, metode yang digunakan, serta waktu, tempat dan teman bermainya.

Barmain adalah kegiatan yang spontan dan penuh usaha dan kegiatan tersebut merupakan dasar dari perkembangan. Dalam beberapa bentuk permainan terlihat adanya persamaan yang dilakukan oleh anak-anak. Setiap anak dengan caranya sendiri dan menurut tingkat perkembangan sendiri akan selalu mencari kegembiraan dan kepuasan dalam bermain. Untuk bermain, anak membutuhkan tempat bermacam-macam alat permainan, waktu dan kebebasan.

Melalui bermain, memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan potensi-potensi dan kemampuanya yang kreatif dan konstruksi menurut pola perkembanganya sendiri secara wajar. Berkaitan dengan itu, maka tugas guru adalah merencanakan dan memberi kesempatan dan pengalaman-pengalaman dengan berbagai alat bantu permainan yang fungsional untuk perkembangan harmonis anak.

Dalam tatanan pendidikan Taman Kanak-Kanak, bermain dapat digambarkan sebagai suatu rangkaian kasatuan yang berujung pada bermain bebas, bermain dengan bimbingan dan berahir pada bermain dengan diarahkan. Bermain bebas dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan bermain dimana anak mendapat kesempatan melakukan berbagai pilihan alat dan mereka dapat memilih bagaimana menggunakan alat tersebut. Bermain dengan bimbingan, model bermain dimana guru memilih alat permainan dan diharapkan anak-anak dapat memilih guna menemukan konsep (pengertian tertentu). Bermain diarahkan, guru mengajarkan bagaimana cara menyelesaikan suatu tugas yang khusus. (Soemiarti Patmodewo, 2000:103).

Barmain juga merupakan tuntutan dan kebutuhan yang esensial bagi anak TK. Melalui bermain anak akan dapat memuaskan tuntutan dan kebutuhan perkembangan dimensi motorik, kognitif, kreativitas, bahasa, emosi, sosial nilai dan sikap hidup.

Melalui kegiatan bermain anak dapat mengembangkan kreativitasnya, yaitu melakukan kegiatan yang mengandung kelenturan; memanfaatkan imajinasi atau ekspresi diri; kegiatan-kegiatan pemecahan masalah, mencari cara baru dan sebagainya.

Sesuai dengan pengertian bermain yang merupakan tuntutan dan kebutuhan bagi anak usia TK, menurut Hartley, Frank dan Goldenson (Gordon & Browne, 1985:268) ada 8 fungsi bermain bagi anak :

a. Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. Contohnya, meniru ibu memasak di dapur, dokter mengobati orang sakit dan sebagainya.

b. Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata seperti guru mengajar dikelas, sopir mengendarai bus, dan lain-lain.

c. Untuk mencerminkan hubungan dalam keluarga alam pengalaman hidup yang nyata. Contohnya ibu memandikan adik, dan lain-lain.

d. Untuk menyalurkan perasaan yang kuat seperti memukul-mukul kaleng, menepuk-nepuk air, dan sebagainya.

e. Untuk melepaskan dorongan-dorongan yang tidak dapat diterima seperti berperan sebagai pencuri, menjadi anak nakal, dan lain-lain.

f. Untuk kilas balik untuk peran-peran yang biasa dilakukan seperti gosok gigi, sarapan pagi, dan lain sebagainya.

g. Mencerminkan pertumbuhan seperti pertumbuhan misalnya semakin bertambah tinggi tubuhnya dan lain-lain.

h. Untuk memecahkan masalah dan mencoba berbagai penyelesaian masalah seperti menghias ruangan dan lain-lain.

Melalui bermain memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan potensi dan kemampuanya yang kreatif dan konstruktif menurut pola perkembanganya sendiri secara wajar, serta mengembangkan motorik dan daya pikir menjadi lebih meningkat.

Peran guru dalam kegiatan bermain dalam tatanan sekolah (Hibana, 1998) antara lain sebagai :

1. Pengamat, di mana guru melakukan observasi interaksi antar anak dan interaksi anak dengan benda di sekitarnya

2. Elaborator, di mana guru berperan sebagai penyedia alat-alat untuk bermain bagi anak. Alat tersebut dapat berupa benda maupun dirinya sebagai partner bermain bagi anak.

3. Evaluator, di mana guru melakukan penilaian atau evaluasi melalui pengamatan terhadap kegiatan bermain yang dilakukan anak. Apakah dalam kegiatan bermainnya anak belajar sesuatu mengembangkan aspek akademik, sosial, kecerdasan, dan jasmaninya atau tidak. Evaluasi kegiatan belajar harus dikaitkan dengan materi, lingkungan dan kegiatan yang telah dirancang dalam tujuan kurikulum; dan apabila diperlukan dapat diubah tatanannya.

4. Perencana, di mana guru harus dapat membuat rencana kegiatan belajar sambil bermain agar anak mendapatkan pengalaman baru yang dapat mendorong anak untuk mengembangkan minat mereka.

Waktu, ruang, materi dan kegiatan bermain yang tersedia dengan baik akan membantu perkembangan anak. Guru juga harus dapat menyediakan alat-alat permainan yang menantang bagi anak sesuai dengan tingkat usia dan kematangan anak dalam menggunakan alat permainan.

Untuk anak usia 5 tahun agar daya fantasi mereka berkembang dengan baik diperlukan alat bermain yang lebih banyak dan bervariasi dibanding dengan anak usia di bawah 5 tahun.

Perbedaan gender atau jenis kelamin dalam bermain, menurut para ahli disebabkan oleh 2 (dua) faktor, yaitu :

1. Karena bawaan.

2. Karena didikan/lingkungan/pola asuh dari orang tua.

Anak laki-laki lebih banyak bermain secara kasar, lebih aktif dan sangat menyukai permainan yang bersifat petualangan. Anak perempuan lebih menyukai permainan yang bersifat konstruktif dan “bermain-meja” dan menyukai alat permainan yang sangat bervariasi.

Seorang guru juga perlu mengetahui bahwa ada 3 peran jenis dalam sifat-sifat manusia :

1. Maskulin, yaitu sifat-sifat yang biasanya timbul pada orang yang berjenis kelamin laki-laki. Misalnya : kasar, disiplin, tegas, dan tanggung jawab.

2. Feminim, yaitu sifat-sifat yang biasanya muncul pada orang yang berjenis kelamin perempuan. Misalnya : lembut, sabar, dan mudah kasihan.

3. Androgini, yaitu sifat-sifat gabungan antara maskulin dan feminim yang dimiliki seseorang.

….

PTK selengkapnya hubungi : redaksi.justnurman@yahoo.co.id

About these ads

Tag: , ,

8 Tanggapan to “MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBILANG MELALUI BERMAIN DENGAN ALAT-ALAT PERAGA PADA SISWA TK X”

  1. HENDRI DUNANT Says:

    mohon krimi…..trrim bantuannya

  2. nita Says:

    mohon dikirimi dong… trims bantuannya

  3. novi bakar Says:

    mohon bantuan dikirimin malakah ini ya …

  4. tika Says:

    mohon kirim makalah ini yaa..terima kasih banyak

  5. ina Says:

    Makasih, bisa tambah ilmu… bisa dkrim dong.

  6. ina Says:

    Tank, bsa dkkrim.

  7. ina Says:

    Makasih, bsa tambah wawasan

  8. indah nurfaidah Says:

    tolong dikirim makalah ini yach..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: