MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL PADA SISWA TK X DALAM SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2010/2011

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan jamak dan kecerdasan spiritual. Untuk itu pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini perlu diarahkan pada dasar-dasar yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia seutuhnya yaitu pertumbuhan dan perkembangan fisik, daya pikir, daya cipta, sosial emosional, bahasa dan komunikasi yang seimbang sebagai dasar pembentukan pribadi yang utuh.

Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah perubahan tingkah laku pada diri orang itu, mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, ketrampilan, atau sikapnya. Selain itu belajar merupakan suatu kewajiban bagi seorang agar memperoleh banyak pengetahuan. Seseorang belajar dari buaian ibu sampai liang lahat.

Di dalam proses belajar tersebut terdapat banyak perubahan yang diperoleh, misalnya pada saat seseorang duduk di bangku Taman Kank-Kanak (TK), ia mulai bisa membaca dan menulis, akan tetapi ada kalanya anak tidak paham dengan apa yang dijelaskan guru. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor lain, antara lain: karena guru kurang menguasai materi, cara menjelaskan kurang spesifik dan tanpa menggunakan rangsangan, atau metode yang digunakan tidak tepat.

Gejala umum itu timbul antara lain, anak mulai jenuh, bosan dengan penjelasan guru yang begitu-begitu saja. Para anak didik tidak suka dengan pelajaran tersebut sehingga anak terasa malas untuk mengikuti proses belajar mengajar dan ada anak yang merasa tidak mampu untuk mengikuti pelajaran.

Penyebab timbulnya masalah tersebut adalah selain kemampuan anak juga kemampuan guru dan cara mengajar guru yang konvensional menyebabkan timbulnya berbagai masalah dalam pendidikan. Hal tersebut juga ditemukan di TK X. Dari permasalah-permasalahan umum yang penulis temukan di atas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan penggunaan media pengajaran visual dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada TK X.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah: “Apakah dengan penggunaan media visual dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa TK X ?”

….

BAB II
DASAR TEORI

A. Media Pembelajaran Visual
1. Definsi Media Pembelajaran Visual

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah, perantara atau penghantar’. Gerlach dan Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat anak mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, foto grafis, atau elektronik untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

Batasan lain telah pula dikemukakan oleh para ahli yang sebagian diantaranya akan diberikan berikut ini : AECT (Association of Education and Communication Technology, 1977) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Disamping sebagai sistem penyampaian atau penghantar, media yang sering diganti dengan kata mediator menurut Fleming (1987 : 234) adalah penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya. Dengan istilah “mediator” media menunjukkan fungsi atau perannya, yaitu mengatut hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar anak dan isi pelajaran. Di samping itu, mediator dapat pula mencerminkan pengertian bahwa setiap sistem pengajaran yang melakukan peran mediasi, mulai dari guru sampai kepada peralatan paling canggih, dapat pula disebut media. Ringkasnya, media adalah alat yang menyampaikan atau menghantarkan pesan-pesan pengajaran.

2. Urgensi

Acapkali media pendidikan digunakan secara bergantian dengan istilah alat bantu atau media komunikasi seperti di kemukakan oleh Hamalik (1986) dimana ia melihat bahwa hubungan komunikasi akan berjalan lancar dengan hasil yang maksimal apabila menggunakan alat bantu yang disebut media komunikasi.

Sementara itu Gagne dan Briggs (1975) secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang teridiri antara lain buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi dan komputer. Dengan kata lain, media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan anak yang dapat merangsang anak untuk belajar.

Berdasarkan uraian beberapa batasan tentang batasan media di atas, berikut dikemukakan ciri-ciri umum yang terkandung pada setiap batasan itu.

a. Media pendidikan memiliki pengertian fisik yang dewasa ini dikenal sebagai hardware (perangkat keras), yaitu sesuatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan panca indera.

b. Media pendidikan memiliki pengertian non fisik yang dikenal sebagai software (perangkat lunak), yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada anak.

c. Penekanan media pendidikan terdapat pada visual dan audio.

d. Media pendidikan memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun di luar kelas.

e. Media pendidikan digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan anak dalam proses pembelajaran.

f. Media pendidikan dapat digunakan secara massal (misalnya : film, slide, video, OHP), atau perorangan (misalnya : modul, komputer, tape recorder, kaset, video recorder).

g. Sikap perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan suatu ilmu.

3. Ciri-Ciri Media Pembelajaran Visual

Gerlach dan Ely (1971) mengemukakan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa media digunakan dan apa saja yang dapat dilakukan oleh media yang mungkin guru tidak mampu (kurang efisien) melakukannya.

a. Ciri Fiksatif (Fixative Property)

Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek. Suatu peristiwa atau obyek dapat diurut dan disusun kembali dengan media seperti fotografi, video, tape, audio tape, disket komputer, dan film. Kegiatan anak dapat direkam untuk kemudian dianalisis dan dikritik oleh anak sejawat secara perorangan maupun secara kelompok.

b. Ciri Manipulatif (Manipulative Property)

Transformasi suatu kejadian atau obyek dimungkinkan karena media memiliki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada anak dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar time-lapse recording, misalnya, bagaimana proses larva menjadi kepompong kemudian menjadi kupu-kupu dapat dipercepat dengan teknik rekaman fotografi tersebut. Manipulasi kejadian obyek dengan jalan mengedit hasil rekaman dapat menghemat waktu. Proses penanaman dan panen gandum, mengolah gandum menjadi tepung, dan penggunaan tepung untuk membuat roti dapat dipersingkat waktunya dalam suatu urutan rekaman video atau film yang mampu menyajikan informasi yang cukup bagi anak untuk mengetahui asal usul dan proses dari penanaman bahan baku tepung menjadi roti.

c. Ciri Distributif (Distributive Property)

Ciri distributif dari media memungkinkan suatu obyek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar anak dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu. Dewasa ini distributif media tidak hanya terbatas pada suatu kelas pada sekolah-sekolah di dalam suatu wilayah tertentu, tetapi juga media itu misalnya rekaman video, audio, disket komputer dapat disebar ke seluruh penjuru tempat yang diinginkan kapan saja.

PTK lengkap hubungi : redaksi.justnurman@yahoo.co.id

About these ads

Tag: ,

4 Tanggapan to “MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL PADA SISWA TK X DALAM SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2010/2011”

  1. nuraznah Says:

    untuk proposal skripsi bolehkan pak

  2. Media pembelajaran « yogiardiani Says:

    [...] http://justnurman.wordpress.com/2010/12/01/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-penggunaan-media-… [...]

  3. tika Says:

    bs kirim yg lengkap ke email saya ga? thanks..

  4. aan Says:

    apakah bisa dikirim yg lengkap ke email saya bu. asranhasta@yahoo.com

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: