IMPLEMENTASI INTEGRASI OUTDOOR LEARNING DAN INDOOR LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SISWA TK X PADA SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2010/2011

BAB I
A.
Latar Belakang Masalah

Sasaran utama dalam kerangka sistem dan aktifitas persekolahan di antaranya mempersatukan pendidikan dan kreatifitas peserta didik. Tujuannya untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi yang dimiliki anak didik termasuk potensi memberikan respon kreatif terhadap hal-hal sekitar kehidupannya. Ada yang beranggapan bahwa bila daya kreativitas peserta didik rendah, maka secara pedagogis ada yang kurang pas dalam kerangka sistem dan aktivitas persekolahan. Malik Fadjar sebagai praktisi pendidikan berpendapat selama ini proses belajar mengajar terasa rutin dan statis, kalaupun ada perubahan atau perbaikan sifatnya masih sepotong-sepotong dan parsial. Padahal pembaharuan dan perubahan tidak hanya menyangkut didaktik metodik saja, melainkan menyangkut pula aspek-aspek pedagogis, filosofis, input, proses, dan output.

Kemandirian anak sebagai salah satu aspek perkembangan Bidang Pengembangan Pembiasaan Program Pembelajaran Taman Kanak-Kanak Kurikulum 2004 mempunyai peran penting, karena aspek kemandirian dimaksudkan untuk membina anak agar dapat menolong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup (life skill), serta memperoleh keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidup anak. Melalui pemberian rangsangan, stimulasi dan bimbingan, diharapkan akan meningkatakan perkembangan perilaku dan sikap melalui pembiasaan yang baik, sehingga akan menjadi dasar utama dalam pembentukan pribadi anak sesuai dengan nilai-nilai yang ada dimasyarakat.

Pembelajaran kemandirian anak yang diarahkan untuk mengembangkan kecakapan hidup melalui kegiatan-kegiatan konkrit yang dekat dengan kehidupan anak sehari-hari mempunyai peranan penting. Namun keberhasilan kegiatan belajar mengajar yang mengembangkan aspek kemandirian anak sering meresahkan guru TK Annisa II Berau.

Berdasarkan pengamatan mulai awal masuk sekolah sampai pertengahan semester I Tahun Pelajaran 2010/2011 menunjukkan bahwa kemandirian murid siswa TK Annisa II Berau masih kurang. Kondisi ini diindikasikan dengan anak tidak mau menerima tugas dari guru, dalam mengerjakan tugas tidak tuntas, anak kurang percaya diri mampu mengerjakan tugas sendiri dan selalu meminta bantuan guru, serta kurang antusias dalam kegiatan belajar mengajar.

Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan kreatifitas guru agar siswa dapat mengikuti dan mengerjakan sendiri tugas-tugas pembelajaran sesuai materi yang diberikan guru. Penulis mencoba mengatasi masalah kemandirian siswa TK Annisa II Berau dengan mengintegrasikan outdoor learning dan indoor learning serta meneliti hasilnya dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

…………

BAB II
DASAR TEORI

……..

B. Kemandirian Anak Pada Tingkat Taman Kanak-Kanak

Salah satu standar kompetensi Kurikulum 2004 Taman Kanak-kanak adalah anak menunjukkan motivasi dalam belajar, percaya diri, bekerja mandiri dan bekerjasama dengan orang lain. Pembelajaran kemandirian bertujuan mengembangkan kemampuan dan kesanggupan melakukan tugas yang tidak selalu menggantungkan pada orang lain, serta mampu mengambil inisiatif secara mandiri sesuai potensi anak.

Proses pembelajaran taman kanak-kanak harus diarahkan untuk mengembangkan kecakapan hidup. Pengembangan konsep kecakapan hidup didasarkan atas pembiasaan-pembiasaan yang memiliki tujuan untuk mengembangkan kemampuan menolong diri sendiri, disiplin dan sosialisasi serta memperoleh keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya (Depdiknas,2005).

Pembelajaran kemandirian anak yang dilaksanakan secara realistis dan konkrit dapat mengembangkan pemahaman dan berpikir kritis. Menurut Stainback (1999) bahwa dengan mengembangkan keterampilan belajar yang praktis, anak akan menjadi pembelajar yang lebih efektif. Keterampilan belajar yang baik dapat meningkatkan kemampuan belajar, memahami dan menguasai informasi dalam waktu yang lebih singkat. Sedangkan Uno (2006) mengemukakan prinsip-prinsip umum yang harus dijadikan pegangan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar diantaranya pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan harus bersifat praktis. Bahan pelajaran yang bersifat praktis berhubungan dengan situasi kehidupan, hal ini dapat menarik minat, sekaligus dapat memotivasi belajar.

Latihan-latihan untuk hidup praktis dirancang untuk mengajari anak pada pekerjaan dalam lingkungannya sendiri, dengan jalan mengajari mereka bagaimana menguasai hal-hal yang ada di sekitarnya (Hainstock, 2002). Kemandirian anak untuk menolong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup diwujudkan melalui aktifitas yang dekat dengan kehidupan anak sehari-hari, misal menggosok gigi, kecakapan memotong buah dan sebagainya. Patmonodewo (2003) berpendapat bahwa pada model sekolah Montessori, keterampilan yang dipergunakan sehari-hari adalah mengurus diri dan lingkungannya untuk menumbuhkan disiplin diri, kemandirian, konsentrasi dan kepercayaan diri.

C. Integrasi Outdoor Learning dan Indoor Learning

Pencapaian kompetensi tidak hanya dapat dilakukan melalui pembelajaran di kelas. Iklim fisik dan psikologis juga sangat menentukan hasil belajar yang dicapai siswa. Banyak hal yang tidak dapat dilakukan di kelas dalam proses belajar mengajar, namun dapat dituntaskan oleh iklim sekolah yang menunjang (Depdiknas, 2003). Menurut Widodo (2002) bahwa guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal secara langsung lingkungannya, baik dengan menyelenggarakan kebun sekolah, belajar di luar kelas, maupun dengan berkunjung ke kebun binatang.

Pembelajaran berdasarkan pendekatan lingkungan dapat dilakukan dengan dua cara :

1. Membawa peserta didik ke lingkungan untuk kepentingan pembelajaran. Hal ini bisa dilakukan dengan metode karyawisata, metode pemberian tugas dan lain-lain.

2. Membawa sumber-sumber dari lingkungan ke sekolah (kelas) untuk kepentingan pembelajaran (Mulyasa, 2004.

Keuntungan belajar ditempat lain/luar kelas sebagai berikut :

1) Anak mendapatkan pengalaman-pengalaman dari tempat yang dikunjunginya.

2) Anak dapat menjawab masalah-masalah atau pertanyaan dengan melihat, mendengar, mencoba dan membuktikan langsung dengan objeknya.

3) Anak dapat memperoleh informasi dengan jelas dari guru atau petugas ditempat pelajaran.

4) Anak dapat mempelajari bermacam-macam tema sekaligus dan integral serta tidak terbatas hanya pada satu tema (Hidayat, 2003)

Integrasi Outdoor Learning dan Indoor Learning merupakan alternatif model pembelajaran taman kanak-kanak yang memadukan Outdoor Learning dan Indoor Learning sebagai upaya penulis untuk mengatasi masalah kemandirian anak dengan memberikan kesempatan bermain sambil belajar-belajar seraya bermain didalam kelas dan diluar kelas melalui pengembangan keterampilan praktis dekat dengan kehidupan sehari-hari, pengalaman belajar yang nyata, menarik dan menantang, Pada dasarnya Integrasi Outdoor Learning dan Indoor Learning menggabungkan dan memadukan beberapa model pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan kemandirian anak melalui pembelajaran kecakapan hidup anak dengan mengoptimalkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

PTK lengkap hubungi email : redaksi.justnurman@yahoo.co.id

About these ads

Tag: , , ,

3 Tanggapan to “IMPLEMENTASI INTEGRASI OUTDOOR LEARNING DAN INDOOR LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SISWA TK X PADA SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2010/2011”

  1. zulkifli zal Says:

    Tolong dikirim ya pak selengkapnya PTK yang di atas ke email saya ya pak. please ya pak..

  2. Mega Says:

    saya juga membutuhkan materi diatas utk skripsi saya, mohon bantuannya ya Pak,..terimakasih

  3. ummu faza Says:

    maaf pa sy mw minta dkrm ke email sy untk bhn skripsi

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: