Kronologi Kerusuhan Etnis di Tarakan, Kalimantan Timur

TARAKAN – Sepanjang Senin (27/9), suasana mencekam akibat kerusuhan melanda Tarakan, Kalimantan Timur. Beberapa warga dengan senjata tajam di tangan melakukan aksi sweeping terhadap warga lainnya. Dua rumah juga dibakar massa dan 4 rumah lainnya rusak. Rusuh dipicu atas tewasnya Abdullah bin H Salim (58) karena dikeroyok 6 pemuda di wilayah Juata Permai, Tarakan Utara. Meninggalnya Abdullah Bin H. Salim ini terjadi pada Minggu malam, atau Senin (27/9) dinihari, setelah sebelumnya terjadi pertengkaran antara anak Abdullah bin H Salim yang bernama Abdul Rahman dengan 6 pemuda. Pertengkaran terjadi usai Abdul Rahman membeli rokok sekitar pukul 22.00, Minggu (26/9) malam lalu.  Setibanya di rumah, Rahman menceritakan kronologis kejadian pada Minggu malam itu. Awalnya ia berniat membeli rokok di salah satu toko di pinggir jalan utama, di dekat jalan masuk kantor Kelurahan Juata Permai. Setelah membeli rokok, Rahman yang saat itu bersama rekannya bernama Jay, menanyakan keberadaan rekannya bernama Ruri kepada 6 pemuda itu. “Saya cuma cari Ruri, tapi tidak ada. Mereka (6 orang) langsung memukul saya,” kata Rahman yang menderita luka-luka di bagian muka dan pergelangan tangan kanannya.

Di saat kejadian itu, Jay lantas balik ke rumahnya di wilayah Belalung, untuk mengabarkan kejadian ini kepada salah satu keluarganya, Lili Sutrisna, dan ayah Rahman, (almarhum) Abdullah Bin H. Salim. Dikatakan Lili, awalnya hanya ia yang ingin melihat Rahman di lokasi itu. Namun ayah Rahman, Abdullah, juga ingin sekali ikut. “Kami sudah tahan agar beliau (almarhum) tidak ikut. Tapi tetap saja mau. Pas kami sampai disana, Rahman sudah babak belur. Almarhum juga kena sabetan parang,” ujar Lili Sutrisna yang mengaku menerima pukulan di wajahnya saat kejadian itu.

Rahman sendiri mengaku sudah tidak mengetahui apa-apa lagi pasca pertengkaran itu. “Setelah saya diantar ke rumah, saya langsung dibawa ke rumah sakit. Jadi saya tidak tahu apa-apa lagi,” katanya seperti dikutip Radar Tarakan (grup JPNN).

Kejadian ini memicu kemarahan etnis Tidung. Sanak keluarga dan warga dari Persatuan Suku Asli Kalimantan Timur (Pusaka) tumpah ruah di kediaman keluarga korban di wilayah Belalung, Juata Permai, kemarin pagi sebelum dikebumikan di Gunung Daeng, Sebengkok Tiram pukul 15.00.

Kepala Adat Besar Dayak Tidung Kalimantan, Haji Mochtar Basry Idris yang turut hadir di kediaman korban, mengatakan, kasus yang sampai menghilangkan nyawa itu sebenarnya tidak perlu terjadi jika pihak kepolisian segera merespon aduan-aduan yang sering disampaikan oleh warga asli Kalimantan. “Banyak laporan-laporan yang belum direspon polisi. Saya minta atas nama adat Dayak Tidung, kasus ini dan kasus lainnya yang terjadi sebelumnya segera ditindak. Daftar nama-nama pelaku yang diduga ada delapan orang, sudah ada di tangan kami. Kalau polisi tidak berhasil menangkap, akan kami selesaikan secara adat,” tegasnya.

Namun tokoh adat Dayak Tidung ini berharap agar kejadian itu tidak sampai terjadi. Meski begitu, polisi harus dapat segera bertindak mengusut kejadian ini dan menangkap pelaku pengroyokan atas Rahman, Lili Sutrisna, dan almarhum Abdullah Bin H. Salim. “Kalau sudah diselesaikan secara adat, mati akan dibalas mati. Kami harap jangan seperti inilah. Kalau alasan polisi pelaku lari, ya diusahakan dicari,” harapnya.

Salah satu tokoh masyarakat Tidung yang juga anggota DPRD Tarakan, Haji Fadlan Hamid, mengatakan bahwa kejadian itu merupakan suatu tragedi baru lagi di antara banyaknya tragedi yang selalu terulang terhadap masyarakat asli Kalimantan. “Ini selalu terulang. Bagaimana tidakan aparat? Kalau tidak sanggup saya yakin masyarakat Tidung dapat menyelesaikan caranya sendiri,” kata Fadlan yang turut hadir di kediaman korban kemarin pagi. “Apalagi ini awalnya sepele, tapi sampai mengorbankan nyawa,” sambungnya.

Karena itu Fadlan pun berharap agar beberapa kejadian yang melibatkan warga Tidung, sudah harus ditemukan titik terangnya. Mulai dari kejadian di Amal, Juata, dan lainnya harus terungkap pelakunya. “Kalau dipendam terus, bisa-bisa meledak. Jadi harus ditindak serius. Kami menanti tindakan aparatur, tapi bukan tanpa batas, berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Harus ada batasnya. Kami inginkan secepatnya selesai dalam hitungan hari,” harapnya.

Salah satu masyarakat Tidung, H. Abdul Majid Arhan, mengharapkan agar dari pertikaian ini ada solusi terbaik yang didapatkan. “Kita ingin solusi terbaik. Kami harap saudara-saudaraku yang datang, haruslah menghargai pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” kata Abdul Majid Arhan.

Menurutnya, sebagai sesama masyarakat yang mencari nafkah di Tarakan, warga pendatang haruslah berterima kasih dengan penduduk asli Kalimantan sehingga terjalin kebersamaan antar penduduk asli dengan pendatang. “Tapi kenyataannya, beberapa orang bertindak kasar. Padahal satu agama dengan kami. Begitu juga agama lain. Kita juga berharap pemerintah bertidak tegas atas kejadian-kejadian ini,” harapnya.

Abdul Majid Arhan juga menuturkan, alangkah indahnya sebuah kehidupan jika aturan-aturan yang ada dijalankan masyarakat, sehingga kelalaian-kelalaian yang timbul kemudian karena melanggar aturan, tidak terjadi lagi. “Dari kami, pernyataan nyawa dibalas nyawa itu hanya bahasa emosional. Kami mau hukum ditegakkan, apalagi sampai berujung kematian. Kami cuma mau cari pelaku jika polisi tidak sanggup, bukan yang lain,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Adat Tidung, H. Ahmad Sulaiman, berharap agar kejadian ini tidak terulang lagi. “Pedihnya sangat pedih. Terlebih lagi jika tidak ada tindakan aparat. Memang mungkin saya aparat bekerja, namun belum dapat-dapat pelakunya. Tapi harapan kami bisa segera ditindak pelakunya. Kami tetap sabar,” ujar Ahmad yang juga warga Selumit. (ash/jpnn)

About these ads

Tag: , , ,

54 Tanggapan to “Kronologi Kerusuhan Etnis di Tarakan, Kalimantan Timur”

  1. musjayadi Says:

    kita semua bersaudara alangkah indahnya kalau kita hidup saling hormat menghoramati satu sama lainnya……..dan mencari titik temu terhadap semua permasalahan, yg terjadi di bumi kalimantan yg kita cintai ini.

    • justnurman Says:

      Selama ini, Kalimantan Timur merupakan daerah paling aman dan damai. SDAnya melimpah, semua suku datang ke Kaltim. Di Samarinda malah gak ada yang ingat sukunya lagi, semua berbaur, semua bekerjasama. Semua bangga membangun Kaltim. Semoga Kaltim tetap damai.

  2. sudrajat Says:

    kita harus pererat rasa persaudaraan antar semua suku bangsa jangan mau di adu domba oleh orang orang yang mau mengacaukan negeri tercinta ini.

  3. adi Says:

    ciptakan kedamaian & bagi warga pendatang umumnya di kalimantan timur hargailah masyarakat suku asli kalimantan timur hiduplah berdampingan saling tolong menolong, bahu membahu membangun negeri ibu pertiwi & jangan jadi preman yang hanya bisa menindas & menjajah, agar tidak terjadi konflik berkepanjangan yang bis meninbul kan kerugian baik harta benda maupun juga nyawa hilang siasia, mari kita duduk bersama semua elemen masyarakat mencari solusi terbaik agar hal semacam ini tidak terjadi lagi”DAMAI ITU INDAH”

  4. Tweets that mention Kronologi Kerusuhan Etnis di Tarakan, Kalimantan Timur « just … nurman -- Topsy.com Says:

    […] This post was mentioned on Twitter by fathurbks, Khistiarini H. Khistiarini H said: Kronologi Kerusuhan Etnis di Tarakan, Kalimantan Timur http://bit.ly/bJ4qRL […]

  5. Togel king Says:

    Peace peace hidup dayak ,

  6. Mahyuddin Says:

    Memang saat ini, negara kita bakalan kacau terus. Habis presiden kita juga orangnya kacau,,, jadi gak bisa nyelesai’in masalah……..

    • jack Says:

      jangan bicara begitu bung, apakah anda menjadi seorang pemimpin bisa menyelesaikan masalah, koreksi diri dulu baru berbicara ,,,

    • danz Says:

      ahh bodoh luu…
      masalahnya gra” etnis,..
      koq malah presiden yg di salahin… hmmm
      lucu banget..???

  7. abuanjeli Says:

    Itulah negeri kita saat ini…
    Ada apa dengan rakyat Indonesia sekarang
    Di mana sifat ramah dan santun yang menjadi jadi diri kita
    Atau kah karena kita sudah kehilangan teladan
    Kenapa kita terlalu mudah untuk tersulut amarah
    Apakah betul saat ini kita seperti
    “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”
    Jika rakyat disuguhi tontonan ‘wakil rakyat adu jotos di gedung dewan’
    Gimana dengan rakyat ?
    Sungguh menyedihkan, memalukan, dan memilukan….

  8. Dadan Says:

    Manusia sering lebih rendah daripada hewani…
    kerusuhan2 kayak begini yang lebih rendah dari hewani…

    Yang jadi korban adalah anak2, orang tua renta, wanita…

    INILAH HEBATNYA BAHASA INDONESIA

  9. herbalajaib Says:

    jangan menghujat pemimpin ah, pemimpin itu cerminan bagaimana sebenarnya suatu bangsa tersebut.
    lha wong yg milih rakyatnya sendiri :)

    herbalajaib.wordpress.com

  10. izah Says:

    lapar dan ketidakadilan melanda negeri ini sehingga hal sekecil apapun bisa menyebabkan rakyat marah dan terprovokasi melakukan anarkisme

  11. Ph!duT Says:

    jangan sampe kejadian di sampit keulang lagi…

  12. Yayan Says:

    Ada niat damai? Gampang…caranya masarakat bugis membantu suku dayak mencari pelaku pembunuhnya.
    Moto orang kalimantan ‘di sakiti 7x kami balas 1x’

  13. plonthos Says:

    kayaknya kita mesti renungkan benar2, bahwa kita adalah bangsa yang pemarah, menghalalkan segala cara, menggunakan kekerasan menjadi pilihan utama, tidak ada upaya pencegahan, yang akhirnya hanya beputar dari dendam berbalas ke dendam berikutnya, dan hal ini tidak terjadi di satu tempat saja di Indonesia seolah menjadi kebiasaan, apa ini benar-benar kita yang sesungguhnya?

  14. Zona Indonesia Says:

    Mungkin sebaiknya polisi dan aparat segera belajar tentang HAM dan gerak cepat dalam penertiban dengan sungguh sungguh.. agar rakyat bisa terlindungi.. Peace :)

  15. dayak Cinta damai Says:

    Syukurlah Damai telah tercipta dibumi tercinta Tarakan – Kalimantan dan Indonesia Damai, serta krusuhan dapat di slesaikan sehingga tidak melebar, semoga Tuntas dan Abadi, , amiiin, suku Dayak Tidung bagian dari Rumpun melayu dayak Pesisir kami, Semoga Tragedi Sampit tdk terjadi lagi di Kalimantan, Mohon dengan sangat kita sesama Warga ASli dan Pendantang SELALU SALING MENGHARGAI dan MENGHORMATI mari kita belajar dari Kasus Sampit yg sempat menjadi SOROTAN TAJAM DI DUNIA , Tolong ini DISAMPAIKAN kami warga Kalimantan tidak INGIN PERTUMPAHAN darah, SEKALI LAGI … kami tidak ingin pertumpahan darah… dan Sekali lagi KAMI TIDAK MENGIGINKAN PERTUMPAHAN DARAH.. ini sangat Menyedihkan dan memalukan sekali selain dosa yang BESAR yg harus kami tanggung, tolong SALING MENGAHARGAI dan MANGHORMATI dan SEMUA PIHAK “MOHON” MEMAHAMI INI, Proses peperangan dengan cara NGAYAU ( tradisi mangkuk merah) kami TIDAK AKAN PERNAH TERJADI jika kami tidak berada di POSISI yang BENAR BENAR dan LAMAAAAAAA SEKALI terpojok, para Petinggi Suku Asli kami sangat menyayangkan Tradisi ratusan tahun yg sudah terkubur ini HARUS Muncul lagi di permukaan Bumi kalimantan, kemudian Leluhur kamipun TIDAK AKAN PERNAH menyetujui Perang dgn cara ini JIKA KAMI TIDAK TERSUDUT, para leluhur2 kami akan merasuki dan menyaru ke SEMUA darah laki2 tertentu diKeturunannya, di lokasi tertentu, dgn jumlah tertentu jika sudah berperang dgn cara mangkuk merah ini dan kami tidak akan pernah melihat dan tau apa2 lagi ( tidak pernah merasa Lapar dan haus serta tidak berprasaan apapun )…yang ada di fikiran kami hanya bisa MENGENDUS dgn kuat dimana Musuh kami berada dan ????????????…. TOLOOOOOOOOOONGGGG dan mohon kita semua SELALU saling menghormati dan Menjaga kedamaian dan untuk PEMERINTAH mohon lebih Jeli jika melihat sebuah Awal konflik dgn Penyelesaian yang ADIL, kami INGIN DAMAI dan KAMI INGIN DAMAI, SEMOGA TRAGEDI SAMPIT SPT INI Jangan terjadi lagi di BUMI TERCINTA KAMI DI KALIMANTAN dan INDONESIA TETAP DAMAI.. AMIIIN dan TERIMAKASIH

  16. alif Says:

    SUKU ASLI KALIMANTAN CINTA DAMAI

    • bboy Says:

      benar….
      hargai org asli klimantan…..
      jgn belagu kta org jakarte tu…..
      di mna kaki di pijak di situ langit dijunjung…..
      damai itu indah……
      oke….

  17. Udin Says:

    ITU ANTAR TIDUNG DAN LETTA. LETTA BUKAN BUGIS!!

    Bugis dan Dayak datang kesana datang mendamaikan. bukan sebaliknya!

    Kau tidak tahu? dulu sejarah di Mempawah Kalbar waktu terjadi perang sesama Dayak saling mengayau kepala, pasukan Bugis Opu Daeng Menambon datang meredam perlawanan Pangeran Agung yang merampas tahta kakaknya. Opu Daeng Menambon akhirnya jadi Raja Mempawah.
    Kau tanya orang Kalbar apa itu tradisi robok robok.
    Kau tidak tahu Raja Kutai Kaltim berkeluarga dengan Raja Pasir La Madukelleng (Bugis) di Kalsel? Kau tak tahu kalau Raja raja kita itu gugur saling membantu melawan belanda dan saling melindungi satu sama lain? Tak tahu kalau di bugis Wajo ada makam Raja Kutai yang orang Bugis hormati?

    Kau tidak tahu ratusan tahun mereka hidup rukun? dari 100% pendatang bugis, 1% pendatang Bugis di Tarakan, 99% pendatang Bugis di seluruh Kalimantan hidup rukun berkeluarga dengan Dayak ratusan tahun? kerusuhan Sampit dulu, Dayak dan Bugis saling membantu? Kau tak tahu?
    Kau tak Tahu kalau Opu Daeng Cella menikah dengan Sultan Sambas dan keturunannya menjadi bangsawan disana? Kau tak tahu?
    Apa kau tak tahu kalau Letta bukan Bugis, Mandar bukan Bugis di Tarakan dan Nunukan multi etnis dan umumnya di Kalimantan setiap ada pendatang yang berlaku buruk, umumnya menyalahkan etnis Bugis karena mereka hanya tahu etnis Bugis jika ada pendatang dari sulawesi yang sebenarnya multi etnis? Apa kau tak tahu bukan mayoritas Bugis pendatang di Tarakan dan bukan Bugis yang bikin ulah di Nunukan dulu?
    Apa kau tak tahu di beberapa perkampungan nelayan di pulau Tarakan Tidung dan Bugis tetap dirumah rumah mereka tidak mau ikut campur dengan kerusuhan? karena mereka sudah bersanak famili?
    Apa kau tak tahu kalau di Kota Makassar ada kampung Tidung? ada jalan Tidung ada jalan Tidung Mariolo? Apa kau tak tahu kalau ratusan tahun lalu Tidung dan Bugis sudah bercampur keturunan?
    Hati hati dengan provokasi media.
    Aku yakin etnis bugis disana pasca kerusuhan ini pasti akan gencar melakukan pembauran etnis dengan jalan perkawinan. Seperti yang terjadi disini. Sedang pemerintah tentu harus kita desak untuk memikirkan pemerataan kesempatan di bidang ekonomi dan politik dan disana. Agar tidak ada kecemburuan sosial yang menjadi bara dalam sekam.
    Hati hati kawan. Jangan mau dibodoh bodohi media yang mengompori orang yang rukun rukun saja. dan hati hati terhadap SMS SMS tidak jelas dulu yang isinya bohong besar bersifat mengadu domba tentang kondisi konflik disana.
    Jangan mau dibodoh bodohi. Dalam politik, Ayah dan anak, kakak dan Adik bisa saling bunuh bunuhan. itulah bahayanya hasutan politik. Sekali lagi, janganlah mau dibodoh bodohi. Karena aku yakin kalian tidak sebodoh itu. Kalian bisa menggunakan internet tentu kalian bukan orang bodoh.

  18. akil Says:

    Benar wahai saudara ku anak2 kaltim itu punya keterkaitan sejarah dan pembauran yg sudah lama sekali dengan etnis bugis di sulawesi seperti aku yg lahir di soppeng tapi besar di kaltim saya tamat SD di Loajanan Kab Kutai & SMP pada MTsN samarinda dan umumnya keluarga saya ada di kutai kartanegara dan disamarinda sulit rasanya memisahkan lagi dari sekian banyak keluarga kami dari dua etnis bugis dayak & kutai . orang tua kami para leluhur kami sejak dari dulu menjadikan kaltim sebagai wilayah yg dianggapnya tanah kelahiran karena memang lahir disana ,entah kapan nenek kami merantau konon negara kita belum bergelar indonesia . untuk itu pesan aku mari ciptakan kehidupan yg saling menghormati jangan lagi ada yang berkata aq suku ini karena sdh sulit dipisahkan sejarah pembauran sdh terjadi ratusan tahun silam.

  19. Putra dayak berusu kaltim Says:

    Beneer,…. LETA bukan bugis, cman mrka dri sulawesi, aku tau si dari lango(ipar) ku, dy org makasar.. Katax si.. Cman anggapan DAYAK atau Tidung ya, mreka bugis.. KLo satu atau dua org si percaya, kLo LETA bukan bugis. Tpi ribuan masyarakat dayak ga tau menau, yg merka tau, Leta itu bugis sulawesi… Aku aja ngirax klo leta itu bugis.

  20. Andre Says:

    Sudah, , sudah, , sudaaah, , ,

    cuma sekedar saran.
    Bagi warga asli, di mohon jangan mudai di hasut. . .
    Dan jga buat pendatang,
    TOLONG hargai warga asli kalimantan..

    Oke, peace, , ,

  21. FITRIADI Says:

    Nenek Moyang saya juga Orang bugis Wajo yang merantau ke Kalimantan Abab 18 dan Kawin dengan orang keturunan bangsawan solok, jadi saya ini termasuk asli kalimantan… jadi kita jaga ketenteraman Kalimantan Bersama dengan tidak muda terprovokasi …. okey

  22. dicky armandau Says:

    saya orang kalimantan,ibu saya orang jawa dan ayah saya orang dayak tunjung.saya cuman ingin menyampaikan jika saya atau anda ingin hidup di kota orang(pendatang) sebaiknya tau diri lah jng kebiasaan jelek yg dari daerah2 nya di bawa ke kota orang.ingat SAMPIT ngayau yg sudah lama kami lupakan kami gunakan lagi.sebelum sampit terjadi mayoritas di sampit bukan orang dayak,orang dayak sangat menghormati pendatang karna di anggap sebagai tamu.bertahun-tahun bersabar pasti ada habisnya maka terjadilah sampit tragedi.
    sebagai pendatang jng lah membawa senjata khas daerah kalian yg kami anggap itu tabu bagi kami,jika ada masalah main keroyok hajar dan bunuh jika perlu itu lah yg terjadi di sampit sebelum kerusuhan.kami dayak akan membantu dayak lain nya jika terjadi masalah yg bukan kami yg memulai.saya orang kota tp saya masih ingat cerita nenek saya kami jika ada masalah seluruh dayak akan tau tampa di beritahu agak (ghaib) kota yg td nya mayoritas bukan dayak dalam sekejap akan di penuhi ribuan suku dayak entah datang dari mana,jika 5 suku besar dayak bersatu mengganggap perang maka terjadilah seperti sampit.jadi saudaraku sekalian hormat menhormati ikuti adat di tempat mana yg tabu dan tak boleh.damai indonesiaku

  23. the last mandau Says:

    bila diperlukan,kami komunitas suku dayak bakumpai siap membantu saudara2 dayak disana.

    damai itu indah…..

    uluh itah lia.

  24. brauun Says:

    knapa hrus pecah bangsa ini, ckup lah pnderitaan bngsa kita di zaman penjajah dahulu.. marilah kita bersatu untuk membangun bangsa tercinta ini.. kalau seandainya para pahlawan kita melihat kondisi sekarang ini, mereka akan sedih sekali, . bagaimana tidak, jiwa raga mereka pertaruhkan untuk merebut bangsa ini dari tangan penjajah.. toh, sekarang kita malah mau memecah bangsa ini. hargai lah para pahlawan2 kita dahulu.. mari kita teruskan perjuangan mereka.. jangan kecewa kan mereka.

  25. fariza Says:

    iyaaaaa. jgn bodoh karena dobodohin media….
    CINTA DAMAI….CINTA SESAMA…itu kaum yang pintar diatara kaum-kaum…bodoh

    pendatang dan pribumi harus bersatu membangun bangsa

    oyaaa sekedar info aq orang tidung tp dirumah ku banyak pendatang yang tinggal trutama bugis dari pinrang.. ma’af kalo penulisannya salah……damai daeng damai goyyyy “sabor goy suatu sa”at silo pasti sadar bahwa silo mapung debaya taka”

    • Banjar kapuas Says:

      Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung !
      Tak akan ada api kalau tidak ada asap.
      Mencencang air didulang terpecik muka sendiri

  26. Banjar kapuas Says:

    Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung
    Mustahil bila ada asap tdk ada api

    • pembela dayak, suku batak Says:

      bnar itu kk
      jika kta tdak mghormati suku adat d mana kita brpijak maka tuan rumah akan mengusir kita dgan cra kasar
      kmi bangga memiliki 1 darah dari melayu tertua kpda suku dayak
      mudah2an suku batak slalu mghormati praturan yg d buat sku dayak :)

  27. Dayak Ngaju Says:

    Siapa bilang bugis membantu dayak waktu kerusuhan sampit? Sebutkan siapa orangnya. Disampit Murni hanya suku dayak yang berperang/berjuang. Suku lain cuma menonton! Karena kami dayak yang menang jadi komentar kalian Non Dayak seolah kalian turut serta membantu.

    • putra makassar Says:

      menang’nya curang celurit madura di sita dulu. terus baru di serang kampung mandura y kalah madura. coba celurit nya jagan di sita. sama sama punya senjata bisa banyak yg mati juga dayak’nya…

    • pembela dayak, Says:

      maaf lah kk jika suku kami tdak bisa membantu
      tapi jika di perbolehkan suku kami membantu makan kami akan membantu saudra kami kk

  28. abut mussoy Says:

    saya tidak mau damai saudara saya mati dikeroyok bugis kuyat sialan
    dan sampai kapan pun tidak ada kata damai dalam hati dako

  29. Muhammad almandary Says:

    Kenapa ya? Kayak gini ?

  30. eliezer bin nurasek Says:

    biar la kita merendah diri serendah mutiara di dasar lautan gelora,gapai la ilmu setinggi langit nan indah….
    (kesilapan dan kekeliruan orang lain seboleh mungkin kita cari,seperti menampi beras untuk dibuang antahnya,tetapi kesilapan diri sendiri seboleh mungkin kita sembunyikan seperti penjudi menyembunyikan kadnya yg mati,,,,hanya renungan saja wahai manusia yg diberi akal,,,,jgan gaduh2 saya takuttttttt,,,,peace from me,,,dayak aqabag

  31. Didi Says:

    Kalimantan adalah jantung dunia…
    Bangga membangun kalimantan…
    Terutama Kalimantan Timur…
    Kalimantan i miss u…
    Tunjukkan pada dunia…
    Kalimantan,setelah selesai study i’m coming untuk membangunmu lebih maju…
    I love kalimantan

  32. ari@gmail.com Says:

    dia thu begini,,,,letta bukan bugis mungkin ada benar nya juga,,,sama seperti toraja dan manado,,,cuman ketua letta ( H.sani) orang lamkari,,atau sekarang di sebut LDII,,,di bawah naugan partai golkar,,golkar .menang mereka jadi kuat bahkan kebal hukum,,sering terjadi penikam,di bilang melarikan diri keluar,kasus di tutup,ber ulang kali,,,ini yg meyebabkan masyarakat tidak percaya hukum,pkai hudia thu begini,,,,letta bukan bugis mungkin ada benar nya juga,,,sama seperti toraja dan manado,,,cuman ketua letta ( H.sani) orang lamkari,,atau sekarang di sebut LDII,,,di bawah naugan partai golkar,,golkar .menang mereka jadi kuat bahkan kebal hukum,,sering terjadi penikam,di bilang melarikan diri keluar,kasus di tutup,ber ulang kali,,,ini yg meyebabkan masyarakat tidak percaya hukum,pkai hukum rimba pun di jalan kan,coba kita renunggi,itu la yusuf kala mengomentari sama2 islam kok kelahi,,,dalam hati kami islam lamkari atau LDII bukan islam NU,,dia(LDII) pkai alquar tapi tidak pkai hadis nabi,,dia punya imam sendiri,imamnya ialah ketua nya,,,pelajarilah tentang Lamkari atau LDII,,,di buku aliran sesat .skian trima kasihkum rimba pun di jalan kan,coba kita renunggi,itu la yusuf kala mengomentari sama2 islam kok kelahi,,,dalam hati kami islam lamkari atau LDII bukan islam NU,,dia(LDII) pkai alquar tapi tidak pkai hadis nabi,,dia punya imam sendiri,imamnya ialah ketua nya,,,pelajarilah tentang Lamkari atau LDII,,,di buku aliran sesat .skian trima kasih

  33. veris Says:

    Padahal kluargaku mau trans ke daerah tarakan…..kok jadi takut mo hidup damai……ya alloh mudah”an semua damai dan slalu ingat siapa penciptaNya….dan bersyukur atas nikmat apa yg d berikanNya….

  34. Lhest Dayak Kaltara Says:

    Mereka org2 pndtng hrus brsyukur bsa hdp di tana kalimantan, hdp mrka ada di tngan org pribumi ok….
    smpai kpan pun trjadi krusuhan di kalimantan, klo org2 pndtng ug jual nya.tau nya pndu2k asli kalimantann beli dan menawar kan hrga jual.

  35. yunus Says:

    dayak jngn merasa bangga krn prnh brhsil mengusir dn membantai orang madura dsna.bugis jngn merasa bngga krn prnh membantu perjuangan raja kalimantan tempo dl.smua suku psti akan trsakiti bila hrga dirix sudh di injak2.binatang aja klo sarangx dganggu psti akn mrh aplg manusia.bukn hx diklmtn,dsmua suku dpropinsi lain psti akn mrh bila suku pendatang sewenang wenang.di sulawesi selatan ada 4 suku.diantarax bugis,makassar,toraja,mandar.

  36. hasanuddi Says:

    kekerasaan saat ini di kubar sebaiknya suku disa a tidak mengaitkan persoalan dengan lainnya …setiap masalah di atasnamakan suku ..nasionalismenya mana …
    disinilah sebaiknya pemerintah mengeluarkan anggaran untuk biaya pengiriman keamanan di kubar ..bukannya dihabiskan untuk wakil rakyT jalan2 keluar negri

  37. panggau Says:

    damai itu indra, rusuh itu suatu kehancuran kalah jadi abu, menang jadi arang

  38. suku banjar Says:

    belakangan ini dismarinda seberang makin hari suku bugis makin berani,,,dan selalu saja suku asli yg menjadi korban,,,terakhir kejadian adalah playstation saya dibawa lari oleh rudy wijaya alias ade yg bersodara dengan budi,tinggal dipengeran bendahara samarinda seberang,,,saya sendiri terkabung dalam organisai GEPAK,,,namun masalah ini tidak saya laporkan kepada teman2 gepak krn bisa gawat masalahnya,,,sya laporkan kepolisi malah tidk ada tanggapan…ya sdhlah !!!! tapi makin hari saya lihat dan rasakan suku penatang ini makin hari makin jdi,,,saya mengumpamakan dengan kata kiasan….bensin telah tumpah di setiap rumah yg ada disamarinda seberang,,,jadi tinggal api saja lagi siapa yg akan memantiknya.

  39. JOKO Says:

    Selamat Datang di Website OM AGUS
    Izinkan kami membantu anda
    semua dengan Angka ritual Kami..
    Kami dengan bantuan Supranatural
    Bisa menghasilkan Angka Ritual Yang Sangat
    Mengagumkan…Bisa Menerawang
    Angka Yang Bakal Keluar Untuk Toto Singapore
    Maupun Hongkong…Kami bekerja tiada henti
    Untuk Bisa menembus Angka yang bakal Keluar..
    dengan Jaminan 100% gol / Tembus…!!!!
    Tapi Ingat Kami Hanya Memberikan Angka Ritual
    Kami Hanya Kepada Anda Yang Benar-benar
    dengan sangat Membutuhkan
    Angka Ritual Kami .. Kunci Kami Anda Harus
    OPTIMIS Angka Bakal Tembus…Hanya
    dengan Sebuah Optimis Anda bisa Menang…!!!
    Apakah anda Termasuk dalam Kategori Ini
    1. Di Lilit Hutang
    2. Selalu kalah Dalam Bermain Togel
    3. Barang berharga Anda udah Habis Buat Judi Togel
    4. Anda Udah ke mana-mana tapi tidak menghasilkan Solusi yang

    Jangan Anda Putus Asa…Anda udah
    berada Di blog yang sangat Tepat..
    Kami akan membantu anda semua dengan
    Angka Ritual Kami..Anda
    Cukup Mengganti Biaya Ritual Angka Nya
    Saja… Jika anda Membutuhkan Angka Ghoib
    Hasil Ritual Dari=OM AGUS, 2D,3D,4D
    di jamin Tembus 100% silahkan:
    Hub : (OM AGUS)
    (085-399-278-797)
    Adapun Besar Pergantian
    Biayanya tergantung Paket Yang kami berikan

  40. pakdanil2014 Says:

    pegen mengetahui bocoran togel di setiap putaran silahkan hbg:085293577799

  41. IBU WATI DI MALEISIA Says:

    RAMALAN TOGEL AKURAT
    Anda cukup mendaftar dengan biaya 100 ribu
    Contoh format nama dan kirim pulsa 100 ribu ke nomor 085378038999 sebagai biaya ritual untuk di belikan peralatan sesajen seperti :
    KEMBANG,KEMENYANG,PISANG DAN TELUR AYAM KAMPUNG.
    Setelah biaya di kirim maka Ky bayu akan membantu anda dengan ritual ghoib.
    Biaya yang anda keluarkan tidak sebanding dengan angka hasil ritual yang di berikan kepada anda semua.tapi ingat setelah tembus sisihkan sedikit buat yang memerlukan biar berkah.
    DAPATKAN SEKARANG JUGA
    ANGKA TEMBUS KY BAYU
    Call / Sms 0853-7803-8999.
    TERIMA KASIH TELAH MAMPIR DI BLOG PERDIKSI HARI INI
    SALAM SUKSES

  42. IBU WATI Says:

    JIKA ANDA INGIN CEPAT KAYA,BUTUH ANGKA JITU ATAU PESUGIHAN TUYUL HUB:082/302/377/639-KI MARPATI SETIA

    JIKA ANDA INGIN CEPAT KAYA,BUTUH ANGKA JITU ATAU PESUGIHAN TUYUL HUB:082/302/377/639-KI MARPATI SETIA

    JIKA ANDA INGIN CEPAT KAYA,BUTUH ANGKA JITU ATAU PESUGIHAN TUYUL HUB:082/302/377/639-KI MARPATI SETIA

    JIKA ANDA INGIN CEPAT KAYA,BUTUH ANGKA JITU ATAU PESUGIHAN TUYUL HUB:082/302/377/639-KI MARPATI SETIA

    JIKA ANDA INGIN CEPAT KAYA,BUTUH ANGKA JITU ATAU PESUGIHAN TUYUL HUB:082/302/377/639-KI MARPATI SETIA

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: