Kesaksian Roy Suryo Memberatkan Prita Mulyasari

Prita Mulyasari Keterangan pakar telematika Roy Suryo dalam persidangan memberatkan posisi terdakwa Prita Mulyasari. Roy berpendapat Prita terbukti memiliki niatan untuk menyebar surat elektronik (email) mengenai kondisi penanganan medis di RS Omni Internasional Tangerang, Banten. "Ada niatan Prita untuk menyebar email," kata Roy saat berbicara di depan majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2009).

Dia menambahkan secara teknis Prita telah menyebarkan surat elektronik tersebut ke 20 alamat yang berbeda. Namun dia enggan berkomentar soal dugaan pelanggaran Prita atas Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Saya tidak berani mengatakan Prita akan kena UU ITE biarlah majelis hakim yang menentukan," kilah dia.

Pasal itu sendiri memiliki ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar bila setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Kasus ini bermula ketika Prita berobat ke RS Omni Internasional pada 7 Agustus 2008. Meski didiagnosa menderita demam berdarah, dia tidak menerima catatan medis dari rumah sakit itu. Lantaran kecewa dengan penanganan medis yang dinilai buruk, Prita menuliskan kisah keluhnya di dalam surat elektronik dan kemudian tersebar di milis. Atas hal ini pihak rumah sakit pun keberatan karena Prita dianggap telah mencemarkan nama baik. (Okezone)

About these ads

Tag: ,

8 Tanggapan to “Kesaksian Roy Suryo Memberatkan Prita Mulyasari”

  1. j21 Says:

    roy itu bangsat. sayang sekali partai demokrat kok mau menerima dia sebagai kader. mohon partai demokrat dibelakang hari lebih selektif untuk memilih kader.

  2. ochee Says:

    roy keparat, banci giliran rekaman anggodo ngumpet, giliran rakyat kecil sok timbul di permukaan, maunya kagak jelas, sertfikat ahli telematikanya wajib diragukan lembaga mana yang mengeluarkan predikat itu? bugil aja yang dibahas biar bisa dijepit paha artis dimana mana

  3. taUbat Says:

    Oh, baru tau permasalahan menjadi panjang ini rupanya ada intervensi dari pakar telematika yang seharusnya memberi solusi keringanan tapi malah didorong untuk “biarlah majellis hakim yang menentukan”

    Subhanalloh Allah telah memberikan seorang manusia ini dengan kelebihannya yang dapat bermanfaat bagi orang banyak, tapi ……………

    Kasus Century sebenarnya sudah ada ditangan anda sebagai pakar telematika sudah tau aliran dana itu mengucur kemana saja, beri dukungan pada rekan tim pansus partai anda agar cepat selesai tugasnya……….

    Pada peristiwa besar seperti ini, seharusnya andalah yang terdepan karena banyak orang tidak diberi kemampuan seperti anda ………….., orang sekarang hanya dapat dari “katanya” dan “katanya”

    Kemanakah Roy Suryo sang pakar telematika ?

  4. Mirna Jay Simbolon Says:

    Kasus mbak Prita hanya gunung es dari kebiadaban manusia birokrat Indonesia dan SBY membiarkan.

    Semua pun diatur dan direkayasa untuk kepentingan kekuasaan mereka dan keserakahan mereka. Rakyat kau dan kita semua musti bangkit dan dorong DPR makzulkan SBY.

    Dari larinya Sri Mulyani tidak berarti SBY sebagai kepala kabinet bebas dari tanggung jawab. SBY harus memecat wapresnya juga. Kesalahan skandal talangan Bank Century merugikan uang negara dan rakyat apalagi rakyat tidak pernah diberi hak-hak seperti etrcantum dalam konstitusi / UUD 45 yang harus presiden taati dan bukan dilanggar.

    Dari sudut manapun, SBY sudah banyak melanggar UUD 1945.

    Satu contoh lainnya dan sangat krusial. Soal cara menjalankan pendidikan nasional yang menghancurkan harapan ratusan ribu anak generasi muda negeri ini yang menjadi tikus percobaan kebiadaban dan keserakahan pejabat-pejabat birokarsi di kementerian pendidikan ansional di bawah Menetri pendidikan ansional Nuh.

    Padahal segala masalah ujian nasional dan berbagai pendidikan lainnya yang bersifat nasional sebetulnya dapat diatasi dengan adanya buku-buku pokok dan seragam untuk seluruh sekolah negeri di seluruh negeri ini dan pemerintah wajib menyediakan gratis kalau tidak ingin dikatakan melanggar UUD 1945. Sangat sederhana.

    Tetapi karena otak dan kepala pejabat pendidikan nasional adalah bisnis dan korup, maka yang diciptakan adalah yang menguntungkan dan pemerasan seperti membuat proyek komputerisasi dan lain sebagainya, hal-hal pembodohan total. Presiden harus punya telinga dan mata. Jangan sampai buta mata bidek telinga. Buta hati lagi. SBY harus bertanggung jawab pula.

  5. anakmuda Says:

    walaupun saya baru bisa baca, tp saya sangat sedih membaca kisah ini..semoga dimudahkan oleh Allah..
    livebuffer

  6. Komisi Yudisial Diminta Usut Hakim Agung Kasus Prita | Masih Hangat Says:

    [...] Kesaksian Roy Suryo Memberatkan Prita┬áMulyasari Keterangan pakar telematika Roy Suryo dalam persidangan memberatkan posisi terdakwa Prita Mulyasari. Roy berpendapat Prita terbukti memiliki niatan untuk menyebar surat … [...]

  7. madara Says:

    Jancuukk, Roy Suryo itu anjink, pakar telekomunikasi koq ga membela rakyat kecil,…mulutnya roy suryo itu udah disumpal ama uang dari rs omni,..makanya ga berani ngomong dia,…
    ROY SURYO, FU*K YOU GUYS,..GO TO HELL,….ANJINK,..!!!!!

  8. Zakiyah Ibrahim Says:

    MENGAPA NAZARUDDIN DIPULANGKAN DENGAN PESAWAT CHARTERAN MAHAL LAGI?

    Pertanyaan kunci muncul: Ada apa Nazaruddin sehingga dipulangkan bahkan dengan pesawat charteran sangat mahal mencapai 4 miliar? Benarkah demi keselamatan Nazaruddin? Salah besar. Yang benar adalah pemerintahan SBY justru bertujuan agar TV-TV lokal teralihkan hingga terfokus membahas seputar biaya mahal tersebut. TV-TV dan media lain diharapkan akan dengan sendirinya memfokuskan bagaimana tersangka koruptor seperti Nazaruddin diperlakukan seperti Raja. Jika banyak media terjebak ke arah sana, pemerintahan SBY akan berhasil membawa publik beralih menjelekkan Nazaruddin. Lagi-lagi inilah siasat, pencitraan, yang selalu diatur SBY. Sebaiknya media kunci seperti TV-TV Berita jangan terjebak ke arah sana. Itu tujuannya: Mengalihkan dan membelokkan apapun masalah-masalahnya, ber tujuan publik akan melihat SBY bagus dan partainya Partai Demokrat harus dipilih lagi. Itulah satu siasat, lagi-lagi pencitraan, dari sekian siasat dan pencitraan merekayasa. Memang akan dipilih lagi partainya. Khususnya oleh jutaan masyarakat pedesaan. Mereka melihat pemerintahan SBY telah membawa kemakmuran. Siasat itu pun efektif. Saat ini saja fakta menunjukkan sejak pemerintahan SBY, perekonomian masyarakat di pedesaan-pedesaan di Jawa dan Madura maju drastis karena banyak penduduknya merantau berdagang dan membuka usaha di Kalimantan, Papua dan lainnya dan mereka banyak yang berhasil. Rumah mereka dua. Di kampung dan di daerah perantauan mereka. Jadi inilah tantangan berat pesaing-pesaing terhadap PD dan SBY. Sebenarnya hanya orang-orang di kota-kota saja dan ini pun tidak banyak yang kecewa dengan SBY dan pemerintahannya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: